FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Soal Jumlah, Ini Jam Terbaik Minum Kopi Biar Jantung Tetap Aman

A. Firdaus
Selasa 14 Juli 2026 / 18:42
Ringkasnya gini..
  • Membatasi konsumsi kopi hingga sebelum pukul 14.00 dapat membantu mengurangi risiko gangguan irama jantung.
  • Sejumlah penelitian juga menunjukkan ada dua rentang waktu yang dinilai ideal untuk menikmati kopi.
  • Dr. Rony memilih mengonsumsi kopi hitam seperti Americano, yang dinilai lebih sederhana tanpa tambahan gula maupun krimer berlebih.
Jakarta: Bagi banyak orang, secangkir kopi menjadi "penyelamat" saat rasa kantuk menyerang. Namun, ternyata waktu minum kopi juga perlu diperhatikan agar manfaat kafein tetap optimal tanpa mengganggu kesehatan jantung maupun kualitas tidur.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Subspesialis Konsultan Kardiovaskular Intervensi dan Konsultan Kedokteran Vaskular, Dr. Rony Marethianto Santoso, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, menyarankan masyarakat mengonsumsi kopi sebelum pukul 14.00.

Dalam temu media di Jakarta, Selasa, Dr. Rony mengatakan anjuran tersebut juga didukung sejumlah penelitian yang menunjukkan konsumsi kopi di siang hari dapat meminimalkan dampak kafein terhadap tubuh.
 

"Kalau kakek-kakek kita zaman dulu itu (minum kopinya) pagi-pagi saat sarapan atau setelah makan siang," ujar Dr. Rony.

Menurutnya, membatasi konsumsi kopi hingga sebelum pukul 14.00 dapat membantu mengurangi risiko gangguan irama jantung maupun gangguan tidur.

"Kafein dalam kopi mengandung efek simpatomimetik yang meningkatkan aktivitas saraf simpatik, sehingga jantung bisa berdebar lebih cepat," jelasnya.
 

Waktu terbaik minum kopi


Selain anjuran untuk tidak mengonsumsi kopi terlalu sore, sejumlah penelitian juga menunjukkan ada dua rentang waktu yang dinilai ideal untuk menikmati kopi.

Waktu pertama adalah sekitar pukul 09.30 hingga 11.30 pagi. Pada jam-jam tersebut, kadar hormon kortisol, hormon yang berperan menjaga tubuh tetap waspada, mulai menurun setelah mencapai puncaknya saat bangun tidur. Kondisi ini membuat secangkir kopi dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi.

Sementara waktu kedua berada pada rentang 12.00 hingga 15.00, ketika banyak orang mulai mengalami penurunan energi setelah makan siang atau yang dikenal sebagai post-lunch dip. Minum kopi pada periode ini dapat membantu mengembalikan kewaspadaan selama bekerja.

Meski begitu, orang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein sebaiknya tidak mengonsumsi kopi terlalu sore karena efeknya bisa bertahan selama beberapa jam dan mengganggu waktu tidur.

Selain itu, menunda minum kopi hingga setelah sarapan juga dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman, terutama bagi orang yang memiliki lambung sensitif. Minum kopi saat perut kosong pada sebagian orang dapat memicu rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
 

Bukan kopinya yang jadi masalah


Dr. Rony menilai masyarakat sering kali terlalu fokus pada jumlah kopi yang diminum, padahal yang lebih perlu diwaspadai adalah bahan tambahan yang dicampurkan ke dalamnya.

Saat ini banyak minuman kopi kekinian mengandung gula, creamer, susu, maupun busa susu dalam jumlah cukup tinggi. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan asupan kalori, gula, dan lemak yang kurang baik bila dikonsumsi secara berlebihan.

Karena itu, Dr. Rony memilih mengonsumsi kopi hitam seperti Americano, yang dinilai lebih sederhana tanpa tambahan gula maupun krimer berlebih.

Ia juga mengingatkan agar konsumsi kafein tetap dalam batas aman sesuai kondisi masing-masing individu. Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar menikmati kopi, tetapi juga memperhatikan waktu konsumsi dan kandungan tambahan di dalamnya agar manfaatnya tetap maksimal tanpa mengganggu kesehatan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH