FITNESS & HEALTH

Usia 20–40, Badan Bukan Robot! Ini 5 Suplemen yang Perlu Dilirik para Cewek

A. Firdaus
Rabu 28 Oktober 2026 / 18:35
Ringkasnya gini..
  • Kenali 5 suplemen untuk wanita usia 20–40-an.
  • Memasuki usia 20–40-an, kebutuhan gizi perlu diperhatikan agar tubuh tetap berfungsi optimal.
  • Kemenkes dan berbagai lembaga kesehatan menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan.
Jakarta: Menjalani aktivitas padat, mengejar target karier, mengurus keluarga, hingga menjaga penampilan sering kali membuat wanita lupa memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh. Padahal, memasuki usia 20–40-an, kebutuhan gizi perlu diperhatikan agar tubuh tetap berfungsi optimal di tengah berbagai aktivitas.

Selain dari makanan bergizi seimbang, sebagian wanita mungkin membutuhkan asupan tambahan berupa suplemen. Kebutuhan ini bisa dipengaruhi oleh pola makan, siklus menstruasi, paparan sinar matahari, kondisi kesehatan, hingga kehamilan atau rencana untuk memiliki anak.

Namun, bukan berarti semua wanita harus mengonsumsi banyak suplemen setiap hari. Kementerian Kesehatan dan berbagai lembaga kesehatan menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang sesuai kebutuhan. Suplemen berfungsi membantu memenuhi kekurangan nutrisi, bukan menggantikan pola makan sehat.
 

Lantas, apa saja nutrisi yang patut diperhatikan wanita berusia 20–40-an? Berikut lima jenis suplemen yang bisa dipertimbangkan sesuai kondisi tubuh melansir dari World Health Organization (WHO):
 

1. Zat besi, apalagi kalau menstruasi deras


Zat besi menjadi salah satu nutrisi penting bagi wanita usia produktif. Mineral ini berperan dalam pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Wanita yang mengalami menstruasi setiap bulan, terutama dengan perdarahan yang banyak, berisiko kehilangan zat besi lebih besar. Jika asupannya tidak mencukupi, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.
 
Menstruasi
Saat menstruasi, mendapatkan asupan zat besi menjadi tantangan bagi para wanita. Ilustrasi Magnific


Kekurangan zat besi dapat menimbulkan keluhan seperti mudah lelah, lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga terlihat lebih pucat. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami anemia sehingga pemeriksaan tetap diperlukan.

Sebelum mengonsumsi suplemen zat besi, sebaiknya konsultasikan kebutuhan dengan dokter, terutama jika sering merasa lelah atau mengalami menstruasi berat. Pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah tubuh benar-benar kekurangan zat besi.

Sumber zat besi juga bisa diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Mengonsumsi makanan sumber vitamin C bersama sumber zat besi nabati dapat membantu penyerapannya.
 

2. Asam folat, bukan cuma urusan ibu hamil


Asam folat atau vitamin B9 berperan dalam pembentukan DNA, pembelahan sel, serta produksi sel darah merah. Nutrisi ini penting bagi wanita usia produktif, terutama mereka yang sedang merencanakan kehamilan atau berpotensi hamil.

Asupan asam folat yang cukup sebelum kehamilan dan pada awal kehamilan dapat membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin. Karena perkembangan struktur tersebut berlangsung sangat awal, pemenuhan asam folat sebaiknya tidak menunggu sampai kehamilan diketahui.

Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, anjuran umum adalah mengonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari, dimulai sebelum hamil. Dosis khusus mungkin diperlukan pada kondisi tertentu berdasarkan rekomendasi dokter.

Selain suplemen, folat dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, jeruk, dan makanan yang telah difortifikasi.

Jadi, kalau kamu sedang merencanakan kehamilan, jangan hanya fokus mempersiapkan perlengkapan bayi. Pastikan kebutuhan nutrisi sebelum hamil juga mendapat perhatian.
 

3. Vitamin D, penting untuk tulang dan otot


Sering beraktivitas di dalam ruangan, bekerja di depan laptop sepanjang hari, atau jarang terpapar sinar matahari bisa membuat kebutuhan vitamin D perlu diperhatikan.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kesehatan tulang. Nutrisi ini juga berperan dalam fungsi otot dan sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan vitamin D dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tulang. Namun, paparan sinar matahari saja tidak selalu menjamin kebutuhan vitamin D terpenuhi karena produksinya dipengaruhi waktu paparan, warna kulit, lokasi, penggunaan pelindung matahari, dan faktor lainnya.

Sumber vitamin D dari makanan antara lain ikan berlemak, kuning telur, serta produk pangan yang difortifikasi. Jika asupan makanan dan faktor risiko menunjukkan kemungkinan kekurangan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan atau suplementasi.

Hindari mengonsumsi vitamin D dalam dosis tinggi tanpa arahan tenaga kesehatan. Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat menumpuk di tubuh dan menyebabkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
 

4. Kalsium, investasi kesehatan tulang sejak muda


Kesehatan tulang bukan sesuatu yang baru perlu dipikirkan ketika usia sudah lanjut. Pada usia 20–40-an, mencukupi kebutuhan kalsium tetap penting untuk mempertahankan struktur tulang dan gigi.

Kalsium bekerja bersama vitamin D dalam menjaga kesehatan tulang. Asupan yang kurang dalam jangka panjang dapat mengganggu pemeliharaan tulang, terlebih jika disertai faktor risiko lainnya.
 
vitamin d
Wanita dewasa berusia 19–50 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari. Ilustrasi Magnific


Wanita dewasa berusia 19–50 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari dari seluruh sumber, termasuk makanan dan suplemen. Angka tersebut merupakan acuan umum dan dapat berbeda sesuai kondisi tertentu.

Sebelum membeli suplemen kalsium, periksa dahulu asupan harian dari susu, yoghurt, keju, ikan yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang diolah dengan kalsium, serta sayuran tertentu.

Jika kebutuhan sudah tercukupi melalui makanan, tambahan suplemen belum tentu diperlukan. Sebaliknya, wanita yang membatasi produk susu, memiliki intoleransi laktosa, atau menjalani pola makan tertentu bisa mendiskusikan alternatif pemenuhan kalsium dengan dokter atau ahli gizi.

Intinya, jangan menunggu tulang bermasalah untuk mulai peduli pada asupan kalsium.
 

5. Omega-3, alternatif untuk melengkapi pola makan


Omega-3 merupakan kelompok asam lemak yang mencakup EPA, DHA, dan ALA. Nutrisi ini memiliki peran dalam fungsi sel dan kesehatan tubuh, termasuk mendukung fungsi otak serta kesehatan jantung.

EPA dan DHA banyak ditemukan pada ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan makarel. Sementara itu, ALA bisa diperoleh dari sumber nabati, seperti biji chia, biji rami, dan kenari.

Bagi wanita yang jarang mengonsumsi ikan, suplemen omega-3 dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan, terutama jika kebutuhan sulit dipenuhi melalui makanan.

Meski begitu, omega-3 bukan suplemen wajib bagi setiap wanita. Manfaatnya bergantung pada pola makan, kondisi kesehatan, dan tujuan penggunaannya. Bukti manfaat suplemen juga berbeda-beda untuk setiap kondisi sehingga tidak tepat menganggapnya sebagai solusi untuk semua masalah kesehatan.

Jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah, memiliki kondisi medis tertentu, atau berencana menjalani tindakan operasi, konsultasikan penggunaan suplemen omega-3 dengan tenaga kesehatan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH