FITNESS & HEALTH

Perawatan Mata Premium Jadi Bagian Gaya Hidup Aktif dan Produktif

Elang Riki Yanuar
Selasa 03 Februari 2026 / 10:00
Ringkasnya gini..
  • Mayapada Eye Centre membuka klinik premium di Sudirman untuk menjawab kebutuhan perawatan mata profesional urban dengan teknologi modern.
  • MEC Sudirman menghadirkan layanan subspesialis lengkap dan teknologi diagnostik presisi, dirancang untuk efisiensi dan gaya hidup pekerja perkotaan.
  • Terintegrasi dengan jaringan rumah sakit, MEC Sudirman menawarkan perawatan mata komprehensif, deteksi dini, dan pendampingan personal pasien.
Jakarta: Mayapada Eye Centre kembali memperluas jangkauan layanan kesehatan mata premium dengan membuka unit klinik terbaru di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Kehadiran Mayapada Eye Centre Sudirman menandai langkah strategis dalam menghadirkan layanan perawatan mata komprehensif di pusat aktivitas bisnis ibu kota.

Berlokasi di Mayapada Tower 2, klinik ini menyasar profesional urban, komunitas perkantoran, serta masyarakat perkotaan yang membutuhkan akses cepat dan efisien terhadap layanan kesehatan mata berstandar tinggi. Dengan konsep Premium Boutique Eye Care, Mayapada Eye Centre Sudirman menawarkan pengalaman perawatan yang personal, modern, dan terintegrasi.

Klinik ini menghadirkan layanan subspesialis mata yang lengkap, mulai dari Kornea, Glaukoma, Retina, hingga Pediatrik Oftalmologi. Seluruh layanan didukung teknologi diagnostik terkini yang memungkinkan deteksi dini serta diagnosis presisi, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

President Director dan CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menegaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan layanan kesehatan. 

“MEC adalah bagian dari ekosistem Mayapada Hospital untuk menghadirkan perawatan kesehatan mata berstandar tinggi yang unggul secara klinis dan terhubung dengan berbagai Center of Excellence di seluruh jaringan Mayapada Hospital. Pendekatan terintegrasi ini memastikan penanganan gangguan mata yang berkaitan dengan kondisi medis lain dapat dilakukan secara komprehensif,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer Mayapada Eye Centre, Navin Nathani, menjelaskan bahwa kehadiran MEC di Sudirman dirancang khusus untuk menjawab tantangan kesehatan mata yang kerap dialami profesional perkantoran. 

“Dalam keseharian profesional urban dengan paparan layar digital tinggi akibat penggunaan komputer, laptop, dan smartphone dalam durasi panjang, keluhan seperti mata kering, kelelahan mata digital, hingga gangguan fokus kerap terjadi dan berdampak langsung pada produktivitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa MEC Sudirman hadir sebagai solusi eye care modern yang mudah diakses tanpa mengganggu ritme kerja. “Untuk itu, MEC Sudirman hadir dengan solusi eye care yang canggih, modern, dan mudah diakses, dengan pengalaman layanan premium dan terintegrasi, sehingga kualitas penglihatan dapat terjaga tanpa mengganggu ritme kerja sehari-hari,” lanjut Navin Nathani.

Didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis mata berpengalaman, MEC Sudirman menyediakan berbagai tindakan medis, termasuk operasi katarak modern dengan metode phacoemulsification, prosedur trabektomi untuk glaukoma, hingga layanan retina. Seluruh layanan dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan standar kualitas tinggi dan efisiensi waktu.

Sebagai bagian dari jaringan Mayapada Healthcare, MEC Sudirman terintegrasi langsung dengan berbagai layanan unggulan di Mayapada Hospital. Integrasi ini memungkinkan kolaborasi multidisiplin dalam menangani gangguan mata yang berkaitan dengan penyakit lain seperti diabetes, stroke, gangguan saraf, autoimun, hingga penyakit jantung, sehingga pasien memperoleh perawatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Dokter Konsultan Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap penyakit mata yang sering berkembang tanpa gejala awal. 

“Faktor seperti screen time berlebih, minimnya waktu istirahat mata, serta pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal dapat mempercepat terjadinya kelelahan mata digital dan gangguan penglihatan lainnya,” ungkapnya.

Menurut dr. Ucok, dukungan teknologi modern dan keahlian subspesialis menjadi kunci dalam menjaga kualitas penglihatan kelompok usia produktif.

“Dengan dukungan teknologi diagnostik modern dan keahlian subspesialis, deteksi dini dan diagnosis presisi dapat dilakukan sehingga strategi penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien,” jelasnya.

Peresmian Mayapada Eye Centre Sudirman turut dirangkaikan dengan penyelenggaraan Laser Vision Correction Summit pada 25 Januari 2026. Forum ilmiah ini menghadirkan para dokter spesialis dan subspesialis mata untuk membahas perkembangan teknologi, inovasi klinis, serta pendekatan terbaru dalam perawatan penglihatan.

Dalam agenda tersebut, Mayapada Eye Centre juga menggelar live surgery tindakan SMILE® Pro yang dilakukan oleh dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen MEC dalam mendukung edukasi medis dan penerapan teknologi oftalmologi terkini di Indonesia.




 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH