FITNESS & HEALTH

Kasus Omicron Menurun, WHO Tetap Memperingatkan Terhadap Sub-Varian BA.2

Mia Vale
Minggu 20 Februari 2022 / 11:00
Jakarta: Dengan meningkatnya jumlah kasus BA.2 sub-varian Omicron, apakah akan terjadi lonjakan Omicron lainnya dalam beberapa hari mendatang? 

Menanggapi hal tersebut, pejabat World Health Orgasination (WHO) mengatakan, "Mengingat seberapa cepat varian memuncak dan kemudian menurun, kita harus melihat apakah ada perlambatan penurunan atau akan ada peningkatan lagi. Dan, jika ada peningkatan kasus lagi, maka kita bisa melihat infeksi BA.2 lebih lanjut."

Pemimpin teknis WHO, Maria Van Kerkhove juga memperingatkan bahwa Omicron tidak ringan tetapi tidak separah Delta. Varian Omicron, yang memimpin gelombang ketiga pandemi virus korona, melambat di seluruh dunia. 

Sehingga banyak negara menghapus pembatasan ketat yang diberlakukan untuk memeriksa penyebaran infeksi. Namun, WHO tetap memiliki kekhawatiran baru terkait dengan sub-strain Omicron


Sub-Varian BA.2
(Menurut WHO, BA.2 sekarang menyumbang berkisar satu dari lima kasus Omicron baru yang tercatat di seluruh dunia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Virus ini berkembang dan Omicron memiliki beberapa sub-garis keturunan yang kami lacak. Kami memiliki BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3. Benar-benar luar biasa bagaimana Omicron, varian terbaru yang menjadi perhatian seperti Delta di seluruh dunia, ” ujar Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis covid-19 di WHO, sebagaimana dilansir dari NDTV.

Mengekspresikan keprihatinan tentang satu sub-garis keturunan, pejabat WHO mengatakan bahwa BA.2 lebih menular daripada yang lain. 

Kerkhove mengatakan, tidak ada bukti bahwa BA.2 lebih mematikan daripada BA.1. Namun begitu, WHO sedang memantau. Dengan kata lain, Omicron tidak ringan tapi tidak separah varian Delta.

“Kami masih melihat sejumlah besar rawat inap karena Omicron. Kami melihat jumlah kematian yang signifikan. Ini bukan flu biasa, bukan influenza. Kami hanya harus sangat berhati-hati saat ini,” tandas Kerkhove. 

Dalam tweet yang menyertainya, WHO mengatakan bahwa hampir 75.000 kematian akibat covid-19 dilaporkan minggu lalu.

Menurut WHO, BA.2 sekarang menyumbang berkisar satu dari lima kasus Omicron baru yang tercatat di seluruh dunia. 

WHO juga mengatakan bahwa gelombang baru infeksi varian Omicron dari virus korona bergerak ke arah timur Eropa, mendesak pihak berwenang untuk meningkatkan vaksinasi dan tindakan lainnya. 

Bahkan, selama dua minggu terakhir, kasus covid-19 meningkat lebih dari dua kali lipat di Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Georgia, Rusia dan Ukraina.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH