FITNESS & HEALTH

Simak, Ini Beda Diare Biasa dan Diare Akibat Hepatitis pada Anak

Rendy Renuki H
Rabu 11 Mei 2022 / 19:07
Jakarta: Penyakit hepatitis akut sedang menjadi momok di Indonesia, terutama bagi anak-anak. Biasanya gejala yang timbul akibat hepatitis akut salah satunya adalah diare.

Namun diare yang umum terjadi biasa akibat rotavirus yang menyerang di dalam tubuh anak. Diare biasa pada anak itu pun memiliki gejala berbeda dengan diare akibat hepatitis.

Gejala yang timbul pada anak akibat diare karena rotavirus biasanya diawali dengan demam. Selain itu timbul pula gejala seperti muntah yang berlangsung selama beberapa hari.

"Rotavirus yang terjadi pada anak didahului dengan demam. Kemudian anaknya muntah dua hingga tiiga hari," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Muzal Kadim, SpA(K) secara daring, Selasa 10 Mei 2022.

Selain itu, perbedaan diare biasa yang terjadi pada anak akibat rotavirus adalah feses yang sangat cair dan berbau asam. Anak juga akan mengalami kembung dan anusnya menjadi merah.
 
 

Perbedaan Diare Akibat Hepatitis

Sedangkan diare akibat hepatitis biasanya timbul gejala muntah dan demam secara bersamaan. Anak juga akan mengalami nyeri yang lebih sakit di perut dan merasa lemas.

"Gejalanya ada mual, tapi agak berbeda. Diarenya lebih jarang, mualnya lebih hebat, demamnya ringan, lemasnya terutama. Kemudian nyeri perutnya lebih, karena pembesaran hati sudah besar di kanan atas," terang dr Muzal.

Namun diakuinya, cukup sulit membedakan diare biasa dengan diare hepatitis secara spesifik. Ada baiknya segera membawa diperiksakan ke fasilitas kesehatan jika ada gangguan kesehatan pada anak untuk diperiksa lebih lanjut.

"Secara umum kalau menemukan kasus, agak-agak sulit membedakannya secara spesifik. Perlu dokter yang lebih ahli kalau kita sebagai orang tua atau awam, lebih baik periksakan daripada terlambat," tutupnya.
(REN)

MOST SEARCH