FITNESS & HEALTH
Mengenal Enuresis Primer, Kondisi Anak di Atas 5 Tahun yang Masih Mengompol
Medcom
Sabtu 08 Juli 2023 / 11:10
Jakarta: Moms, anakmu masih mengompol? Padahal usianya sudah menginjak 5 tahun! Nah jika itu memang benar terjadi, berarti anakmu mengalami enuresis primer.
Sebelum membedah penyebab terjadinya enuresis primer, sebaiknya moms ketahui dulu ya definisi mengompol dalam dunia medis. Menurut dr. Anton Dharma Saputra, Sp.A Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Premier Jatinegara, mengompol disebut Enuresis Nocturnal atau Enuresis Monosymtomatic.
Enuresis Nocturnal atau Enuresis Monosymtomatic diartikan sebagai proses keluarnya urine tanpa disadari pada anak usia di bawah 5 tahun. Dikatakan Nocturnal, karena umumnya mengompol terjadi pada malam hari, tepatnya saat si kecil sedang tertidur.
Jika anakmu berusia 5 tahun lebih masih mengompol, apakah yang harus dilakukan? dr. Anton akan menjelaskan mengenai fenomena ini dan berbagi tips pencegahannya.
Melansir Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Anton Dharma menjelaskan pada anak usia 5 tahun ke atas seharusnya sudah berhenti mengompol. Namun, jika kondisi mengompol masih terjadi setelah anak berusia di atas 5 tahun, maka dikatakan mengalami enuresis primer yang bisa terjadi pada sekitar 15% anak.
"Kondisi mengompol merupakan hal normal yang dapat terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Umumnya, hal tersebut terjadi karena anak-anak belum dilatih untuk menahan pipis ketika usianya di bawah 5 tahun," ujar dr. Anton Dharma.
Kemudian dr. Anton Dharma menjelaskan bahwa anak-anak biasanya dapat mulai mengontrol buang air di malam hari pada usia 3-4 tahun. Sedangkan kondisi enuresis nocturnal atau mengompol pada malam hari biasanya terjadi karena anak tidak dapat bangun.
Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah jumlah cairan yang diminum terlalu banyak pada malam hari, faktor genetic, terganggunya tidur. Kemudian bisa juga karena ukuran kandung kemih yang kecil, dan karena kandung kemih yang hiperaktif.
Untuk itu, dr. Anton Dharma menganjurkan jika mengompol masih terjadi pada anak di atas usia 5 tahun. Maka sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis anak untuk dievaluasi.
Menurutnya, beberapa kondisi atau faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya enuresis primer di antaranya adalah terlambatnya toilet training, infeksi saluran kencing, ukuran kandung kemih yang lebih kecil dari normal, gangguan psikologis seperti cemas dan stress, hingga adanya gangguan hormonal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sebelum membedah penyebab terjadinya enuresis primer, sebaiknya moms ketahui dulu ya definisi mengompol dalam dunia medis. Menurut dr. Anton Dharma Saputra, Sp.A Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Premier Jatinegara, mengompol disebut Enuresis Nocturnal atau Enuresis Monosymtomatic.
Enuresis Nocturnal atau Enuresis Monosymtomatic diartikan sebagai proses keluarnya urine tanpa disadari pada anak usia di bawah 5 tahun. Dikatakan Nocturnal, karena umumnya mengompol terjadi pada malam hari, tepatnya saat si kecil sedang tertidur.
Jika anakmu berusia 5 tahun lebih masih mengompol, apakah yang harus dilakukan? dr. Anton akan menjelaskan mengenai fenomena ini dan berbagi tips pencegahannya.
Kapan anak seharusnya berhenti mengompol?
Melansir Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Anton Dharma menjelaskan pada anak usia 5 tahun ke atas seharusnya sudah berhenti mengompol. Namun, jika kondisi mengompol masih terjadi setelah anak berusia di atas 5 tahun, maka dikatakan mengalami enuresis primer yang bisa terjadi pada sekitar 15% anak.
"Kondisi mengompol merupakan hal normal yang dapat terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Umumnya, hal tersebut terjadi karena anak-anak belum dilatih untuk menahan pipis ketika usianya di bawah 5 tahun," ujar dr. Anton Dharma.
Faktor yang menyebabkan anak sering mengompol
Kemudian dr. Anton Dharma menjelaskan bahwa anak-anak biasanya dapat mulai mengontrol buang air di malam hari pada usia 3-4 tahun. Sedangkan kondisi enuresis nocturnal atau mengompol pada malam hari biasanya terjadi karena anak tidak dapat bangun.
Hal tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah jumlah cairan yang diminum terlalu banyak pada malam hari, faktor genetic, terganggunya tidur. Kemudian bisa juga karena ukuran kandung kemih yang kecil, dan karena kandung kemih yang hiperaktif.
Untuk itu, dr. Anton Dharma menganjurkan jika mengompol masih terjadi pada anak di atas usia 5 tahun. Maka sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis anak untuk dievaluasi.
Menurutnya, beberapa kondisi atau faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya enuresis primer di antaranya adalah terlambatnya toilet training, infeksi saluran kencing, ukuran kandung kemih yang lebih kecil dari normal, gangguan psikologis seperti cemas dan stress, hingga adanya gangguan hormonal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)