FAMILY
Marcell Darwin Biasakan Anak Olahraga Sejak Dini: Investasi Masa Depan
A. Firdaus
Senin 24 Agustus 2026 / 20:24
- Marcell Darwin membiasakan anaknya aktif bergerak sejak dini. Baginya, olahraga bukan soal prestasi, tetapi investasi kesehatan dan kebiasaan baik.
- Marcell mengakui ada kalanya anak merasa malas ketika harus bangun lebih pagi untuk berolahraga.
- Marcell juga mengaku keluarga mereka sudah memiliki jadwal olahraga tertentu.
Jakarta: Mengajak anak berolahraga sejak dini ternyata tidak harus langsung menentukan satu cabang olahraga. Bagi pasangan Marcell Darwin dan Nabila Faisal, yang terpenting justru membuat anak terbiasa bergerak dan menemukan sendiri aktivitas yang disukainya.
Kebiasaan tersebut juga mereka terapkan kepada sang anak, Keenan. Setiap kali berolahraga, Marcell dan Nabila berusaha mengajak Keenan ikut serta agar sang anak melihat langsung kebiasaan aktif yang dilakukan orang tuanya.
"Kita juga masuk ke olahraga. Jadi setiap kita lagi olahraga, kita bawa Kinan supaya dia ngelihat parents-nya olahraga. Jadi dia interest dengan olahraga," ujar Marcell saat ditemui dalam acara Wilio Run & Discover di One Satrio, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Marcell, orang tua tidak perlu buru-buru menentukan olahraga yang harus ditekuni anak. Ia justru membebaskan Keenan mencoba berbagai aktivitas untuk mengetahui minatnya.
Mulai dari futsal, basket, softball, hingga gokart pernah menarik perhatian Keenan. Minat tersebut pun bisa berubah-ubah seiring waktu.
"Apapun yang dia interest, kita masukin aja dulu. Yang penting bergerak aja dulu," kata Marcell.
Bagi Marcell, kebiasaan aktif anak juga tidak bisa dilepaskan dari contoh yang diberikan orang tua.
Ketika anak melihat ayah dan ibunya rutin berolahraga, aktivitas fisik bisa terasa sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang harus dilakukan karena paksaan.
Karena itu, Marcell dan Nabila berusaha menjadikan olahraga sebagai aktivitas keluarga.
"Kalau dari awal mereka merasa bergerak itu menyenangkan, mudah-mudahan nantinya aktivitas fisik bisa menjadi kebiasaan," ujarnya.
Marcell juga mengaku keluarga mereka sudah memiliki jadwal olahraga tertentu. Misalnya, Keenan memiliki jadwal futsal pada hari Selasa dan Sabtu. Namun, bukan berarti setiap hari anak harus dipaksa berolahraga.
Ada pula rest day yang sengaja diberikan agar Keenan tetap memiliki waktu untuk bermain dan beristirahat.
Membujuk anak untuk berolahraga memang terkadang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika aktivitas dimulai sejak pagi.
Marcell mengakui ada kalanya anak merasa malas ketika harus bangun lebih pagi untuk berolahraga. Sesekali orang tua mungkin perlu memberikan sedikit "pancingan" agar anak mau bergerak.
Namun, menurutnya, hal tersebut jangan sampai menjadi kebiasaan.
"Sebenernya enggak boleh dibiasain. Karena nanti ke depannya dia malah mau bergerak kalau ceritanya ada pancingan," jelasnya.
Alih-alih selalu menawarkan hadiah, Marcell dan Nabila mencoba mengenalkan jadwal olahraga sebagai rutinitas. Anak juga diberi kesempatan menikmati hari istirahat tanpa harus selalu dikaitkan dengan imbalan.
Dengan begitu, harapannya Keenan bisa memahami bahwa olahraga merupakan bagian dari keseharian, bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan hadiah.
Kebiasaan Marcell dan Nabila tersebut sejalan dengan semangat Wilio Run & Discover yang digelar di One Satrio, Kuningan, Jakarta.
Melalui kegiatan ini, Wilio, destinasi multi-brand activewear untuk anak di Indonesia di bawah PT Multitrend Indo Tbk, berkolaborasi dengan On untuk memperkenalkan olahraga lari kepada anak dengan cara yang lebih menyenangkan.
Kegiatan yang diikuti anak dan orang tua tersebut memadukan olahraga, edukasi, permainan, dan aktivitas keluarga.
Peserta juga mengikuti running coaching session bersama professional coach dari On. Mereka diperkenalkan pada dasar-dasar berlari melalui pendekatan yang mudah dipahami anak maupun orang tua.
Setelah sesi edukasi, peserta diajak langsung mempraktikkan gerakan melalui sesi lari dan berbagai mini games interaktif.
General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk, Kartika Tirta Putri, mengatakan kebiasaan aktif pada anak tidak harus dimulai dari olahraga yang kompetitif.
"Ketika olahraga dikenalkan lewat pengalaman yang menyenangkan bersama orang tua, anak akan lebih mudah menikmatinya," ujar Kartika.
Menurutnya, kegiatan seperti Run & Discover juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk belajar mendampingi anak membangun kebiasaan aktif dengan cara yang positif.
Bagi Marcell, olahraga sejak dini bukan semata-mata soal prestasi atau membuat anak menjadi atlet.
Yang lebih penting adalah membangun hubungan positif antara anak dan aktivitas fisik.
"Sebagai orang tua, menurut saya yang paling penting adalah bagaimana anak punya pengalaman positif dengan olahraga dan menjadikannya sebuah investasi untuk bisa hidup sehat," tutur Marcell.
Ia juga menilai kegiatan olahraga bersama membuat orang tua tidak sekadar menjadi penonton.
"Orang tua bukan cuma menemani, tapi ikut bergerak dan menikmati waktunya bersama anak," imbuhnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang ingin dibawa Wilio melalui Run & Discover. Anak diperkenalkan pada olahraga sejak dini, sementara orang tua diajak menjadi bagian dari proses tersebut.
Kartika mengatakan Wilio ingin terus mendorong keluarga menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian.
"Kami ingin Wilio tidak hanya dikenal sebagai destinasi kebutuhan activewear anak, tetapi juga sebagai brand yang mendorong keluarga untuk aktif bergerak," pungkasnya.
Pada akhirnya, membiasakan anak aktif bergerak mungkin tidak harus dimulai dengan target yang muluk-muluk. Bisa dari hal sederhana: mengajak jalan, bermain, berlari, atau sekadar ikut olahraga bersama orang tua.
Sebab, seperti yang dilakukan Marcell dan Nabila, anak mungkin belum tahu olahraga apa yang paling disukainya. Biarkan mereka mencoba, bergerak, dan menemukan kesenangannya sendiri.
(FIR)
Kebiasaan tersebut juga mereka terapkan kepada sang anak, Keenan. Setiap kali berolahraga, Marcell dan Nabila berusaha mengajak Keenan ikut serta agar sang anak melihat langsung kebiasaan aktif yang dilakukan orang tuanya.
"Kita juga masuk ke olahraga. Jadi setiap kita lagi olahraga, kita bawa Kinan supaya dia ngelihat parents-nya olahraga. Jadi dia interest dengan olahraga," ujar Marcell saat ditemui dalam acara Wilio Run & Discover di One Satrio, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Marcell, orang tua tidak perlu buru-buru menentukan olahraga yang harus ditekuni anak. Ia justru membebaskan Keenan mencoba berbagai aktivitas untuk mengetahui minatnya.
Mulai dari futsal, basket, softball, hingga gokart pernah menarik perhatian Keenan. Minat tersebut pun bisa berubah-ubah seiring waktu.
"Apapun yang dia interest, kita masukin aja dulu. Yang penting bergerak aja dulu," kata Marcell.
Orang Tua Jadi Contoh, Bukan Sekadar Menyuruh
Bagi Marcell, kebiasaan aktif anak juga tidak bisa dilepaskan dari contoh yang diberikan orang tua.
Ketika anak melihat ayah dan ibunya rutin berolahraga, aktivitas fisik bisa terasa sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang harus dilakukan karena paksaan.
Karena itu, Marcell dan Nabila berusaha menjadikan olahraga sebagai aktivitas keluarga.
"Kalau dari awal mereka merasa bergerak itu menyenangkan, mudah-mudahan nantinya aktivitas fisik bisa menjadi kebiasaan," ujarnya.
Marcell juga mengaku keluarga mereka sudah memiliki jadwal olahraga tertentu. Misalnya, Keenan memiliki jadwal futsal pada hari Selasa dan Sabtu. Namun, bukan berarti setiap hari anak harus dipaksa berolahraga.
