FITNESS & HEALTH

Gejala Dehidrasi Ringan Sampai Berat dan Cara Mengatasinya

Raka Lestari
Minggu 11 April 2021 / 10:00
Jakarta: Air memainkan peran kunci di hampir setiap sistem dalam tubuh mulai dari mengatur suhu tubuh hingga menjadi bantalan sendi. Memahami tanda dan gejala dehidrasi dapat membantu menangani kondisi ini sejak dini dan mengurangi risiko komplikasi serius, seperti kejang dan tekanan darah rendah.

“Seberapa cepat gejala dehidrasi berkembang dapat bergantung pada beberapa faktor termasuk penyebab dehidrasi dan usia,” kata Gabriel Carpio, MD, seorang dokter kedokteran olahraga di Hoag Orthopedic Institute. Dilansir dari Insider gejala dehidrasi juga bervariasi berdasarkan tingkat keparahannya.
 

Gejala dehidrasi ringan sampai sedang meliputi:


- Merasa haus
- Kulit kering
- Sakit kepala
- Kram otot
- Berkurangnya buang air kecil
- Urine berwarna gelap atau kuning
- Mulut kering
 

Gejala dehidrasi parah meliputi:


- Pusing
- Sakit kepala ringan
- Napas cepat
- Detak jantung cepat
- Linglung
- Pingsan atau tidak sadar
 

Cara mengatasi dehidrasi


“Perawatan untuk segala jenis dehidrasi, baik ringan atau parah, adalah penambahan cairan,” kata Veronica Contreras, MD, dokter pengobatan keluarga di AltaMed Health Services. Cara melakukannya bergantung pada faktor individu, termasuk tingkat keparahan dehidrasi dan usia.  

Dehidrasi ringan biasanya dapat diobati dengan mengganti cairan secara oral dengan sedikit air sepanjang hari. 

“Mengisap es batu atau menyesap minuman olahraga yang mengandung elektrolit juga dapat membantu mengganti cairan,” kata Contreras. Dalam kasus yang lebih parah, kamu mungkin memerlukan terapi intravena (IV) di rumah sakit.

“Untuk anak-anak, terapi penggantian oral (ORT), atau air minum secara bertahap, adalah metode yang disukai untuk mengobati dehidrasi ringan hingga sedang karena tidak terlalu invasif dan mahal,” kata Contreras.

Perawatan untuk dehidrasi parah pada orang dewasa lanjut usia mungkin memerlukan perawatan IV, tetapi kemungkinan dalam dosis yang lebih kecil daripada orang dewasa yang lebih muda,” kata Carpio. 

Penelitian lain menunjukkan terapi penggantian oral mungkin juga merupakan pengobatan yang lebih efektif dan aman daripada terapi IV untuk orang dewasa yang lebih tua, tetapi masih diperlukan lebih banyak penelitian.
(TIN)

MOST SEARCH