FITNESS & HEALTH

Jangan Anggap Remeh, Kenali Gejala Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Sandra Odilifia
Jumat 23 April 2021 / 16:00
Jakarta: Dari mengatur suhu tubuh hingga bantalan sendi, air memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Maka itu, kamu perlu mencukupi kebutuhan air agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Ada berbagai macam dehidrasi. Dehidrasi ringan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang. Sementara dehidrasi berat dapat memicu serangan panas yang bisa berakibat fatal.

Memahami tanda dan gejala dehidrasi dapat membantumu menangani kondisi ini sejak dini dan mengurangi risiko komplikasi serius, seperti tekanan darah rendah dan kejang.

Melansir E Times, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang tanda-tanda dehidrasi dan cara mengatasinya:
 

1. Tanda dehidrasi ringan sampai sedang


Saat mengalami dehidrasi ringan atau sedang, kamu mungkin merasa haus, kulit kering, sakit kepala, kram otot, buang air kecil berkurang, urine berwarna kuning tua dan mulut kering.
 

2. Gejala dehidrasi berat


Saat mengalami dehidrasi berat, kamu akan merasa pusing, napas cepat, detak jantung cepat, kebingungan dan pingsan atau tidak sadarkan diri. Jika kamu mengalami gejala dehidrasi berat, segera kunjungi dokter.
 

3. Gejala dehidrasi pada anak


Gejala dehidrasi sering kali berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak yang lebih kecil tidak selalu bisa berkomunikasi saat mereka merasa haus, jadi tanda-tandanya mungkin tidak akan muncul sampai mereka menjadi lebih parah.

Anak yang mengalami dehidrasi biasanya mengalami bibir kering, produksi air mata menurun, mata cekung dan lesu. Gejala dehidrasi ini kurang lebih sama pada orang yang berusia di atas 65 tahun dan orang dewasa yang lebih muda.

Orang dewasa mengalami penurunan cairan tubuh total, yang berarti lebih sedikit massa tubuh yang terdiri dari air, yang membuat mereka lebih rentan mengalami dehidrasi.


dehidrasi
(Dilansir dari Alodokter, dehidrasi juga dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit. Contohnya meliputi hawa panas, aktivitas berlebihan, konsumsi cairan tidak mencukupi, keringat berlebihan, atau efek samping obat. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

4. Dehidrasi kronis


Dehidrasi kronis berarti dehidrasi yang berkembang dari waktu ke waktu dan membutuhkan waktu beberapa hari tergantung penyebabnya. Misalnya, seseorang yang menggunakan obat diuretik yang membuatnya sering buang air kecil mungkin kehilangan lebih banyak cairan tubuh daripada yang mereka konsumsi. 

Hal ini menyebabkan gejala dehidrasi dari waktu ke waktu. Tanda-tanda dehidrasi kronis mirip dengan dehidrasi akut yang terjadi secara tiba-tiba.
 

Penyebab dehidrasi


Biasanya penyebab utama dehidrasi adalah kurang minum air putih. Namun ada juga faktor lainnya seperti diare, keringat berlebih, dan peningkatan buang air kecil.
 

Mengobati dehidrasi


Perawatan untuk segala jenis dehidrasi, baik ringan atau berat adalah pengisian kembali cairan. Cara melakukannya, tergantung pada faktor individu, termasuk tingkat keparahan dehidrasi dan usia kamu.

Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan menyesap air sepanjang hari. Kamu juga bisa menyesap es batu dan juga minum air dengan elektrolit. Namun dalam kasus yang parah, kamu mungkin memerlukan terapi intravena (IV).

Sementara pada anak-anak, terapi penggantian oral digunakan untuk mengobati dehidrasi sedang. Penelitian telah menemukan bahwa rehidrasi oral sama efektifnya dengan pengobatan intravena.
(TIN)

MOST SEARCH