Ada pula rest day yang sengaja diberikan agar Keenan tetap memiliki waktu untuk bermain dan beristirahat.
Nggak Perlu Selalu Pakai Iming-Iming Hadiah
Membujuk anak untuk berolahraga memang terkadang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika aktivitas dimulai sejak pagi.
Marcell mengakui ada kalanya anak merasa malas ketika harus bangun lebih pagi untuk berolahraga. Sesekali orang tua mungkin perlu memberikan sedikit "pancingan" agar anak mau bergerak.
Namun, menurutnya, hal tersebut jangan sampai menjadi kebiasaan.
"Sebenernya enggak boleh dibiasain. Karena nanti ke depannya dia malah mau bergerak kalau ceritanya ada pancingan," jelasnya.
Alih-alih selalu menawarkan hadiah, Marcell dan Nabila mencoba mengenalkan jadwal olahraga sebagai rutinitas. Anak juga diberi kesempatan menikmati hari istirahat tanpa harus selalu dikaitkan dengan imbalan.
Dengan begitu, harapannya Keenan bisa memahami bahwa olahraga merupakan bagian dari keseharian, bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan hadiah.
Olahraga Jadi Quality Time Keluarga
Kebiasaan Marcell dan Nabila tersebut sejalan dengan semangat Wilio Run & Discover yang digelar di One Satrio, Kuningan, Jakarta.
Melalui kegiatan ini, Wilio, destinasi multi-brand activewear untuk anak di Indonesia di bawah PT Multitrend Indo Tbk, berkolaborasi dengan On untuk memperkenalkan olahraga lari kepada anak dengan cara yang lebih menyenangkan.
Kegiatan yang diikuti anak dan orang tua tersebut memadukan olahraga, edukasi, permainan, dan aktivitas keluarga.
Peserta juga mengikuti running coaching session bersama professional coach dari On. Mereka diperkenalkan pada dasar-dasar berlari melalui pendekatan yang mudah dipahami anak maupun orang tua.
Setelah sesi edukasi, peserta diajak langsung mempraktikkan gerakan melalui sesi lari dan berbagai mini games interaktif.
General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk, Kartika Tirta Putri, mengatakan kebiasaan aktif pada anak tidak harus dimulai dari olahraga yang kompetitif.
"Ketika olahraga dikenalkan lewat pengalaman yang menyenangkan bersama orang tua, anak akan lebih mudah menikmatinya," ujar Kartika.
Menurutnya, kegiatan seperti Run & Discover juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk belajar mendampingi anak membangun kebiasaan aktif dengan cara yang positif.
Bukan Harus Jadi Atlet, yang Penting Anak Suka Bergerak
Bagi Marcell, olahraga sejak dini bukan semata-mata soal prestasi atau membuat anak menjadi atlet.
Yang lebih penting adalah membangun hubungan positif antara anak dan aktivitas fisik.
"Sebagai orang tua, menurut saya yang paling penting adalah bagaimana anak punya pengalaman positif dengan olahraga dan menjadikannya sebuah investasi untuk bisa hidup sehat," tutur Marcell.
Ia juga menilai kegiatan olahraga bersama membuat orang tua tidak sekadar menjadi penonton.
"Orang tua bukan cuma menemani, tapi ikut bergerak dan menikmati waktunya bersama anak," imbuhnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang ingin dibawa Wilio melalui Run & Discover. Anak diperkenalkan pada olahraga sejak dini, sementara orang tua diajak menjadi bagian dari proses tersebut.
Kartika mengatakan Wilio ingin terus mendorong keluarga menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian.
"Kami ingin Wilio tidak hanya dikenal sebagai destinasi kebutuhan activewear anak, tetapi juga sebagai brand yang mendorong keluarga untuk aktif bergerak," pungkasnya.
Pada akhirnya, membiasakan anak aktif bergerak mungkin tidak harus dimulai dengan target yang muluk-muluk. Bisa dari hal sederhana: mengajak jalan, bermain, berlari, atau sekadar ikut olahraga bersama orang tua.
Sebab, seperti yang dilakukan Marcell dan Nabila, anak mungkin belum tahu olahraga apa yang paling disukainya. Biarkan mereka mencoba, bergerak, dan menemukan kesenangannya sendiri.
(FIR)