FITNESS & HEALTH

Hizrah Bacan Jelaskan Manfaat Madu Hijau untuk Kesehatan

Elang Riki Yanuar
Minggu 25 Januari 2026 / 18:00
Jakarta: Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, musisi sekaligus seniman Betawi Ora, Hizrah Bacan, menghadirkan inovasi di dunia kesehatan herbal. Dia resmi memperkenalkan Madu Hijau Edisi Ramadan 2026 sebagai produk khusus pendamping ibadah puasa.

Peluncuran edisi spesial ini menjadi bagian dari komitmen Hizrah dalam menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan umat Muslim selama Ramadan. Tidak hanya membawa tampilan baru, Madu Hijau Edisi Ramadan juga dibekali formulasi tambahan yang dirancang untuk menunjang kondisi tubuh saat berpuasa.

Dari sisi visual, produk ini tampil lebih eksklusif. Kemasan Madu Hijau Edisi Ramadan menggunakan sentuhan warna emas yang membedakannya dari versi reguler. Pada label botol juga tercantum keterangan Edisi Ramadan, sementara produk reguler tetap mempertahankan logo hijau tanpa penanda khusus.

“Warna gold ini melambangkan persembahan terbaik saya untuk umat Muslim, khususnya mereka yang memiliki keluhan kesehatan namun ingin tetap menjalankan puasa dengan nyaman,” ujar Hizrah. 

Tidak hanya mengandalkan perubahan kemasan, Madu Hijau Edisi Ramadan 2026 juga mengalami penyempurnaan dari sisi kandungan. Pada edisi kali ini, Hizrah menambahkan habbatussauda sebagai formula khusus yang melengkapi komposisi herbal yang sudah dikenal masyarakat.

Sebelumnya, Madu Hijau dikenal mengandung berbagai daun herbal hijau seperti daun sirih, daun saga, daun mangkukan, serta akar pakis naga. Kombinasi bahan alami tersebut memberikan warna hijau alami sekaligus dipercaya membantu mengatasi berbagai gangguan lambung seperti gerd, tukak lambung, maag, perih, mual, kembung, hingga masuk angin.

“Formula dasarnya sudah sangat kuat. Di edisi Ramadan ini saya tambahkan habbatussauda agar manfaatnya semakin maksimal, terutama untuk penderita penyakit lambung dan komplikasinya,” jelas Hizrah Bacan.

Hizrah mengungkapkan, ide menghadirkan Madu Hijau Edisi Ramadan berangkat dari keresahan banyak orang yang ragu menjalani puasa karena masalah lambung. Menurutnya, kondisi tersebut justru bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat selama Ramadan.

Menurutnya, puasa dapat menjadi momen terapi alami bagi lambung karena organ pencernaan memiliki waktu istirahat lebih panjang. “Selama puasa, asam lambung tidak bekerja seperti biasa. Jika dibarengi dengan konsumsi madu hijau, maka proses perbaikan dinding lambung bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Ia pun menyarankan pola konsumsi yang sederhana namun konsisten, yakni dua sendok makan madu hijau sebelum sahur dan dua sendok makan setelah berbuka puasa. Madu dapat diminum langsung atau dicampur dengan air hangat sesuai selera.

Selain manfaat untuk lambung, Madu Hijau Edisi Ramadan juga diklaim memberikan efek positif bagi kesehatan secara menyeluruh. Hizrah menyebut produk ini dapat membantu menjaga kondisi pernapasan, mengontrol kolesterol, asam urat, tekanan darah, kesehatan jantung, hingga memperkuat daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

“Ramadan adalah momentum detoksifikasi alami tubuh. Dengan pola makan terbatas dan nutrisi dari madu hijau, banyak yang merasakan kondisi tubuhnya jauh lebih sehat,” katanya.

Di sisi lain, Hizrah turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran produk palsu. Ia menegaskan bahwa Madu Hijau resmi hanya diproduksi dan diedarkan oleh PT Madu Hijau Indonesia dengan logo yang tercantum jelas pada kemasan. 

“Jika terdapat produk lain yang mengatas namakan nama madu hijau dengan kemasan yang berbeda itu juga palsu,Karna nama madu hijau dan formula nya telah di daftarkan dan terdaftar di kantor dirjen HAKI atas nama saya sebagai pencipta dan pemilik hak paten formula madu hijau, jadi bila ada produk lain yang memakai nama madu hijau dan juga meniru formula nya maka akan saya pidanakan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH