FITNESS & HEALTH
Makin Bugar di Usia Emas! Kemenkes Perkuat Layanan Lansia
Yatin Suleha
Minggu 14 Juni 2026 / 07:05
- Kemenkes RI bener-bener all out nih buat mastiin para lansia kita tetap sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat!
- Komitmen ini makin kerasa lewat gelaran Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang jadi puncak perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di RSPON.
- Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa.
Jakarta: Kemenkes RI bener-bener all out nih buat mastiin para lansia kita tetap sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat! Komitmen ini makin kerasa lewat gelaran Indonesia Active Ageing Summit 2026 yang jadi puncak perayaan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di RSPON, Jumat (12/6/2026).
Mengusung tema 'Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya', perayaan tahun ini jadi momen krusial buat pemerintah buat lebih care sama jumlah populasi lansia yang terus meningkat.
Tujuannya jelas: supaya mereka bisa tetap produktif dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang oke banget.
Wamenkes, dr. Benjamin Paulus Octavianus, juga sempat bilang kalau kunci pembangunan yang sukses itu bukan cuma soal umur panjang aja, tapi gimana caranya supaya semua orang bisa tetap fit dan aktif sampai usia senja. So inspiring!
“Tujuan kita bukan sekadar memperpanjang umur. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat tetap aktif, produktif, dan bermartabat di usia lanjut. Kita ingin masyarakat Indonesia hidup lebih panjang dalam keadaan sehat, bukan hidup lebih lama tetapi dalam kondisi sakit,” ujar dr. Benjamin.
Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.
Seiring meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada usia lanjut.
Menurut dr. Benjamin, sebagian besar beban penyakit yang dialami lansia sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat sejak usia muda. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, hingga gagal ginjal menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian bersama.
“Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.
.jpg)
(Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri. Foto: Ilustrasi/Magnific.com)
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. Aktivitas fisik terbukti membantu menjaga fungsi organ tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempertahankan kemandirian lansia.
Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga mendorong penguatan sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas. Pendekatan ini dinilai penting mengingat semakin banyak lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah.
“Ukuran kemajuan bangsa bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga siapa yang kita lindungi sepanjang perjalanan. Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya,” tegas dr. Benjamin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan Kemenkes terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer.
Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia.
Selain itu, sebanyak 9.013 puskesmas telah menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia.
Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia juga menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan yang masih perlu menjadi perhatian.
Sebanyak 95 persen lansia tercatat kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.
“Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,” kata dr. Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Mengusung tema 'Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya', perayaan tahun ini jadi momen krusial buat pemerintah buat lebih care sama jumlah populasi lansia yang terus meningkat.
Tujuannya jelas: supaya mereka bisa tetap produktif dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang oke banget.
Wamenkes, dr. Benjamin Paulus Octavianus, juga sempat bilang kalau kunci pembangunan yang sukses itu bukan cuma soal umur panjang aja, tapi gimana caranya supaya semua orang bisa tetap fit dan aktif sampai usia senja. So inspiring!
“Tujuan kita bukan sekadar memperpanjang umur. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat tetap aktif, produktif, dan bermartabat di usia lanjut. Kita ingin masyarakat Indonesia hidup lebih panjang dalam keadaan sehat, bukan hidup lebih lama tetapi dalam kondisi sakit,” ujar dr. Benjamin.
Saat ini Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau hampir 12 persen dari total populasi.
Seiring meningkatnya angka harapan hidup, pemerintah terus memperkuat berbagai program promotif dan preventif untuk mencegah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian pada usia lanjut.
Menurut dr. Benjamin, sebagian besar beban penyakit yang dialami lansia sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat sejak usia muda. Penyakit seperti hipertensi, diabetes, stroke, hingga gagal ginjal menjadi tantangan besar yang membutuhkan perhatian bersama.
“Banyak kasus stroke dan gagal ginjal sebenarnya berawal dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Karena itu, upaya menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia produktif melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.
.jpg)
(Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri. Foto: Ilustrasi/Magnific.com)
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga minimal 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. Aktivitas fisik terbukti membantu menjaga fungsi organ tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempertahankan kemandirian lansia.
Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga mendorong penguatan sistem perawatan jangka panjang (long-term care) berbasis keluarga dan komunitas. Pendekatan ini dinilai penting mengingat semakin banyak lansia yang membutuhkan pendampingan dan perawatan di rumah.
“Ukuran kemajuan bangsa bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga siapa yang kita lindungi sepanjang perjalanan. Lansia bukan beban, melainkan aset bangsa yang harus dijaga kesehatan, fungsi, dan martabatnya,” tegas dr. Benjamin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan Kemenkes terus memperluas layanan kesehatan ramah lansia melalui transformasi layanan primer.
Hingga saat ini, sebanyak 8.911 puskesmas telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup termasuk kelompok lansia.
Baca Juga :
Perlu Tahu, Inilah 5 Multivitamin untuk Lansia
Selain itu, sebanyak 9.013 puskesmas telah menyelenggarakan layanan perawatan jangka panjang dan 7.887 puskesmas telah menjadi puskesmas ramah lansia.
Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 6,8 juta lansia juga menunjukkan sejumlah faktor risiko kesehatan yang masih perlu menjadi perhatian.
Sebanyak 95 persen lansia tercatat kurang melakukan aktivitas fisik, 58 persen memiliki tekanan darah di atas normal, dan 51 persen mengalami kelebihan berat badan.
“Data ini menunjukkan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit harus terus diperkuat agar lansia Indonesia dapat tetap sehat, aktif, dan mandiri,” kata dr. Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)