FAMILY

Anak Curhat Gurunya Galak? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini Biar Mental Si Kecil Tetap Aman

Yatin Suleha
Rabu 15 April 2026 / 19:05
Ringkasnya gini..
  • Pas anak kamu mulai merasa susah akrab sama guru yang tegas langkah awalnya adalah coba lihat situasinya secara jernih dulu.
  • Kamu perlu cari tahu, apakah gurunya memang punya gaya mengajar yang beda saja.
  • Cara mengatasinya adalah dengan mulai mendengarkan cerita anak dengan serius sangat penting.
Jakarta: Pas anak kamu mulai merasa susah akrab sama guru yang tegas (atau si kecil bilang guru galak), langkah awalnya adalah coba lihat situasinya secara jernih dulu. 

Kamu perlu cari tahu, apakah gurunya memang punya gaya mengajar yang beda saja, atau malah saking kerasnya sampai bikin si kecil merasa tertekan dan gak nyaman.

Dilansir dari BabyCenter, cara mengatasinya adalah dengan mulai mendengarkan cerita anak dengan serius sangat penting, lalu coba cari tahu apakah kondisi tersebut benar-benar menjadi masalah nyata. 

Jika memungkinkan, mengamati langsung suasana kelas atau kegiatan belajar, bisa membantu mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Selanjutnya, perhatikan karakter dan kondisi anak. Tidak semua anak merespons cara mengajar yang tegas dengan cara yang sama.

Ada yang justru berkembang karena belajar disiplin, tetapi ada juga yang menjadi lebih tertutup dan cemas.

 
 
Jika terlihat anak mulai tertekan atau kehilangan kepercayaan diri, ada baiknya mencoba berbicara langsung dengan guru untuk mencari pendekatan yang lebih nyaman. Jika dirasa belum cocok, mempertimbangkan pindah kelas juga bisa menjadi pilihan.

Di rumah, ciptakan suasana yang aman agar anak bisa mengekspresikan perasaannya. Salah satu cara yang efektif adalah dengan bermain peran. Misalnya, orang tua berperan sebagai murid dan anak menjadi guru. 

Lewat permainan ini, anak bisa menceritakan pengalaman di sekolah dengan cara yang lebih santai. Anak juga bisa tertawa, mengeluh, atau bahkan menunjukkan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman tanpa merasa tertekan.

Alternatif lainnya adalah mengajak beberapa teman anak, yang mengalami hal serupa untuk bermain bersama. 


(Menghadapi anak yang takut guru galak memerlukan pendekatan emosional yang tenang, dengarkan keluhan anak tanpa menghakimi. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Dalam permainan tersebut, anak-anak bisa “mengungkapkan” apa yang ingin disampaikan kepada guru, bahkan berpura-pura menghadapi guru secara langsung. 

Cara ini membantu mereka melepaskan emosi, sekaligus melatih cara menghadapi situasi tersebut dengan lebih baik.

Perlu diingat, guru yang mengajar banyak murid, sekaligus belum tentu menyadari bahwa ada anak yang merasa takut. Dalam kondisi seperti ini, pertemuan antara orang tua, anak, dan guru bisa sangat membantu.

Anak bisa menyampaikan apa yang disukai dari gurunya, sekaligus hal-hal yang membuatnya tidak nyaman, tentu dengan dukungan dari orang tua.

Jika anak terlihat sering melanggar aturan atau bersikap menantang, bisa jadi itu merupakan bentuk dari rasa takut yang tidak tersampaikan. 

Guru mungkin hanya melihat perilaku luar, tanpa memahami kondisi emosional di baliknya. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu guru tentang keadaan anak, agar bisa lebih memahami situasinya.
 
Selain itu, anak dan guru bisa bekerja sama membuat solusi sederhana, seperti menentukan sinyal khusus ketika anak mulai melanggar aturan. 

Misalnya dengan sentuhan ringan atau kode tertentu, sehingga anak bisa diingatkan tanpa harus merasa malu di depan teman-temannya. Ketika anak dilibatkan dalam mencari solusi, rasa percaya diri dan keberaniannya juga akan meningkat.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH