FITNESS & HEALTH
Perempuan Wajib Tahu! Klinik Kanker Terintegrasi dengan Teknologi AI Kini Hadir di Indonesia
A. Firdaus
Jumat 31 Juli 2026 / 15:24
- Layanan kanker terpadu dari penilaian risiko, pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan jangka panjang bagi penyintas.
- Jumlah kasus kanker payudara meningkat sekitar 860 ribu kasus dalam periode 2021-2025, dari 1.080.031 kasus menjadi 1.941.410 kasus.
- Kehadiran Kaiser Cancer Center juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan di KEK ETKI Banten.
Jakarta: Meningkatnya jumlah kasus kanker, khususnya kanker payudara dan kanker serviks, menjadi pengingat pentingnya layanan kesehatan yang mampu menghadirkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan hingga pendampingan pasien.
Menjawab kebutuhan tersebut, Kaiser Cancer Center resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ, BSD City. Klinik ini hadir sebagai integrated women-centric cancer clinic yang mengusung pendekatan Integrated Precision Oncology, yakni layanan kanker terpadu dari penilaian risiko, pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan jangka panjang bagi penyintas.
Kehadiran pusat layanan ini dinilai relevan dengan meningkatnya beban penyakit kanker di Indonesia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus kanker payudara meningkat sekitar 860 ribu kasus dalam periode 2021-2025, dari 1.080.031 kasus menjadi 1.941.410 kasus. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya akses terhadap layanan kanker yang lebih cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Founder dan Managing Director Kaiser Cancer Center, dr. Adithia Kwee, mengatakan layanan tersebut sejalan dengan transformasi kesehatan yang tengah didorong pemerintah.
"Kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan onkologi berkualitas di dalam negeri sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi kebutuhan pasien Indonesia untuk mencari pengobatan ke luar negeri," ujarnya.
Kaiser Cancer Center didukung tim Multidisciplinary Team (MDT) yang terdiri atas berbagai disiplin ilmu kedokteran, penerapan precision medicine, teknologi medis terkini, serta akses konsultasi dengan ahli onkologi internasional.
Fasilitas ini juga menjadi penyedia layanan kesehatan pertama di Indonesia yang menggunakan platform e-health Siemens Healthineers, yang mendukung proses diagnosis lebih cepat, penyusunan terapi yang lebih presisi, serta koordinasi layanan yang lebih terintegrasi.
Dokter Spesialis Bedah Onkologi Kaiser Cancer Center, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B., Subsp.Onk (K), menjelaskan bahwa setiap pasien kanker memerlukan pendekatan yang berbeda.
"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga terapi kanker tidak dapat disamaratakan. Kami mengedepankan pendekatan yang lebih personal dan terintegrasi agar setiap perempuan memperoleh penanganan yang tepat dan hasil klinis yang optimal," jelas dr, Gusti.
Selain menghadirkan layanan pengobatan, Kaiser juga menggandeng Lovepink Indonesia, komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara, untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya deteksi dini.
Chairwoman Lovepink Indonesia, Dede Gracia, menilai semakin banyak perempuan perlu memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan melakukan pemeriksaan sejak dini.
"Tidak ada perempuan yang benar-benar siap mendengar diagnosis kanker. Namun setiap perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui lebih awal, mendapatkan penanganan terbaik, dan tetap memiliki harapan," ujarnya.
Kehadiran Kaiser Cancer Center juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan di KEK ETKI Banten yang menghubungkan layanan kesehatan, penelitian, teknologi medis, hingga industri kesehatan.
Melalui pendekatan yang preventif, personal, dan terintegrasi, pusat layanan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan onkologi nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kanker berstandar internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Menjawab kebutuhan tersebut, Kaiser Cancer Center resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ, BSD City. Klinik ini hadir sebagai integrated women-centric cancer clinic yang mengusung pendekatan Integrated Precision Oncology, yakni layanan kanker terpadu dari penilaian risiko, pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan jangka panjang bagi penyintas.
Kehadiran pusat layanan ini dinilai relevan dengan meningkatnya beban penyakit kanker di Indonesia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus kanker payudara meningkat sekitar 860 ribu kasus dalam periode 2021-2025, dari 1.080.031 kasus menjadi 1.941.410 kasus. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya akses terhadap layanan kanker yang lebih cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Founder dan Managing Director Kaiser Cancer Center, dr. Adithia Kwee, mengatakan layanan tersebut sejalan dengan transformasi kesehatan yang tengah didorong pemerintah.
"Kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan onkologi berkualitas di dalam negeri sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi kebutuhan pasien Indonesia untuk mencari pengobatan ke luar negeri," ujarnya.
Mengandalkan precision medicine dan tim multidisiplin
Kaiser Cancer Center didukung tim Multidisciplinary Team (MDT) yang terdiri atas berbagai disiplin ilmu kedokteran, penerapan precision medicine, teknologi medis terkini, serta akses konsultasi dengan ahli onkologi internasional.
Fasilitas ini juga menjadi penyedia layanan kesehatan pertama di Indonesia yang menggunakan platform e-health Siemens Healthineers, yang mendukung proses diagnosis lebih cepat, penyusunan terapi yang lebih presisi, serta koordinasi layanan yang lebih terintegrasi.
Dokter Spesialis Bedah Onkologi Kaiser Cancer Center, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B., Subsp.Onk (K), menjelaskan bahwa setiap pasien kanker memerlukan pendekatan yang berbeda.
"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga terapi kanker tidak dapat disamaratakan. Kami mengedepankan pendekatan yang lebih personal dan terintegrasi agar setiap perempuan memperoleh penanganan yang tepat dan hasil klinis yang optimal," jelas dr, Gusti.
Dorong deteksi dini kanker
Selain menghadirkan layanan pengobatan, Kaiser juga menggandeng Lovepink Indonesia, komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara, untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya deteksi dini.
Chairwoman Lovepink Indonesia, Dede Gracia, menilai semakin banyak perempuan perlu memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan melakukan pemeriksaan sejak dini.
"Tidak ada perempuan yang benar-benar siap mendengar diagnosis kanker. Namun setiap perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui lebih awal, mendapatkan penanganan terbaik, dan tetap memiliki harapan," ujarnya.
Kehadiran Kaiser Cancer Center juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kesehatan di KEK ETKI Banten yang menghubungkan layanan kesehatan, penelitian, teknologi medis, hingga industri kesehatan.
Melalui pendekatan yang preventif, personal, dan terintegrasi, pusat layanan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan onkologi nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kanker berstandar internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)