FITNESS & HEALTH
Paru-paru Lagi Insecure Gara-gara Abu Krakatau? Ini Cara Detoks Napas Biar Tetap Plong!
Yatin Suleha
Senin 07 September 2026 / 08:05
- Duh, gara-gara abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kemarin sempat nyebar ke berbagai wilayah, udara di luar rasanya jadi kurang sehat buat dihirup
- Kalau paru-paru dan tenggorokan mulai terasa gatel atau gak nyaman, itu tandanya sistem pernapasan kamu lagi ngambek.
- Biar saluran napas gak gampang kena ISPA dan tetap plong, yuk lakuin beberapa langkah detoks ini.
Jakarta: Duh, gara-gara abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kemarin sempat nyebar ke berbagai wilayah, udara di luar rasanya jadi kurang sehat buat dihirup.
Kalau paru-paru dan tenggorokan mulai terasa gatel atau gak nyaman, itu tandanya sistem pernapasan kamu lagi ngambek dan butuh perhatian ekstra!
Biar saluran napas gak gampang kena ISPA dan tetap plong, yuk lakuin beberapa langkah detoks dan perawatan rumahan yang sat-set ini:
Pas cuaca lagi abu-abu gini, kurangi minum es yang bikin tenggorokan makin seret. Ganti dengan teh herbal hangat, air jahe, atau air madu lemon.
Rempah-rempah alami ini jago banget buat nenangin tenggorokan yang gatel sekaligus ngeluarin racun-racun kecil di dalam tubuh.
.jpg)
(Air purifier adalah alat yang berfungsi untuk membersihkan udara di dalam ruangan dengan menyedot udara kotor, menyaring berbagai partikel polutan, dan mengeluarkan kembali udara yang bersih dan sehat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jangan underestimate kekuatan udara di dalam ruangan, ya! Pastikan kamar atau rumah kamu bersih dari sisa debu yang nempel. Kalau punya air purifier, nyalakan dengan mode maksimal supaya partikel debu halus yang masuk ke rumah bisa langsung tersaring bersih.
Meskipun kangen udara segar, untuk sementara waktu tahan dulu niat buat buka jendela rumah lebar-lebar, terutama pas angin lagi kencang. Biar sirkulasi udara tetap aman, manfaatkan AC atau ventilasi yang sudah dilengkapi filter.
Buat ngebantu membersihkan hidung dan saluran napas bagian atas dari sisa debu halus, kamu bisa coba uap air hangat (steam).
Caranya gampang banget: cukup taruh air panas di mangkuk, tambahkan sedikit minyak kayu putih atau peppermint, lalu hirup uapnya pelan-pelan. Dijamin hidung langsung berasa lega!
Gimana, cara di atas gampang banget kan dipraktikkan?
(TIN)
Kalau paru-paru dan tenggorokan mulai terasa gatel atau gak nyaman, itu tandanya sistem pernapasan kamu lagi ngambek dan butuh perhatian ekstra!
Biar saluran napas gak gampang kena ISPA dan tetap plong, yuk lakuin beberapa langkah detoks dan perawatan rumahan yang sat-set ini:
1. Sedia minuman hangat kaya rempah di rumah
Pas cuaca lagi abu-abu gini, kurangi minum es yang bikin tenggorokan makin seret. Ganti dengan teh herbal hangat, air jahe, atau air madu lemon.
Rempah-rempah alami ini jago banget buat nenangin tenggorokan yang gatel sekaligus ngeluarin racun-racun kecil di dalam tubuh.
2. Pasang air purifier dan jaga kebersihan kamar
.jpg)
(Air purifier adalah alat yang berfungsi untuk membersihkan udara di dalam ruangan dengan menyedot udara kotor, menyaring berbagai partikel polutan, dan mengeluarkan kembali udara yang bersih dan sehat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jangan underestimate kekuatan udara di dalam ruangan, ya! Pastikan kamar atau rumah kamu bersih dari sisa debu yang nempel. Kalau punya air purifier, nyalakan dengan mode maksimal supaya partikel debu halus yang masuk ke rumah bisa langsung tersaring bersih.
3. Batasi buka jendela lebar-lebar
Meskipun kangen udara segar, untuk sementara waktu tahan dulu niat buat buka jendela rumah lebar-lebar, terutama pas angin lagi kencang. Biar sirkulasi udara tetap aman, manfaatkan AC atau ventilasi yang sudah dilengkapi filter.
4. Rutin steam wajah atau uap air hangat
Buat ngebantu membersihkan hidung dan saluran napas bagian atas dari sisa debu halus, kamu bisa coba uap air hangat (steam).
Caranya gampang banget: cukup taruh air panas di mangkuk, tambahkan sedikit minyak kayu putih atau peppermint, lalu hirup uapnya pelan-pelan. Dijamin hidung langsung berasa lega!
Gimana, cara di atas gampang banget kan dipraktikkan?
(TIN)