FITNESS & HEALTH
Waspada ISPA di Musim Pancaroba, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya
Fatha Annisa
Rabu 15 April 2026 / 15:58
- Kasus ISPA meningkat saat musim pancaroba akibat perubahan suhu dan kelembapan yang melemahkan pertahanan saluran pernapasan.
- Penyakit ini mudah menular melalui kontak langsung, benda terkontaminasi, hingga droplet dan aerosol.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Jakarta: Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) cenderung meningkat saat musim pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara mengatasinya.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas (seperti hidung dan tenggorokan) maupun bawah (seperti paru-paru). Penyebab ISPA bisa berupa virus, bakteri, atau jamur.
Dr. Clavelina Astriani, senior Medical Affairs Manager M10 PT. Combiphar, menjelaskan bahwa perubahan suhu dan kelembapan yang tidak menentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta kondisi saluran pernapasan, sehingga virus lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
“Dalam saluran pernapasan ada lendir dan bulu-bulu halus yang fungsinya saat ada kuman masuk, mereka akan menghalangi. Saat perubahan musim, fungsi ini tidak berjalan dengan baik dan si kuman itu akan masuk ke dalam saluran pernapasan kita,” jelasnya dalam acara edukasi kesehatan Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
“Contohnya, saya lagi flu lalu saya pegang handphone. Terus ada teman saya yang ambil handphone saya, nah itu kontak tidak langsung. Itu bisa terjadi penularan,” kata Clavelina.
Yang perlu diwaspadai, virus seperti influenza mampu bertahan cukup lama di lingkungan. Virus ini dapat hidup hingga 48 jam di permukaan benda, sehingga meningkatkan risiko penularan jika kebersihan tidak dijaga dengan baik.
“Kemudian kalau di tisu atau masker bisa hidup sampai 12 jam. Makanya kita kalau habis flu, tisunya langsung dibuat di tempat sampah karena bisa menularkan orang lain,” tuturnya.
Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama saat berada di lingkungan berisiko atau ketika sedang tidak fit. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci penting, seperti dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan memastikan asupan air putih terpenuhi.
“Terutama jika sedang batuk berdahak, air putih itu bisa membantu untuk melancarkan dahaknya,” ujarnya.
Tak kalah penting, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit serta pastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik agar risiko penyebaran virus dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas (seperti hidung dan tenggorokan) maupun bawah (seperti paru-paru). Penyebab ISPA bisa berupa virus, bakteri, atau jamur.
Dr. Clavelina Astriani, senior Medical Affairs Manager M10 PT. Combiphar, menjelaskan bahwa perubahan suhu dan kelembapan yang tidak menentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta kondisi saluran pernapasan, sehingga virus lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
“Dalam saluran pernapasan ada lendir dan bulu-bulu halus yang fungsinya saat ada kuman masuk, mereka akan menghalangi. Saat perubahan musim, fungsi ini tidak berjalan dengan baik dan si kuman itu akan masuk ke dalam saluran pernapasan kita,” jelasnya dalam acara edukasi kesehatan Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga di Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
| Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Kiat Menghadapinya |
Penularan ISPA
ISPA dapat menular dengan sangat mudah melalui berbagai cara. Penularan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan penderita, maupun secara tidak langsung. Selain itu, percikan droplet dari batuk atau bersin, hingga partikel kecil yang melayang di udara (aerosol), juga menjadi jalur penyebaran yang umum.“Contohnya, saya lagi flu lalu saya pegang handphone. Terus ada teman saya yang ambil handphone saya, nah itu kontak tidak langsung. Itu bisa terjadi penularan,” kata Clavelina.
Yang perlu diwaspadai, virus seperti influenza mampu bertahan cukup lama di lingkungan. Virus ini dapat hidup hingga 48 jam di permukaan benda, sehingga meningkatkan risiko penularan jika kebersihan tidak dijaga dengan baik.
“Kemudian kalau di tisu atau masker bisa hidup sampai 12 jam. Makanya kita kalau habis flu, tisunya langsung dibuat di tempat sampah karena bisa menularkan orang lain,” tuturnya.
| Baca juga: Incar Saluran Pernapasan, Ini Bahayanya Terinfeksi HMPV untuk Penderita Asma |
Pencegahan ISPA
Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Langkah paling dasar adalah rutin mencuci tangan dan tidak menyentuh area wajah dengan tangan yang belum bersih.Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama saat berada di lingkungan berisiko atau ketika sedang tidak fit. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci penting, seperti dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan memastikan asupan air putih terpenuhi.
“Terutama jika sedang batuk berdahak, air putih itu bisa membantu untuk melancarkan dahaknya,” ujarnya.
Tak kalah penting, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit serta pastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik agar risiko penyebaran virus dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)