Jakarta: Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menginfeksi saluran pernapasan manusia. Virus ini termasuk penyebab utama influenza musiman atau yang lebih dikenal sebagai flu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat empat tipe virus influenza, yakni influenza A, B, C, dan D. Virus influenza A dan B merupakan jenis yang beredar pada manusia dan dapat menyebabkan wabah flu musiman.
Influenza A memiliki sejumlah subtipe yang dibedakan berdasarkan kombinasi protein pada permukaan virus. Dua subtipe yang saat ini banyak beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2).
Salah satu hal yang membedakan Influenza A adalah kemampuannya untuk menyebabkan pandemi. WHO dan CDC mencatat bahwa sejauh ini hanya virus influenza tipe A yang diketahui pernah menyebabkan pandemi influenza.
Apa Saja Gejalanya?
Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain demam atau rasa meriang, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh, serta kelelahan.
Namun, tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam. Pada sebagian anak, influenza juga dapat disertai muntah atau diare.
Menurut WHO, gejala biasanya mulai muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Sebagian besar orang dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, meski batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama.
Baca Juga :
Deretan Obat yang Sat-set untuk Batuk Berdahak, Pilek, & Hidung Tersumbat
Bagaimana Influenza A Menular?
Influenza dapat menyebar dari orang ke orang, terutama melalui percikan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi, kemudian masuk ketika seseorang menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sedang sakit. Seseorang dapat mulai menularkan influenza sekitar satu hari sebelum gejala muncul dan beberapa hari setelahnya.
Pada kebanyakan orang, influenza dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Namun, penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Risiko penyakit berat lebih tinggi pada kelompok seperti lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Untuk mencegah influenza, WHO menyebut vaksinasi sebagai salah satu cara utama untuk mengurangi risiko terkena flu dan mengalami penyakit berat. Menjaga kebersihan tangan serta menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin juga membantu mengurangi penyebaran virus.
(Ellen Octovia Suherman)
Jakarta: Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menginfeksi saluran pernapasan manusia. Virus ini termasuk penyebab utama influenza musiman atau yang lebih dikenal sebagai flu.
Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat empat tipe virus influenza, yakni influenza A, B, C, dan D. Virus influenza A dan B merupakan jenis yang beredar pada manusia dan dapat menyebabkan wabah flu musiman.
Influenza A memiliki sejumlah subtipe yang dibedakan berdasarkan kombinasi protein pada permukaan virus. Dua subtipe yang saat ini banyak beredar pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2).
Salah satu hal yang membedakan Influenza A adalah kemampuannya untuk menyebabkan pandemi. WHO dan CDC mencatat bahwa sejauh ini hanya virus influenza tipe A yang diketahui pernah menyebabkan pandemi influenza.
Apa Saja Gejalanya?
Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain demam atau rasa meriang, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot dan tubuh, serta kelelahan.
Namun, tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam. Pada sebagian anak, influenza juga dapat disertai muntah atau diare.
Menurut WHO, gejala biasanya mulai muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Sebagian besar orang dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, meski batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama.
Bagaimana Influenza A Menular?
Influenza dapat menyebar dari orang ke orang, terutama melalui percikan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi, kemudian masuk ketika seseorang menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus sebelum menyadari dirinya sedang sakit. Seseorang dapat mulai menularkan influenza sekitar satu hari sebelum gejala muncul dan beberapa hari setelahnya.
Pada kebanyakan orang, influenza dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Namun, penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Risiko penyakit berat lebih tinggi pada kelompok seperti lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Untuk mencegah influenza, WHO menyebut vaksinasi sebagai salah satu cara utama untuk mengurangi risiko terkena flu dan mengalami penyakit berat. Menjaga kebersihan tangan serta menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin juga membantu mengurangi penyebaran virus.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)