FAMILY
4 Cara Mengatasi Regresi Tidur Bayi atau Balita sebagai Orang Tua
Yatin Suleha
Minggu 11 Januari 2026 / 07:09
Jakarta: Regresi tidur atau yang sering disebut sleep regression adalah fase normal dan sementara di mana bayi atau balita yang sebelumnya tidur nyenyak tiba-tiba mengalami gangguan tidur.
Hal ini bukanlah masalah kesehatan serius, melainkan bagian dari perkembangan anak yang wajar. Biasanya, regresi tidur terjadi pada usia-usia tertentu, seperti sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8-10 bulan, 12 bulan, atau 18 bulan ketika anak sedang mengalami lonjakan perkembangan besar.
Misalnya, saat bayi mulai belajar merangkak, berdiri, atau mengucapkan kata-kata pertama, otak mereka bekerja keras memproses hal-hal baru ini, sehingga tidur mereka terganggu.
Gangguan tidur ini bisa berupa berbagai hal, seperti sering terbangun di malam hari, sulit tidur siang, atau tidur lebih sebentar dari biasanya.
Anak mungkin menangis lebih lama saat mau tidur atau bangun beberapa kali dalam semalam meskipun sebelumnya bisa tidur sepanjang malam yang bisa membuat orang tua bingung karena seolah-olah anak kembali ke pola tidur seperti bayi baru lahir yang belum stabil.
Hal ini bisa sangat stres dan melelahkan ketika anak sering terbangun di malam hari atau sulit tidur. Hal ini terutama sulit ketika orang tua sudah terbiasa dengan malam yang lebih mudah dan tiba-tiba kembali ke dunia orang tua yang kurang tidur.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah empat tips praktis untuk orang tua yang anaknya sedang mengalami fase regresi tidur.
.jpg)
(Biasanya regresi tidur terjadi pada usia seperti sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8-10 bulan, 12 bulan, atau 18 bulan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika orang tua di rumah selama siang hari, cobalah tidur siang saat bayi tidur agar orang tua mendapatkan lebih banyak istirahat. Jika orang tua bekerja, orang tua mungkin bisa tidur sebentar selama istirahat makan siang di mobil atau ruang kantor yang tidak terpakai.
Jika tidur siang tidak mungkin, cari cara untuk mengatasi kurang tidur selama siang hari. Tentu saja, tidak ada pengganti untuk istirahat yang baik, tetapi orang tua dapat membuat kelelahan sedikit lebih terkendali dengan pola makan seimbang dan sehat, tetap terhidrasi, mengatasi stres melalui yoga, meditasi, olahraga, serta menghindari zat seperti alkohol dan tembakau.
Tanamkan bahwa hal ini juga akan berlalu karena regresi tidur anak bersifat sementara. Sebagian besar anak kembali ke pola tidur yang baik dalam beberapa hari, minggu, atau paling lama beberapa bulan.
Jika memungkinkan, bagikan tugas merawat bayi di malam hari dan siang hari dengan pasangan atau orang terdekat sehingga keduanya bisa mendapatkan setidaknya sedikit tidur.
Tanyakan kepada dokter anak tentang cara meningkatkan kualitas tidur anak. Jika ini tidak berhasil, pertimbangkan untuk menyewa konsultan tidur untuk membantu menemukan solusi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Hal ini bukanlah masalah kesehatan serius, melainkan bagian dari perkembangan anak yang wajar. Biasanya, regresi tidur terjadi pada usia-usia tertentu, seperti sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8-10 bulan, 12 bulan, atau 18 bulan ketika anak sedang mengalami lonjakan perkembangan besar.
Misalnya, saat bayi mulai belajar merangkak, berdiri, atau mengucapkan kata-kata pertama, otak mereka bekerja keras memproses hal-hal baru ini, sehingga tidur mereka terganggu.
Gangguan tidur ini bisa berupa berbagai hal, seperti sering terbangun di malam hari, sulit tidur siang, atau tidur lebih sebentar dari biasanya.
Anak mungkin menangis lebih lama saat mau tidur atau bangun beberapa kali dalam semalam meskipun sebelumnya bisa tidur sepanjang malam yang bisa membuat orang tua bingung karena seolah-olah anak kembali ke pola tidur seperti bayi baru lahir yang belum stabil.
Hal ini bisa sangat stres dan melelahkan ketika anak sering terbangun di malam hari atau sulit tidur. Hal ini terutama sulit ketika orang tua sudah terbiasa dengan malam yang lebih mudah dan tiba-tiba kembali ke dunia orang tua yang kurang tidur.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah empat tips praktis untuk orang tua yang anaknya sedang mengalami fase regresi tidur.
1. Tidur siang saat bisa
.jpg)
(Biasanya regresi tidur terjadi pada usia seperti sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8-10 bulan, 12 bulan, atau 18 bulan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika orang tua di rumah selama siang hari, cobalah tidur siang saat bayi tidur agar orang tua mendapatkan lebih banyak istirahat. Jika orang tua bekerja, orang tua mungkin bisa tidur sebentar selama istirahat makan siang di mobil atau ruang kantor yang tidak terpakai.
2. Atasi kurang tidur
Jika tidur siang tidak mungkin, cari cara untuk mengatasi kurang tidur selama siang hari. Tentu saja, tidak ada pengganti untuk istirahat yang baik, tetapi orang tua dapat membuat kelelahan sedikit lebih terkendali dengan pola makan seimbang dan sehat, tetap terhidrasi, mengatasi stres melalui yoga, meditasi, olahraga, serta menghindari zat seperti alkohol dan tembakau.
3. Jaga perspektif
Tanamkan bahwa hal ini juga akan berlalu karena regresi tidur anak bersifat sementara. Sebagian besar anak kembali ke pola tidur yang baik dalam beberapa hari, minggu, atau paling lama beberapa bulan.
4. Minta bantuan
Jika memungkinkan, bagikan tugas merawat bayi di malam hari dan siang hari dengan pasangan atau orang terdekat sehingga keduanya bisa mendapatkan setidaknya sedikit tidur.
Tanyakan kepada dokter anak tentang cara meningkatkan kualitas tidur anak. Jika ini tidak berhasil, pertimbangkan untuk menyewa konsultan tidur untuk membantu menemukan solusi.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)