FITNESS & HEALTH
5 Dampak Microsleep yang Harus Kamu Perhatikan
A. Firdaus
Sabtu 29 November 2025 / 15:08
Jakarta: Microsleep adalah kondisi di mana otak memasuki fase tidur singkat hanya dalam hitungan detik, meskipun kamu merasa sedang terjaga.
Menurut Sleep Foundation, microsleep biasanya berlangsung selama 1–15 detik. Namun dampaknya bisa sangat fatal, seperti kehilangan fokus saat mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
Secara sederhana, microsleep berarti tidur mini atau tidur mikro yang tidak disengaja. Kondisi ini uncul karena tubuh sudah sangat lelah atau kurang tidur kronis.
Saat microsleep terjadi, beberapa bagian otak 'mati sejenak' meskipun mata kamu masih terbuka, sehingga orang bisa kehilangan kesadaran tanpa menyadarinya sedang tidur.
Kondisi ini sering terjadi di latar belakang kehidupan modern yang penuh tekanan. Di mana orang-orang kurang istirahat akibat pekerjaan shift, jet lag, atau gangguan tidur.
Dampaknya dapat berbahaya, terutama dalam situasi yang memerlukan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi atau mengoperasikan peralatan berat, karena meningkatkan risiko kecelakaan atau kesalahan fatal.
Dilansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa dampak microsleep, kita bisa lebih waspada untuk mencegah risiko kecelakaan atau masalah kesehatan lainnya yang bisa timbul dari kelelahan ekstrem ini.
Dampaknya adalah penurunan performa dalam tugas-tugas yang memerlukan perhatian, seperti pekerjaan atau pembelajaran, yang bisa berujung pada kegagalan proyek, nilai buruk, atau kesalahan fatal di lingkungan berisiko seperti pabrik atau laboratorium medis.
Dampaknya mencakup isolasi sosial atau kesalahan komunikasi, seperti tidak merespons instruksi penting yang bisa menyebabkan insiden keselamatan di tempat kerja atau rumah, serta mengganggu hubungan interpersonal.
Dampak lainnya adalah amnesia sementara yang dapat berbahaya jika seseorang lupa melakukan tugas penting, seperti mematikan peralatan atau mengikuti prosedur, meningkatkan risiko cedera atau kerusakan properti.
Dampaknya meningkatkan risiko cedera pribadi atau kerusakan, seperti menjatuhkan alat berat yang bisa menyebabkan kecelakaan di pabrik, atau benda tajam yang melukai diri sendiri, terutama dalam aktivitas sehari-hari.
Dampaknya sangat berbahaya saat mengemudi, karena bisa menyebabkan kendaraan keluar jalur dan tabrakan fatal, atau di tempat kerja seperti jatuh dari ketinggian, yang sering berujung pada cedera serius atau kematian. Secara umum, ini mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh di usia lanjut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)
Menurut Sleep Foundation, microsleep biasanya berlangsung selama 1–15 detik. Namun dampaknya bisa sangat fatal, seperti kehilangan fokus saat mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
Secara sederhana, microsleep berarti tidur mini atau tidur mikro yang tidak disengaja. Kondisi ini uncul karena tubuh sudah sangat lelah atau kurang tidur kronis.
Saat microsleep terjadi, beberapa bagian otak 'mati sejenak' meskipun mata kamu masih terbuka, sehingga orang bisa kehilangan kesadaran tanpa menyadarinya sedang tidur.
Kondisi ini sering terjadi di latar belakang kehidupan modern yang penuh tekanan. Di mana orang-orang kurang istirahat akibat pekerjaan shift, jet lag, atau gangguan tidur.
Dampaknya dapat berbahaya, terutama dalam situasi yang memerlukan kewaspadaan tinggi, seperti mengemudi atau mengoperasikan peralatan berat, karena meningkatkan risiko kecelakaan atau kesalahan fatal.
Dilansir dari Alodokter, berikut adalah beberapa dampak microsleep, kita bisa lebih waspada untuk mencegah risiko kecelakaan atau masalah kesehatan lainnya yang bisa timbul dari kelelahan ekstrem ini.
1. Hilang fokus
Dampaknya adalah penurunan performa dalam tugas-tugas yang memerlukan perhatian, seperti pekerjaan atau pembelajaran, yang bisa berujung pada kegagalan proyek, nilai buruk, atau kesalahan fatal di lingkungan berisiko seperti pabrik atau laboratorium medis.
2. Tidak mendengar pembicaraan orang lain
Dampaknya mencakup isolasi sosial atau kesalahan komunikasi, seperti tidak merespons instruksi penting yang bisa menyebabkan insiden keselamatan di tempat kerja atau rumah, serta mengganggu hubungan interpersonal.
3. Tidak ingat kejadian 1–2 menit yang lalu
Dampak lainnya adalah amnesia sementara yang dapat berbahaya jika seseorang lupa melakukan tugas penting, seperti mematikan peralatan atau mengikuti prosedur, meningkatkan risiko cedera atau kerusakan properti.
4. Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
Dampaknya meningkatkan risiko cedera pribadi atau kerusakan, seperti menjatuhkan alat berat yang bisa menyebabkan kecelakaan di pabrik, atau benda tajam yang melukai diri sendiri, terutama dalam aktivitas sehari-hari.
5. Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba
Dampaknya sangat berbahaya saat mengemudi, karena bisa menyebabkan kendaraan keluar jalur dan tabrakan fatal, atau di tempat kerja seperti jatuh dari ketinggian, yang sering berujung pada cedera serius atau kematian. Secara umum, ini mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh di usia lanjut.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)