End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Yuk Cari Tahu Perbedaannya, Mana Flu Biasa dan Infeksi Dada

Mia Vale
Senin 16 Januari 2023 / 08:05
Jakarta: Pilek biasa umumnya merupakan penyakit virus yang memengaruhi infeksi saluran pernapasan bagian atas. Umumnya, seseorang terinfeksi pilek atau flu terlebih dulu, diikuti infeksi dada jika berpotensi kuat menjadi kronis. 

Di sisi lain, infeksi dada adalah kondisi pernapasan yang memengaruhi saluran pernapasan bagian bawah dan saluran bronkial. Infeksi dada dapat disebabkan oleh virus atau bahkan bakteri. Infeksi dada berarti radang saluran udara (tabung) yang mengangkut udara ke paru-paru.

Dikatakan oleh Dr Randeep Guleria, Ketua Institute of Internal Medicine and Respiratory and Sleep Medicine, Medanta, “Ada dua jenis infeksi dada, Bronkitis dan Pneumonia. Bila Bronkitis hanya memengaruhi saluran bronkial yang membawa udara ke paru-paru, Pneumonia bisa masuk lebih dalam dan memengaruhi jaringan paru-paru." 

Apalagi, menukil laman Times of India, kebanyakan kasus Bronkitis disebabkan oleh virus, sedangkan kasus Pneumonia bisa karena virus, bakteri atau jamur. Secara umum, gejala Pneumonia lebih parah daripada Bronkitis.
 

Gejala flu biasa


Dari segi gejala, infeksi dada dan flu biasa dapat menunjukkan hal serupa seperti demam ringan, nyeri tubuh, batuk, dan lemas. Namun, ada gejala yang khas pada infeksi dada seperti kesulitan bernapas, dada sesak, sampai rasa berat di dada. 

Ada beberapa gejala yang khas pada flu biasa dan tidak dialami pada infeksi dada. Seseorang yang terkena flu biasa akan mengalami bersin-bersin, hidung meler atau tersumbat dan mata berair akibat adanya infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. 

Namun, orang dengan flu biasa mungkin tidak mengalami batuk, karena pilek memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Pilek biasa dapat berlangsung selama enam sampai tujuh hari bergantung kekebalan individu.


(Infeksi dada merupakan gangguan yang berdampak pada bagian bawah saluran pernapasan termasuk di antaranya tenggorokan, bronkus, dan paru-paru. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)
 

Gejala infeksi dada


Pada sebagian besar kasus, batuk merupakan salah satu gejala umum yang terkait dengan infeksi dada. Infeksi tersebut menyebabkan pembengkakan pada saluran bronkial. Infeksi dada bisa sangat menjengkelkan dan menyakitkan. 

Karena memengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, banyak orang mungkin mengalami gejala yang menetap selama lebih dari dua minggu karena lendir membutuhkan waktu untuk keluar sepenuhnya dari saluran hidung.
 

Apa yang harus dilakukan?


Tidak ada perawatan medis untuk infeksi dada dan pilek. Pun, seseorang harus menghindari minum antibiotik - karena mungkin tidak bekerja pada sebagian besar infeksi virus. 

Dalam kedua kasus tersebut, disarankan untuk banyak istirahat, minum cairan hangat seperti sup, air hangat, atau menghirup uap dari baskom air panas. Tapi, hindari kafein. Penggunaan humidifier juga dapat membantu mengencerkan lendir dan menjaga suhu tubuh tetap hangat.
 

Pencegahan infeksi dada dan flu biasa


Guleria mengatakan, “Tetesan pernapasan dari satu orang ke orang lain saat berbicara dan bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi dapat menyebarkan infeksi virus. Setelah bersentuhan dengan permukaan seperti itu, ketika seseorang menyentuh wajah, hidung, atau mulut, mereka dapat terinfeksi.” 

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips untuk mencegah infeksi dada, sering-seringlah mencuci tangan, terutama sebelum makan dan sebelum menyentuh mulut atau wajah. Ini akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang baik dan akan mencegah bakteri /virus masuk ke dalam tubuh. 

Jika seseorang sakit di rumah, pertahankan jarak sosial dari orang tersebut. Pun, saat bersin atau batuk lakukan dengan menutup mulut. Ini akan mencegah penyebaran infeksi melalui tetesan pernapasan di udara.

(TIN)

MOST SEARCH