FITNESS & HEALTH
Beli Stevia Pas Diminum Malah Ada Rasa Pahitnya? Ini Alasan Ilmiahnya
Yatin Suleha
Kamis 29 Oktober 2026 / 18:18
- Lagi rame banget pembahasan stevia di media sosial.
- Tapi kali ini kita akan coba bahas soal aftertaste-nya.
- Yuk, bongkar rahasia sains di baliknya rasa pahit sebagai aftertaste dari stevia.
Jakarta: Lagi rame banget pembahasan stevia di media sosial. Tapi kali ini kita akan coba bahas soal aftertaste-nya. Kenapa ada sensasi agak pahit atau minty-herbal yang nempel di pangkal lidah?
Tenang, kamu enggak salah beli dan lidah kamu juga enggak rusak kok. Sensasi pahit di akhir ini dikenal dengan istilah aftertaste.
Yuk, bongkar rahasia sains di baliknya plus trik biar racikan kopi atau teh kamu tetap enak tanpa drama rasa pahit!
Secara sains, daun stevia punya dua komponen molekul pemanis utama yang namanya Stevioside dan Rebaudioside A (sering disebut Reb A).
Nah, kedua molekul ini punya kepribadian yang beda banget pas ketemu sama lidah kita:
- Stevioside: Komponen ini memang bikin manisnya nendang banget (bisa 200–300 kali lipat dari gula biasa), tapi dia punya sifat unik.
Selain mengaktifkan reseptor rasa manis (TAS1R2/TAS1R3) di lidah, molekul ini juga memicu reseptor rasa pahit (TAS2R4) di lidah bagian belakang.
- Rebaudioside A (Reb A): Kalau molekul yang satu ini rasanya jauh lebih murni manis dan punya efek pahit yang sangat minim.
Jadi, kalau produk stevia yang kamu pakai masih tinggi kandungan Stevioside-nya, otomatis lidah kamu bakal menangkap sinyal pahit setelah rasa manis utamanya menghilang.
Pas lagi belanja, sempatkan membaca ingredients list. Cari produk yang mencantumkan ekstrak Rebaudioside A (Reb A) 97% atau lebih tinggi. Makin tinggi persentase Reb A, makin bersih rasa manisnya tanpa aftertaste pahit.
Ekstrak stevia cair murni atau bubuk berkualitas tinggi biasanya memisahkan komponen Stevioside dengan baik. Kalau warnanya masih terlalu hijau pekat atau aromanya sangat herbal, biasanya itu masih olahan daun mentah yang aftertaste-nya lebih kuat.
Beberapa produk memadukan stevia dengan pemanis alami lain seperti erythritol. Erythritol membantu menetralkan rasa pahit bawaan stevia tanpa nambah kalori.
(TIN)
Tenang, kamu enggak salah beli dan lidah kamu juga enggak rusak kok. Sensasi pahit di akhir ini dikenal dengan istilah aftertaste.
Yuk, bongkar rahasia sains di baliknya plus trik biar racikan kopi atau teh kamu tetap enak tanpa drama rasa pahit!
Alasan ilmiah di balik aftertaste pahit stevia
Secara sains, daun stevia punya dua komponen molekul pemanis utama yang namanya Stevioside dan Rebaudioside A (sering disebut Reb A).
Nah, kedua molekul ini punya kepribadian yang beda banget pas ketemu sama lidah kita:
- Stevioside: Komponen ini memang bikin manisnya nendang banget (bisa 200–300 kali lipat dari gula biasa), tapi dia punya sifat unik.
Selain mengaktifkan reseptor rasa manis (TAS1R2/TAS1R3) di lidah, molekul ini juga memicu reseptor rasa pahit (TAS2R4) di lidah bagian belakang.
(Kenali penyebab aftertaste pahit pada stevia dan pilih produk berkualitas agar minuman tetap manis nikmat. Foto: Dok. Ilustrasi/AI Generate)
Jadi, kalau produk stevia yang kamu pakai masih tinggi kandungan Stevioside-nya, otomatis lidah kamu bakal menangkap sinyal pahit setelah rasa manis utamanya menghilang.
Tips memilih produk stevia yang kemurniannya bagus
Cek kandungan Reb A di label kemasan
Pas lagi belanja, sempatkan membaca ingredients list. Cari produk yang mencantumkan ekstrak Rebaudioside A (Reb A) 97% atau lebih tinggi. Makin tinggi persentase Reb A, makin bersih rasa manisnya tanpa aftertaste pahit.
Perhatikan bentuk ekstraknya
Ekstrak stevia cair murni atau bubuk berkualitas tinggi biasanya memisahkan komponen Stevioside dengan baik. Kalau warnanya masih terlalu hijau pekat atau aromanya sangat herbal, biasanya itu masih olahan daun mentah yang aftertaste-nya lebih kuat.
Cek pemanis pendamping (bulking agent)
Beberapa produk memadukan stevia dengan pemanis alami lain seperti erythritol. Erythritol membantu menetralkan rasa pahit bawaan stevia tanpa nambah kalori.
(TIN)