FAMILY

ASI Tersumbat Emang Bikin Bad Mood Parah! Ini 11 Cara Biar Lancar Lagi

Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 17:05
Ringkasnya gini..
  • Saluran ASI tersumbat itu emang jadi drama yang sering banget dialami busui.
  • Rasanya nyeri, bengkak, dan bikin sesi menyusui jadi gak nyaman banget.
  • Walau sulit saat merawat bayi, istirahat sangat penting untuk proses pemulihan. Jika memungkinkan, mintalah bantuan keluarga.
Jakarta: Saluran ASI tersumbat itu emang jadi drama yang sering banget dialami busui. Rasanya nyeri, bengkak, dan bikin sesi menyusui jadi gak nyaman banget. 

Dulu sih kita sering disaranin buat mijat kuat-kuat atau sering banget kompres panas biar sumbatannya ilang. Tapi eh, ternyata cara-cara gitu justru bisa bikin makin meradang, lho! 

Sekarang pendekatannya udah beda, lebih fokus ke cara yang lembut biar peradangan reda dan tubuh bisa pulih alami. 
 
Nah, dilansir dari BabyCenter, ada 11 cara efektif dan gentle buat ngatasin ASI tersumbat tanpa harus setop menyusui.
 

1. Tetap menyusui, tetapi tidak berlebihan


Menyusui saat terjadi sumbatan tetap aman, bahkan membantu membuka saluran. ASI memiliki sifat antibakteri, yang melindungi bayi meskipun terjadi infeksi.

Tidak perlu memaksa payudara benar-benar kosong setiap sesi, serta tidak perlu menambah frekuensi menyusui atau memompa melebihi kebutuhan bayi, karena produksi ASI berlebih justru dapat memperburuk sumbatan.
 

2. Perbanyak istirahat


Walau sulit saat merawat bayi, istirahat sangat penting untuk proses pemulihan. Jika memungkinkan, mintalah bantuan keluarga beberapa jam agar bisa tidur. Alternatif lain, penggunaan botol ASI perah dapat membantu orang lain ikut memberi makan bayi.
 

3. Sentuh payudara dengan sangat lembut



(Saat ASI mampet, Moms dapat lakukan kompres es yang dibungkus kain atau handuk basah dingin, dapat membantu meredakan nyeri dan menurunkan peradangan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Usap perlahan mulai dari area yang terasa tersumbat dengan gerakan melingkar, menggunakan tangan. Hindari pijatan kuat atau dalam karena bisa menambah peradangan. Lakukan dengan tekanan ringan saja.
 

4. Variasikan posisi menyusui


Cobalah mengganti posisi, misalnya dari posisi cradle ke football hold, atau menyusui sambil berbaring. Tujuannya membantu pengosongan berbagai saluran susu. 

Walau belum terbukti secara ilmiah, banyak ibu merasa terbantu dengan mengarahkan dagu bayi ke area yang terasa sakit agar hisapan lebih fokus di sana.
 

5. Hindari bra atau pakaian ketat


Tekanan pada payudara dari pakaian yang terlalu sempit, bisa menyebabkan atau memperparah penyumbatan.
 

6. Konsumsi makanan bergizi dan cukup cairan


Nutrisi yang baik membantu daya tahan tubuh, sementara cairan cukup menjaga tubuh tetap terhidrasi selama menyusui.
 

7. Pertimbangkan penggunaan obat


Ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan. Tetap konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi, sebelum memakai obat atau herbal apa pun saat menyusui, termasuk obat bebas.
 

8. Gunakan kompres dingin


Kompres es yang dibungkus kain atau handuk basah dingin, dapat membantu meredakan nyeri dan menurunkan peradangan. Gunakan sekitar tiap satu jam selama kurang lebih 10 menit. Kompres panas yang dulu sering dianjurkan kini diketahui bisa memperparah peradangan.
 

9. Pertimbangkan lecithin


Walau belum ada bukti ilmiah kuat, lecithin sering disarankan karena dipercaya membuat ASI tidak terlalu kental, sehingga lebih kecil kemungkinan menyumbat. Tersedia sebagai suplemen, sehingga sebaiknya konsultasikan dulu mengenai merek dan dosis.
 

10. Pertimbangkan probiotik


Manfaatnya belum pasti, tetapi sebagian ahli menilai probiotik dapat membantu menekan peradangan, dengan menyeimbangkan bakteri baik dalam tubuh.
   

11. Coba terapi ultrasound


Untuk sumbatan yang sulit hilang, terapi ultrasound dapat membantu melonggarkan penyumbatan. Sebuah penelitian menunjukkan nyeri dapat berkurang, hingga setengah setelah satu kali terapi dan membaik lagi setelah sesi berikutnya.

Mintalah rujukan dokter ke klinik fisioterapi, atau kedokteran olahraga yang menyediakan terapi ini.

 

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH