FAMILY
6 Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai Saat Kepala Anak Cedera
Mia Vale
Minggu 13 November 2022 / 10:00
Jakarta: Mungkin wajar adanya bila seorang bayi atau balita jatuh dari permukaan yang tinggi dan terbentur kepalanya serta mengalami rasa sakit, bahkan pembengkakan. Namun, sebagai orang tua tentu hal itu akan menjadi sesuatu yang membuat khawatir karena takut terjadi cedera kepala yang serius.
Melalui Instagram, Dr Nihar Parekh, seorang dokter anak, mengatakan, "Jatuh dari ketinggian empat kaki (1,2 meter) ke atas dapat menyebabkan cedera kepala serius pada anak-anak."
Misal, bila anak naik ke atas meja makan dan terjatuh dengan posisi kepala lebih dulu. Atau jika orang tua yang menggendong anak terpeleset dan jatuh dengan kepala lebih dulu.
Karena itu, diagnosis dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius, itulah sebabnya Dr Parekh memberikan beberapa wawasan berguna tentang bagaimana orang tua dapat mendeteksi kemungkinan cedera kepala internal pada anak-anak.
Sebagaimana dinukil dari berita Times of India, pembengkakan yang tiba-tiba dan tumbuh dengan cepat di satu bagian kepala bisa menjadi tanda cedera kepala pada anak-anak. Jika bertambah setiap jam dan sangat cepat, umumnya dokter menyarankan untuk segera mengambil tindakan.
.jpg)
(Pantau kesehatan si kecil dengan melihat perkembangannya dari waktu ke waktu. Apakah ada muntah, berjalan goyah, atau keluar cairan bening. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Seandainya anak mengalami muntah terus-menerus dalam 24 jam pertama, lagi-lagi itu bisa menjadi pertanda. Muntah jadi tidak terkendali atau menyemprot tanpa rasa mual.
Tanda lain bisa jadi mengantuk, di mana anak terjaga tetapi sulit untuk menjaga dirinya sendiri, dan terus jatuh.
Juga, kita harus berhati-hati terhadap jalan yang goyah pada anak-anak setelah jatuh atau terbentur. Ini berarti bahwa anak mungkin tidak dapat berjalan dalam garis lurus dan mungkin terus jatuh dari satu sisi ke sisi lain.
Salah satu tanda peringatan cedera kepala internal termasuk, keluarnya darah atau cairan bening dari hidung atau telinga.
Terakhir, Dr Parekh berbicara tentang cedera kepala yang paling parah dan perlu sangat mewaspadai, yaitu kejang-kejang. Kejang adalah ketika otot-otot berkontraksi dan rileks dengan cepat dan menyebabkan gemetar tubuh yang tidak terkendali. Hal ini menurut dokter merupakan tanda dari subdural hematoma (SDH).
Hematoma subdural bisa menjadi darurat medis. Ini biasanya disebabkan oleh cedera kepala cukup kuat sehingga memecah pembuluh darah.
Penting agar orang tua tidak panik. Jika anak mengalami cedera di kepala, ia menyarankan orang tua untuk tetap membunyikan alarm setiap tiga sampai empat jam. Pada malam hari, ia merekomendasikan untuk membangunkan anak dan mencari tanda-tanda cedera internal yang serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Melalui Instagram, Dr Nihar Parekh, seorang dokter anak, mengatakan, "Jatuh dari ketinggian empat kaki (1,2 meter) ke atas dapat menyebabkan cedera kepala serius pada anak-anak."
Misal, bila anak naik ke atas meja makan dan terjatuh dengan posisi kepala lebih dulu. Atau jika orang tua yang menggendong anak terpeleset dan jatuh dengan kepala lebih dulu.
Karena itu, diagnosis dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius, itulah sebabnya Dr Parekh memberikan beberapa wawasan berguna tentang bagaimana orang tua dapat mendeteksi kemungkinan cedera kepala internal pada anak-anak.
1. Pembengkakan di satu bagian kepala
Sebagaimana dinukil dari berita Times of India, pembengkakan yang tiba-tiba dan tumbuh dengan cepat di satu bagian kepala bisa menjadi tanda cedera kepala pada anak-anak. Jika bertambah setiap jam dan sangat cepat, umumnya dokter menyarankan untuk segera mengambil tindakan.
.jpg)
(Pantau kesehatan si kecil dengan melihat perkembangannya dari waktu ke waktu. Apakah ada muntah, berjalan goyah, atau keluar cairan bening. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
2. Muntah terus-menerus
Seandainya anak mengalami muntah terus-menerus dalam 24 jam pertama, lagi-lagi itu bisa menjadi pertanda. Muntah jadi tidak terkendali atau menyemprot tanpa rasa mual.
3. Kantuk
Tanda lain bisa jadi mengantuk, di mana anak terjaga tetapi sulit untuk menjaga dirinya sendiri, dan terus jatuh.
4. Berjalan goyah
Juga, kita harus berhati-hati terhadap jalan yang goyah pada anak-anak setelah jatuh atau terbentur. Ini berarti bahwa anak mungkin tidak dapat berjalan dalam garis lurus dan mungkin terus jatuh dari satu sisi ke sisi lain.
5. Keluar darah atau cairan bening
Salah satu tanda peringatan cedera kepala internal termasuk, keluarnya darah atau cairan bening dari hidung atau telinga.
6. Kejang
Terakhir, Dr Parekh berbicara tentang cedera kepala yang paling parah dan perlu sangat mewaspadai, yaitu kejang-kejang. Kejang adalah ketika otot-otot berkontraksi dan rileks dengan cepat dan menyebabkan gemetar tubuh yang tidak terkendali. Hal ini menurut dokter merupakan tanda dari subdural hematoma (SDH).
Hematoma subdural bisa menjadi darurat medis. Ini biasanya disebabkan oleh cedera kepala cukup kuat sehingga memecah pembuluh darah.
Penting agar orang tua tidak panik. Jika anak mengalami cedera di kepala, ia menyarankan orang tua untuk tetap membunyikan alarm setiap tiga sampai empat jam. Pada malam hari, ia merekomendasikan untuk membangunkan anak dan mencari tanda-tanda cedera internal yang serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)