FITNESS & HEALTH

Orang Dewasa Berpotensi Kena Hepatitis Akut, Ini Kunci Terhindar Penyakit Misterius

Sri Yanti Nainggolan
Kamis 12 Mei 2022 / 15:18
Jakarta: Jumlah kasus hepatitis akut di Indonesia terus bertambah. Tak hanya anak kecil, orang dewasa juga berpotensi terkena penyakit misterius ini. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengungkapkan mayoritas pengidap penyakit hepatitis akut di Ibu Kota berusia di bawah 16 tahun. Kelompok usia tersebut mendominasi kasus hepatitis akut di Jakarta. 

"Dari 21 kasus, 14 orang termasuk tiga yang meninggal berusia kurang dari 16 tahun," kata Ariza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022.

Sedangkan tujuh kasus dugaan hepatitis akut lainnya, lanjut dia, berusia di atas 16 tahun. Ia mengatakan 14 kasus tersebut masih dalam proses penyelesaian pemeriksaan hepatitis.

Baca: 5 Tips Mencegah Hepatitis Misterius Pada Anak
 

Orang dewasa berpotensi kena hepatitis akut 

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta mengingatkan bahwa orang dewasa ataupun lanjut usia tetap berpotensi tertular hepatitis akut.
 
"Dari kasus-kasus yang ada di dunia itu terjadi pada anak umur satu bulan sampai 16 tahun, tapi sebenarnya bisa mengenai ke semua usia bila berhubungan dengan pasien hepatitis akut," ujar Kepala Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSPI Sulianti Saroso Jakarta Titi Sundari dilansir dari Antara, Kamis, 12 Mei 2022. 
 
Namun, ia mengatakan hingga saat ini kasus penyakit hepatitis akut baru dilaporkan terjadi pada anak dengan usia satu bulan hingga 16 tahun. "Tapi sebenarnya bisa mengenai semua usia bila berhubungan dengan pasien hepatitis akut ini," tutur Titi. 
 
 

Cuci tangan penting untuk cegah hepatitis akut 

Titi menyampaikan bahwa salah satu upaya terhindar dari penularan penyakit, termasuk hepatitis akut, yakni dengan menjaga kebersihan tangan. Ia menyarankan kepada masyarakat lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

"Fungsi dari sabun adalah menurunkan tegangan permukaan dari tangan sehingga kuman yang melekat akan mudah lepas," ucap Titi. 

Ia meminta masyarakat agar mencuci tangan dengan benar, yakni mencuci mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga ujung jari.

"Mencuci tangan tidak hanya sekadar dengan membasuh air saja, apalagi tidak memakai sabun. Setelah cuci tangan jangan lupa untuk mengeringkan agar tetap higienis," kata Titi. 

Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi cuci tangan untuk hindari hepatitis akut. Foto: Pexels
 

Alkohol tak efektif bunuh virus penyebab hepatitis akut

Selain dengan sabun, lanjut dia, membersihkan tangan juga bisa dengan penyanitasi tangan. Alkohol pada penyanitasi tangan berperan sebagai antiseptik yang bisa membunuh 90 persen antibakteri, antivirus, dan antijamur.

Namun, pada kasus hepatitis akut, ia mengatakan masyarakat disarankan untuk lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Baca: Simak, Ini Beda Diare Biasa dan Diare Akibat Hepatitis pada Anak

Pasalnya, kata dia, pada kasus hepatitis akut sekarang ini dicurigai penyebab salah satunya adalah adenovirus, di mana alkohol 70 persen pada penyanitasi tangan tidak cukup efektif untuk membunuh kuman tersebut.

"Sehingga pedoman WHO pun menyampaikan bahwa mencuci tangan lebih baik dengan sabun dan air mengalir," terang Titi. 
(SYN)

MOST SEARCH