FITNESS & HEALTH
Cara Bersihkan Abu Vulkanik yang Benar, Biar Gak Bikin Paru-paru Sakit
Yatin Suleha
Senin 07 September 2026 / 15:49
- Abis kena hujan abu vulkanik, rasanya pasti pengin langsung bersih-bersih total, kaaan?
- Eits, tunggu dulu, Bestie. Membersihkan abu vulkanik itu gak boleh sembarangan, lho.
- Nah, biar kegiatan bersih-bersihmu aman dan efektif, simak panduan cara membersihkan abu vulkanik dengan benar berikut ini.
Jakarta: Abis kena hujan abu vulkanik, rasanya pasti pengin langsung bersih-bersih total, kaaan? Eits, tunggu dulu, Bestie. Membersihkan abu vulkanik itu gak boleh sembarangan, lho.
Kalau caranya salah, abu yang super halus itu malah bisa terbang lagi ke udara, terhirup, dan bikin saluran pernapasan kita gak enak.
Nah, biar kegiatan bersih-bersihmu aman dan efektif, simak panduan cara membersihkan abu vulkanik dengan benar berikut ini:
Sebelum mulai aksi bersih-bersih, wajib hukumnya pakai alat pelindung diri. Jangan nekat cuma modal kemoceng!
Masker: Pakai masker dengan standar n95, kn95, atau ffp2. Ini penting banget buat nyaring partikel abu mikroskopis biar gak masuk ke paru-paru. Masker kain biasa gak mempan.
Kacamata pelindung: Pakai goggles atau kacamata rapat buat ngelindungin mata dari iritasi akibat abu yang tajam.
Pakaian tertutup: Usahain pakai baju lengan panjang dan celana panjang buat ngurangin kontak langsung debu sama kulit.

(Menggunakan kemoceng untuk membersihkan abu vulkanik harus dihindari karena sifat abu yang abrasif dapat menyebabkan permukaan benda seperti bodi mobil atau perabot rumah tangga menjadi lecet dan tergores. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ini aturan emasnya: hindari menyapu abu dengan sapu biasa atau mengibaskannya dengan kemoceng. Kenapa? Karena cara ini cuma bikin abu beterbangan dan makin gampang terhirup. Kamu gak mau kan, niatnya bersih-bersih malah jadi sesak napas?
Cara paling aman dan ampuh buat ngilangin debu vulkanik adalah dengan membasahinya terlebih dahulu.
Semprot perlahan: Gunakan selang air dengan semprotan lembut (mist) buat membasahi permukaan yang berabu secara perlahan sampai abunya basah kuyup. Jangan disemprot kenceng-kenceng, ya!
Pel basah: Kalau di dalam ruangan, gunakan kain pel yang udah dibasahi air. Lap permukaan secara perlahan dan searah biar debu gak ke mana-mana.
Setelah permukaan dibasahi, saatnya eksekusi nih.
Serok pelan: Pakai sekop atau alat serok buat ngumpulin abu yang udah basah tadi. Masukin ke kantong plastik sampah dengan hati-hati dan ikat rapat-rapat sebelum dibuang.
Vacuum cleaner (dengan catatan): Boleh pakai vacuum cleaner asalkan ada filternya (hepa filter). Kalau gak ada filternya, alat ini malah bisa nyemburin debu halus ke seluruh ruangan.
Supaya gak capek bolak-balik, bersihin area dengan urutan ini:
- Talang air dan atap: Ini prioritas utama karena beban abu bisa bikin atap rubuh. Tapi hati-hati banget pas naik ke atas, ya!
- Area luar: Jalan setapak, teras, dan kendaraan.
- Area dalam: Bersihin dari atas ke bawah (langit-langit, dinding, baru lantai). Terakhir, cuci semua kain yang kena debu dengan air hangat dan detergen.
Jangan buang abu sembarangan, ya Bestie. Abu yang terkumpul harus dimasukin ke kantong plastik sampah yang kuat, lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Kalau disarankan oleh pemerintah setempat, ikuti instruksi khusus buat pembuangan abunya.
(TIN)
Kalau caranya salah, abu yang super halus itu malah bisa terbang lagi ke udara, terhirup, dan bikin saluran pernapasan kita gak enak.
Nah, biar kegiatan bersih-bersihmu aman dan efektif, simak panduan cara membersihkan abu vulkanik dengan benar berikut ini:
1. Lindungi diri dulu, bestie!
Sebelum mulai aksi bersih-bersih, wajib hukumnya pakai alat pelindung diri. Jangan nekat cuma modal kemoceng!
Masker: Pakai masker dengan standar n95, kn95, atau ffp2. Ini penting banget buat nyaring partikel abu mikroskopis biar gak masuk ke paru-paru. Masker kain biasa gak mempan.
Kacamata pelindung: Pakai goggles atau kacamata rapat buat ngelindungin mata dari iritasi akibat abu yang tajam.
Pakaian tertutup: Usahain pakai baju lengan panjang dan celana panjang buat ngurangin kontak langsung debu sama kulit.
2. Jangan pakai kemoceng atau sapu ijuk!

(Menggunakan kemoceng untuk membersihkan abu vulkanik harus dihindari karena sifat abu yang abrasif dapat menyebabkan permukaan benda seperti bodi mobil atau perabot rumah tangga menjadi lecet dan tergores. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Ini aturan emasnya: hindari menyapu abu dengan sapu biasa atau mengibaskannya dengan kemoceng. Kenapa? Karena cara ini cuma bikin abu beterbangan dan makin gampang terhirup. Kamu gak mau kan, niatnya bersih-bersih malah jadi sesak napas?
3. Gunakan metode basah
Cara paling aman dan ampuh buat ngilangin debu vulkanik adalah dengan membasahinya terlebih dahulu.
Semprot perlahan: Gunakan selang air dengan semprotan lembut (mist) buat membasahi permukaan yang berabu secara perlahan sampai abunya basah kuyup. Jangan disemprot kenceng-kenceng, ya!
Pel basah: Kalau di dalam ruangan, gunakan kain pel yang udah dibasahi air. Lap permukaan secara perlahan dan searah biar debu gak ke mana-mana.
4. Teknik bersih-bersih paling oke
Setelah permukaan dibasahi, saatnya eksekusi nih.
Serok pelan: Pakai sekop atau alat serok buat ngumpulin abu yang udah basah tadi. Masukin ke kantong plastik sampah dengan hati-hati dan ikat rapat-rapat sebelum dibuang.
Vacuum cleaner (dengan catatan): Boleh pakai vacuum cleaner asalkan ada filternya (hepa filter). Kalau gak ada filternya, alat ini malah bisa nyemburin debu halus ke seluruh ruangan.
5. Prioritas area
Supaya gak capek bolak-balik, bersihin area dengan urutan ini:
- Talang air dan atap: Ini prioritas utama karena beban abu bisa bikin atap rubuh. Tapi hati-hati banget pas naik ke atas, ya!
- Area luar: Jalan setapak, teras, dan kendaraan.
- Area dalam: Bersihin dari atas ke bawah (langit-langit, dinding, baru lantai). Terakhir, cuci semua kain yang kena debu dengan air hangat dan detergen.
6. Buang abu dengan aman
Jangan buang abu sembarangan, ya Bestie. Abu yang terkumpul harus dimasukin ke kantong plastik sampah yang kuat, lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Kalau disarankan oleh pemerintah setempat, ikuti instruksi khusus buat pembuangan abunya.
(TIN)