End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Waspadai 6 Bagian Tubuh Ini, Bisa Menandakan Gula Darah Tinggi

Mia Vale
Minggu 15 Januari 2023 / 13:00
Jakarta: Siapa pun rentan terhadap diabetes. Diabetes merupakan suatu kondisi yang perlu dikelola setiap hari. Gula darah tinggi sering kali dapat menyebabkan rasa haus yang meningkat, keinginan untuk sering buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja.

Selain itu, kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil di dalam tubuh, yang dapat membuat darah sulit mencapai organ.

Hal ini tentu dapat mengancam jiwa, pada akhirnua. Karena itu, seseorang harus memerhatikan gejala yang mungkin timbul di berbagai bagian tubuh.
 

1. Mata


Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi pembuluh darah di retina, menyebabkan masalah yang berhubungan dengan mata seperti penglihatan kabur, katarak, atau glaukoma. Dan yang paling memprihatinkan, retinopati diabetik.

Yakni perubahan retina, yang merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan kebutaan pada orang yang menderita diabetes.
 

2. Kaki


Ada dua cara diabetes dapat memengaruhi kakimu. Pertama, melalui kerusakan saraf, yang membuat kaki tidak bisa merasakan sensasi apa pun. Kedua, mengalami sirkulasi darah yang buruk di kaki, yang membuat infeksi sulit sembuh. Seperti yang diterangkan dalam laman Times of India, seiring waktu, jika luka atau infeksi tidak diobati, bisa menyebabkan amputasi.


(Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Makin lama seseorang menderita diabetes, makin tinggi pula risikonya terkena nefropati diabetik. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

3. Ginjal


Ginjal adalah bagian integral dari tubuh, yang membantu menyaring semua racun dan limbah dari tubuh. Ini terdiri dari pembuluh darah kecil yang membantu fungsi organ secara efisien. Namun, gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah ini, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit ginjal diabetik, juga dikenal sebagai nefropati diabetik. 

Gejalanya meliputi: protein dalam urine, peningkatan kebutuhan untuk buang air kecil, kontrol tekanan darah yang memburuk, pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tangan dan mata, mual, muntah, kelelahan, dan lainnya.
 

4. Saraf


Sama seperti retinopati dan nefropati diabetik, gula darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang disebut neuropati diabetik. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala termasuk mati rasa atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit atau suhu, kesemutan atau rasa terbakar, nyeri dan kram yang tajam, kepekaan ekstrem terhadap sentuhan dan borok kaki yang parah, infeksi dan banyak lagi.
 

5. Jantung dan pembuluh darah


Penderita diabetes selalu berisiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular termasuk stroke dan penyakit jantung. Selain itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penderita diabetes juga lebih cenderung memiliki kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung termasuk tekanan darah tinggi.
 

6. Gusi


Penyakit gusi, juga disebut penyakit periodontal, adalah kondisi umum yang terkait dengan gula darah tinggi. Biasanya terjadi karena pembuluh darah tersumbat atau menebal yang mengurangi aliran darah ke gusi, sehingga melemahkan otot.

Selain itu, gula darah yang tinggi juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang biasanya menyebabkan penyakit gusi. Gejalanya meliputi gusi berdarah, sensitif, dan nyeri.

Nah, untuk menurunkan risiko diabetes ini, gaya hidup sehat adalah langkah pertama untuk mengelola kadar glukosa darah. Mempertahankan berat badan yang sehat harus menjadi prioritas utama. Pun membatasi kebiasaan tidak sehat termasuk merokok dan konsumsi alkohol. Yang terpenting, kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

(TIN)

MOST SEARCH