FITNESS & HEALTH
Tips Tetap Waras di Tengah Gempuran Berita Negatif
A. Firdaus
Selasa 14 Juli 2026 / 12:12
- Menjaga keseimbangan antara tetap terhubung dengan kondisi sekitar.
- Jika terlalu sering memikirkan berbagai masalah yang terjadi di dunia, tubuh dan mental dapat mengalami kelelahan.
- Penting untuk menemukan cara agar tetap terinformasi, tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Jakarta: Di era digital, informasi bisa diakses kapan saja dan dari mana saja. Dalam hitungan detik, kabar tentang konflik, bencana, krisis, atau berbagai persoalan sosial dari seluruh dunia dapat langsung muncul di layar ponsel.
Meski penting untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru, terlalu banyak terpapar informasi negatif, juga bisa berdampak pada kesehatan mental.
Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara tetap terhubung dengan kondisi sekitar, dan merawat diri sendiri menjadi hal yang tidak kalah penting.
Tidak ada orang yang mampu terus-menerus berada dalam mode siaga setiap saat. Pikiran dan emosi juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Jika terlalu sering memikirkan berbagai masalah yang terjadi di dunia, tubuh dan mental dapat mengalami kelelahan. Oleh sebab itu, penting untuk menemukan cara agar tetap terinformasi, tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Dilansir dari Mental Health America, berikut adalah tiga langkah yang dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut.
Mengikuti berita selama beberapa jam dalam seminggu, sudah cukup untuk memahami perkembangan yang sedang terjadi.
Sebaliknya, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari, untuk membaca atau menonton berita tanpa henti, justru berisiko meningkatkan stres dan perasaan tertekan.
Setiap orang memiliki ruang pengaruh yang berbeda-beda. Ada hal yang bisa dilakukan oleh satu orang, tetapi tidak dapat dilakukan oleh orang lain, begitu pula sebaliknya.
Ruang pengaruh tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti minat, tempat tinggal, keterampilan, pengetahuan, hingga ketersediaan waktu dan sumber daya yang dimiliki.
Berusaha memperbaiki dunia, bukan berarti harus memikul seluruh beban sendirian. Perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil, yang dilakukan secara konsisten.
Mulailah dari hal yang paling dekat dan realistis untuk dilakukan. Misalnya dengan meluangkan waktu satu jam setiap minggu untuk kegiatan sukarela, membagikan informasi yang bermanfaat di media sosial, atau bahkan mengambil waktu untuk beristirahat dan menjaga kesehatan diri sendiri.
Langkah sederhana mungkin terlihat kecil, tetapi tetap memiliki arti dan dapat menjadi bagian dari perubahan, yang lebih besar.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Meski penting untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru, terlalu banyak terpapar informasi negatif, juga bisa berdampak pada kesehatan mental.
Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara tetap terhubung dengan kondisi sekitar, dan merawat diri sendiri menjadi hal yang tidak kalah penting.
Tidak ada orang yang mampu terus-menerus berada dalam mode siaga setiap saat. Pikiran dan emosi juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Jika terlalu sering memikirkan berbagai masalah yang terjadi di dunia, tubuh dan mental dapat mengalami kelelahan. Oleh sebab itu, penting untuk menemukan cara agar tetap terinformasi, tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Dilansir dari Mental Health America, berikut adalah tiga langkah yang dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut.
1. Batasi waktu untuk mengakses berita dan media sosial
Mengikuti berita selama beberapa jam dalam seminggu, sudah cukup untuk memahami perkembangan yang sedang terjadi.
Sebaliknya, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari, untuk membaca atau menonton berita tanpa henti, justru berisiko meningkatkan stres dan perasaan tertekan.
2. Fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan
Setiap orang memiliki ruang pengaruh yang berbeda-beda. Ada hal yang bisa dilakukan oleh satu orang, tetapi tidak dapat dilakukan oleh orang lain, begitu pula sebaliknya.
Ruang pengaruh tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti minat, tempat tinggal, keterampilan, pengetahuan, hingga ketersediaan waktu dan sumber daya yang dimiliki.
3. Hindari keinginan untuk menyelesaikan semua masalah sekaligus
Berusaha memperbaiki dunia, bukan berarti harus memikul seluruh beban sendirian. Perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil, yang dilakukan secara konsisten.
Mulailah dari hal yang paling dekat dan realistis untuk dilakukan. Misalnya dengan meluangkan waktu satu jam setiap minggu untuk kegiatan sukarela, membagikan informasi yang bermanfaat di media sosial, atau bahkan mengambil waktu untuk beristirahat dan menjaga kesehatan diri sendiri.
Langkah sederhana mungkin terlihat kecil, tetapi tetap memiliki arti dan dapat menjadi bagian dari perubahan, yang lebih besar.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)