Jakarta: Banyak orang tua baru yang kurang paham tentang keadaan bayi baru lahir. Ketika ada yang terasa aneh, orang tua pun jadinya panik.
Misalnya menurut, Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A, terdapat dua keadaan yang asing bagi orang tua baru yaitu kepala lonjong dan titik merah di mata.
Bila ini terjadi pada si kecil, tak perlu khawatir karena sifatnya hanya sementara.
Umumnya, orang mengetahui bahwa kepala bayi yang sempurna itu berbentuk bulat. Namun pada kenyataannya tidak selalu demikian.
Dokter Caessar menyebutkan bahwa saat lahir kepala bayi bisa berbentuk lonjong, bahkan bisa tampak ada benjolan atau “konde”.
“Bentuk lonjong tersebut normal, karena tulang kepala bayi yang masih lunak dan mudah berubah bentuk untuk mengakomodasi proses keluarnya melalui jalan lahir yang sempit.
.jpg)
(Dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan bahwa kepala bayi yang lonjong tidak perlu dikhawatirkan. Karena tulang kepala bayi yang masih lunak. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Terkadang ada pengumpulan cairan di bawah kulit yang menimbulkan kesan seperti benjolan atau “konde” lunak.
"Hal tersebut juga normal, tidak berbahaya, dan akan hilang dalam hitungan hari,” ujarnya melalui akun Instagramnya @caessar_p.
Dia mengatakan, bentuk kepala bayi bisa baru mulai membulat di usia 6-12 bulan. Selain itu, ada pula titik merah di bagian putih mata bayi. Ini juga Anda tidak perlu khawatir karena akan hilang dengan sendirinya.
“Pembuluh darah yang kecil di mata dapat mengalami pecah akibat tekanan tinggi. Biasanya, terjadi saat proses persalinan, atau bila bayi menangis keras," papar dokter yang ramah ini.
"Pecahnya pembuluh darah kecil di mata ini tidak perlu menimbulkan kepanikan, karena akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Hal-hal di atas memang lebih sering ditemui pada bayi yang lahir melalui persalinan normal daripada operasi,” ungkapnya.
Dia menambahkan, apabila ada hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak ya. Dan jangan khawatir, karena mengulang dr. Caessar, ini hanya sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)