Jakarta: Pernah gak sih, temen baru selesai curhat, tapi kok malah kamu yang berasa capek? Padahal yang punya masalah dia, yang dengerin cuma kamu.
Tapi setelah obrolan selesai, kepala malah penuh, kepikiran ceritanya, bahkan bisa sampai kebawa mood. Ternyata, hal ini bukan sesuatu yang aneh kok.
Psikoterapis Leah Marone, LCSW, membahas fenomena tersebut dalam artikel Psychology Today berjudul “Why Some Conversations Can Leave Us Emotionally Exhausted”.
Menurutnya, percakapan tertentu memang bisa terasa menguras energi ketika kita tanpa sadar terlalu ikut masuk ke dalam cerita orang lain.
Kok bisa ikutan capek sih?
Saat seseorang curhat, otak kita gak cuma duduk diam mendengarkan. Kita juga bisa otomatis menghubungkan ceritanya dengan pengalaman sendiri.
Misalnya, teman lagi cerita soal hubungan yang kandas. Belum selesai dia cerita, kamu sudah teringat pengalaman sendiri, membayangkan kalau berada di posisinya, atau mulai mikir, “Kalau gue jadi dia, gue bakal gimana, ya?”

(Terlalu larut memproses masalah orang lain bisa menguras energi kamu sendiri juga lho. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Wajar kalau otak melakukan itu. Namun, kalau terlalu larut, kamu akhirnya bukan cuma mendengarkan, tetapi ikut memproses masalah tersebut.
Alhasil, sesi curhat yang harusnya cuma berlangsung beberapa menit bisa terasa seperti menguras energi sendiri.
Belum selesai curhat, kita sudah kasih solusi
Ada juga kebiasaan lain yang diam-diam bikin capek: merasa harus langsung membantu.
Begitu teman cerita sedang punya masalah, kita mungkin auto mikir, “Terus gue harus ngapain biar dia gak kayak gini lagi?” Mulailah muncul berbagai saran, solusi, sampai ikut memikirkan langkah berikutnya.
Padahal, belum tentu teman sedang mencari solusi. Bisa jadi dia cuma butuh tempat buat mengeluarkan semua yang selama ini dipendam.
Keinginan untuk langsung memperbaiki keadaan juga bisa datang karena kita sendiri nggak nyaman melihat orang yang kita sayang sedang kesulitan. Jadi, kita buru-buru ingin membuat semuanya terasa lebih baik.
Dengerin boleh, ikut kebawa jangan
Jadi pendengar yang baik bukan berarti kamu harus ikut menggendong masalah orang lain.
Kalau teman curhat, coba kasih ruang buat dia menyelesaikan ceritanya tanpa langsung membandingkan dengan pengalamanmu atau menyodorkan solusi.
Kamu juga bisa tanya sederhana, “Lo mau gue kasih pendapat atau mau didengerin aja?”
Pertanyaan kecil ini bisa bikin obrolan terasa lebih ringan karena kamu tahu sebenarnya dia sedang membutuhkan apa.
Dan kalau setelah dengerin curhat kamu tetap merasa capek, nggak berarti kamu orang yang nggak peduli. Bisa jadi kamu memang butuh jeda setelah menerima banyak cerita dan emosi dari orang lain.
Pada akhirnya, kamu boleh banget jadi tempat curhat tanpa harus ikut menyelesaikan semuanya. Peduli sama seseorang bukan berarti semua masalahnya otomatis jadi tanggung jawab kamu.