FITNESS & HEALTH

Influenza A vs Flu Biasa, Emang Bedanya Apa?

A. Firdaus
Sabtu 19 September 2026 / 18:06
Ringkasnya gini..
  • Influenza A disebabkan virus influenza, sedangkan pilek biasa bisa disebabkan berbagai virus pernapasan.
  • Influenza biasanya muncul lebih mendadak dan bisa bikin tubuh terasa lebih drop.
  • Gejala saja nggak cukup untuk memastikan seseorang terkena Influenza A.

Jakarta: Batuk, pilek, tenggorokan nggak enak, badan lemas. Sekilas emang kelihatan kayak flu biasa. Padahal, influenza dan common cold alias pilek atau selesma biasa itu sebenarnya beda, lho.

Influenza disebabkan virus influenza, termasuk tipe A dan B. Sementara pilek biasa bisa disebabkan berbagai virus pernapasan. Salah satu penyebab yang paling umum adalah rhinovirus. Jadi, nggak semua pilek yang dialami seseorang berarti influenza.


virus
(Ilustrasi perbandingan virus Influenza A dan virus penyebab pilek biasa. Foto: AI Generated)

 

Influenza biasanya datang mendadak

Nah, yang bikin kedua kondisi ini sering ketuker adalah gejalanya. Influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Sementara pilek biasa cenderung berkembang secara bertahap.

Saat kena influenza, seseorang bisa mengalami demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, badan pegal, dan rasa lelah yang cukup berat. Batuknya juga bisa terasa lebih mengganggu.

Sementara itu, pilek biasa lebih sering bikin hidung berair atau mampet, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk. Demam juga lebih jarang terjadi pada pilek biasa, terutama pada orang dewasa dan anak yang lebih besar.

Tapi jangan langsung bikin kesimpulan cuma dari demam. Nggak semua orang yang terkena influenza pasti mengalami demam. Jadi, suhu tubuh normal juga nggak otomatis berarti cuma pilek biasa.

 


 

Terus, Influenza A itu apa?

Ini yang juga sering bikin bingung. Influenza A sebenarnya salah satu tipe virus influenza, bukan sebutan untuk flu yang lebih parah.

Menurut WHO, virus influenza A dan B sama-sama bisa menyebabkan influenza musiman. Influenza A juga punya beberapa subtipe yang dibedakan berdasarkan protein di permukaan virus.

Masalahnya, gejala Influenza A bisa mirip dengan berbagai infeksi saluran pernapasan lainnya. Jadi, seseorang nggak bisa memastikan dirinya kena Influenza A cuma dari gejala. Pemeriksaan tertentu diperlukan untuk mengetahui virus penyebabnya.

 

Jadi, harus panik nggak?

Nggak perlu langsung panik. Kebanyakan orang yang mengalami influenza bisa pulih dalam sekitar satu minggu. Namun, anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan kondisi medis tertentu punya risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Makanya, jangan cuma melihat gejalanya sebagai “ah, paling flu biasa”. Kalau kondisi terasa berat, nggak kunjung membaik, atau malah memburuk, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Intinya, influenza dan pilek biasa memang sama-sama menyerang saluran pernapasan, tapi penyebab dan pola gejalanya bisa berbeda. Jadi, jangan asal menyebut semua batuk-pilek sebagai influenza.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH