FAMILY

Biar Bayi Cepat Bisa Ngobrol, Ini 3 Cara Simpel yang Bisa Dilakuin di Rumah

A. Firdaus
Sabtu 28 Maret 2026 / 18:27
Ringkasnya gini..
  • Ada anak yang sudah cerewet sebelum usia 2 tahun.
  • Perkembangan anak jadi lebih mudah dipantau.
  • Ada yang butuh waktu lebih lama untuk mulai merangkai kata.
Jakarta: Melihat balita mulai belajar bicara, memang jadi salah satu momen paling seru sekaligus membuat penasaran. Ada anak yang sudah cerewet sebelum usia 2 tahun, tetapi ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk mulai merangkai kata. 

Perbedaan ini sebenarnya normal, tetapi sering kali tetap memunculkan kekhawatiran soal perkembangan si kecil.

Dilansir dari Parents, Marie Martinez, M.S., M.Ed., CCC-SLP, BCBA, LBA, dan penulis buku Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years, membagikan tips praktis berbasis penelitian, untuk mendukung perkembangan bahasa anak.
Baik si kecil baru mulai mengoceh atau sudah mulai menyusun kata, tiga cara berikut, bisa membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus mempererat bonding.
 

1. Luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan


Mendengarkan mungkin terdengar sederhana, tetapi ini justru jadi langkah awal yang sangat penting. Bukan hanya mendengar kata, tetapi juga memperhatikan suara, ekspresi, dan bahasa tubuh anak.

“Sebagai contoh aktivitas, atur timer lima menit dan hanya dengarkan suara, kata, dan frasa yang diucapkan anak, gerakan yang mereka gunakan, serta aktivitas yang mereka lakukan,” saran Martinez. 

“Tuliskan catatan singkat dan tinjau kembali setiap minggu. Anak-anak berkembang begitu cepat, dan mencatat kebiasaan mereka akan membantu kita memahami keterampilan mereka, memberikan informasi akurat kepada dokter anak atau tim kesehatan mereka, serta membangun dasar untuk meningkatkan kompleksitas bahasa mereka,” tambahnya.

Dengan cara ini, perkembangan anak jadi lebih mudah dipantau, sekaligus membantu menentukan momen terbaik untuk mengajarkan kata baru.
 

2. Ubah aktivitas rumah jadi momen belajar


Kegiatan sehari-hari, seperti mencuci baju atau mencuci piring bisa jadi kesempatan belajar bahasa. Kuncinya adalah membiasakan diri, untuk bercerita tentang apa yang sedang dilakukan.

“Saat kamu mengemudi, mencuci piring, atau mencuci pakaian, bicaralah kepada anak tentang apa yang sedang kamu lakukan. Misalnya, saat saya mencuci pakaian, saya menyebutkan nama pakaian, pakaian siapa yang dimasukkan ke mesin cuci atau diambil dari pengering, dan saya menggunakan kata-kata tindakan seperti ‘menuangkan’ dan ‘memasukkan,’” katanya.

Cara ini membantu anak memahami bahwa setiap benda dan aktivitas punya nama. Jangan lupa beri respons positif saat anak mencoba meniru, sekecil apa pun usahanya.
 

3. Manfaatkan waktu di perjalanan


Perjalanan dengan mobil atau transportasi lain, bisa jadi waktu yang menyenangkan sekaligus edukatif. Anak bisa diajak ngobrol tentang tujuan, apa yang terlihat di jalan, atau bahkan perasaannya saat itu.

“Pilihan sederhana seperti ‘Apakah kamu ingin mendengarkan Wheels on the Bus atau Twinkle Twinkle?’ menciptakan kesempatan bagi anak untuk meminta lagu, mendengarkan liriknya, atau bernyanyi dan menirukan gerakan lagu tersebut,” kata Martinez.

Aktivitas sederhana seperti ini bisa membantu anak belajar memilih, memahami kata, dan meniru suara.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH