FITNESS & HEALTH

Gas Tertawa atau Nitrous Oxide: Manfaat Medis dan Risiko Penyalahgunaannya

Fatha Annisa
Minggu 25 Januari 2026 / 12:40
Jakarta: Dinitrogen oksida (nitrous oxide) atau dikenal sebagai ‘gas tertawa’ belakangan jadi perbincangan di sosial media. Apa sebenarnya fungsi gas tertawa dan apakah gas ini dapat memberikan dampak negatif bagi manusia?
 
Gas tertawa jadi sorotan publik seiring meningkatnya kekhawatiran akan disalahgunakan, terutama oleh kalangan remaja dan dewasa muda. Sesuai julukannya, gas yang tidak berbau dan berwarna ini memberikan efek euforia singkat hingga orang yang menghirupnya merasa rileks dan mudah tertawa.
 
Kendati demikian, tidak semua orang menghirup gas dinitrogen oksida akan tertawa. Beberapa orang justru merasa pusing setelahnya. Gas tertawa juga memiliki fungsi penting dalam dunia medis, namun dapat menimbulkan risiko serius jika digunakan tanpa pengawasan dokter.
 
Baca juga: Tips Mengatasi Masalah Narkoba dan Alkohol pada Remaja
 

Fungsi Gas Tertawa dalam Dunia Medis

Secara medis, nitrous oxide telah lama digunakan sebagai obat anestesi untuk prosedur medis yang memakan waktu singkat, seperti perawatan dengan dokter gigi, kolonoskopi, dan sigmoidoskopi.
 
Dalam beberapa kasus, dinitrogen oksida sebagai anestesi harus dikombinasikan dengan anestesi lain yang lebih kuat sehingga gas yang sifatnya lemah dan tidak tahan lama itu bisa bekerja lebih lama.
 
Gas tertawa juga kerap diberikan oleh dokter kepada pasien yang tengah merasakan nyeri kuat, seperti nyeri karena keberadaan kanker. Selain itu, gas tertawa biasanya diberikan bersama oksigen supaya pasien tidak kekurangan oksigen selama menghirupnya.

 
Baca juga: 3 Macam Efek Berbahaya Narkoba

 

Efek Samping Gas Tertawa

Melansir Hellosehat, setiap orang nyatanya menerima efek yang berbeda setelah menghirup gas tertawa, tergantung dengan dosis yang dihirup, berat dan tinggi badan pasien, hingga konsumsi obat lain yang dapat bereaksi dengan dinitrogen oksida.
 
Efek samping yang umum terjadi usai pasien menghirup dinitrogen oksida antara lain:
 
1. Euforia atau perasaan senang berlebih
2. Tubuh mati rasa
3. Rasa nyaman dan tenang
4. Keinginan untuk tertawa yang tidak tertahankan
5. Penglihatan kabur
6. Pusing dan sensitif akan cahaya
7. Perasaan lebih lelah dari biasanya
8. Berkeringat
 
 
Baca juga: Apakah NAPZA Bisa Sebabkan Skizofrenia? Ini Jawaban Dokter
 

Gas Tertawa Boleh Digunakan Tanpa Pengawasan Dokter?

Gas tertawa tidak seharusnya digunakan tanpa pengawasan dokter atau petugas kesehatan profesional. Penggunaan gas ini juga memerlukan alat khusus, seperti tabung dan selang medis. Jika dihirup secara langsung, gas bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
 
Adapun bahaya yang bisa ditimbulkan apabila gas tertawa digunakan sembarangan menurut laman The Alcohol and Drug Foundation antara lain:
 
1. Iritasi pada hidung, mata, atau tenggorokan
2. Defisiensi vitamin B12.
3. Depresi.
4. Mati rasa.
5. Kesulitan bernapas.
6. Mati rasa pada kaki dan tangan.
7. Halusinasi.
8. Telinga berdenging.
9. Gangguan sistem reproduksi.
10. Serangan jantung.
 
Fatalnya kondisi yang dapat terjadi membuat beberapa negara memperketat pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan gas tertawa. Misalnya di Inggris, pemerintah setempat menegaskan bahwa dinitrogen oksida atau gas tertawa merupakan narkoba ketiga yang paling sering disalahgunakan. Namun tak bisa dipungkiri bahwa gas ini juga memiliki banyak kegunaan yang sah, seperti di bidang medis, industri, dan kuliner.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH