FITNESS & HEALTH

Diabetes Bisa Dikelola Lebih Optimal dengan Pendekatan Holistik dan Terintegrasi

Elang Riki Yanuar
Minggu 12 Juli 2026 / 14:00
Ringkasnya gini..
  • Pengelolaan diabetes membutuhkan pendekatan holistik yang memadukan layanan medis, nutrisi, monitoring, dan perubahan gaya hidup berkelanjutan.
  • Pendekatan 3R, yakni Rescue, Reverse, dan Remission, dikembangkan untuk membantu penyandang diabetes mengelola kondisi hingga mencapai remisi.
  • Komunitas pendampingan berperan penting membantu penyandang diabetes menjaga konsistensi pola makan dan gaya hidup dalam proses pengelolaan penyakit.
Jakarta: Pengelolaan diabetes menjadi tantangan yang tidak cukup diselesaikan hanya melalui pengobatan. Pendampingan nutrisi, pemantauan kondisi kesehatan, hingga perubahan gaya hidup secara berkelanjutan turut berperan penting dalam membantu penyandang diabetes mengelola penyakitnya.

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2025, sekitar 90 persen penyandang diabetes di Indonesia merupakan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2). Kondisi tersebut menjadi perhatian karena diabetes tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup sehari-hari.

Namun, upaya pengelolaan diabetes di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Layanan yang belum terintegrasi, minimnya pendampingan nutrisi secara berkelanjutan, serta kesulitan mempertahankan perubahan gaya hidup menjadi persoalan yang kerap dihadapi penyandang diabetes.

Kondisi tersebut mendorong hadirnya pendekatan penanganan diabetes yang lebih holistik. Medikasi, nutrisi, dan monitoring menjadi tiga aspek yang dipadukan untuk memberikan pendampingan kepada pasien, mulai dari mengetahui kondisi kesehatan hingga mempertahankan perubahan gaya hidup dalam jangka panjang.

Pendekatan tersebut salah satunya dikembangkan oleh dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM melalui ekosistem penanganan diabetes yang menggabungkan layanan medis, nutrisi, dan komunitas pendampingan.

“mGanik itu fokus pada ekosistemnya. mGanik Nutrition sebagai food as medicine, klinik mGanik Care dengan pendekatan medis, serta ada komunitas para diabetesi di mGanik itu sendiri. Jadi dengan 3 hal itu, dengan pendekatan 3R — Rescue, Reverse, dan Remisi, kita bisa bantu pasiennya menuju remisi diabetes.” ungkap dr. Kelvin Candiago.
Konsep tersebut dijalankan melalui pendekatan 3R, yakni Rescue, Reverse, dan Remission. Rescue menjadi tahap awal untuk mengetahui kondisi pasien melalui diagnosis dan intervensi medis secara terukur.

Tahap berikutnya adalah Reverse yang berfokus pada upaya memperbaiki kondisi metabolik dan sensitivitas insulin. Pada tahap ini, pasien mendapatkan panduan nutrisi sebagai bagian dari perubahan pola makan dan gaya hidup.

Sementara itu, Remission menjadi tahap untuk mempertahankan hasil serta kebiasaan yang telah terbentuk selama proses pendampingan. Konsistensi menjadi salah satu faktor penting agar perubahan gaya hidup dapat terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya menghadirkan pendekatan terintegrasi tersebut dimulai melalui pengembangan layanan nutrisi berbasis konsep food as medicine pada 2020. Hingga kuartal pertama 2026, layanan tersebut tercatat telah menjangkau lebih dari satu juta konsumen di Indonesia dengan sekitar 5.000 pelanggan aktif setiap bulan.

Kebutuhan terhadap pendampingan medis yang lebih komprehensif kemudian mendorong hadirnya klinik spesialistik diabetes pada 2023. Berawal dari layanan homecare, layanan tersebut kini berkembang dan beroperasi di kawasan Green Lake serta Bintaro.

Hingga kuartal pertama 2026, lebih dari 1.500 penyandang diabetes telah mendapatkan pendampingan. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 hingga 20 pasien setiap bulan berhasil mencapai tahap Reverse, sedangkan sekitar 7 hingga 10 persen memenuhi kriteria klinis remisi diabetes.

Selain layanan medis dan nutrisi, pendampingan melalui komunitas turut menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Komunitas Revolusi Diabetes yang kini memiliki hampir 2.000 anggota aktif menjadi ruang bagi penyandang diabetes untuk berbagi pengalaman, mendapatkan edukasi, dan saling memberikan dukungan.

Keberadaan komunitas dinilai penting karena pengelolaan diabetes membutuhkan proses jangka panjang. Dukungan dari lingkungan dan sesama penyandang diabetes dapat membantu pasien menjaga konsistensi dalam menjalankan perubahan pola makan maupun gaya hidup.

"Dengan ekosistem yang terintegrasi, dari segi medikasi, nutrisi, hingga monitoring, kami percaya bahwa remisi diabetes bukan sesuatu yang mustahil." ujar dr. Kelvin Candiago dalam bincang-bincangnya di Program BRAND TALKS.

Upaya membangun ekosistem penanganan diabetes secara holistik tersebut kemudian mendapatkan Top Innovation Choice Award 2026. Penghargaan diberikan atas inovasi dalam mengintegrasikan layanan nutrisi, klinik spesialistik diabetes, dan komunitas pendampingan.



Menurut dr. Kelvin Candiago, penghargaan tersebut menjadi salah satu validasi terhadap pendekatan yang selama ini dikembangkan untuk membantu penyandang diabetes mendapatkan pendampingan secara lebih menyeluruh.

"Ini menjadi salah satu validasi buat kami bahwa apa yang kami lakukan sudah di jalan yang tepat. Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem 3R agar semakin dekat dengan masyarakat, dan menumbuhkan komunitas agar teman-teman penderita diabetes merasa tidak sendirian dalam perjuangan ini." tutup dr. Kelvin Candiago.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH