FITNESS & HEALTH
Tubuh Sering Terasa Berat dan Kaki Bengkak? Kenali Lymphatic Massage
A. Firdaus
Selasa 25 Agustus 2026 / 10:11
- Lymphatic massage merupakan pijat lembut yang dapat membantu mengurangi pembengkakan pada kondisi tertentu. Kenali manfaat, cara kerja, dan risikonya.
- Teknik ini berbeda dari pijat deep tissue yang biasanya menggunakan tekanan lebih kuat untuk menyasar otot.
- Lymphatic massage sering dipromosikan di dunia wellness sebagai cara untuk "detoks" atau membantu menurunkan berat badan.
Jakarta: Pernah merasa tubuh lebih berat dari biasanya, kaki atau tangan terasa bengkak setelah seharian beraktivitas, atau badan terasa kurang nyaman meski tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat?
Keluhan seperti ini bisa muncul ketika seseorang terlalu lama duduk atau berdiri, kurang bergerak, atau mengalami kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
Salah satu perawatan yang belakangan semakin dikenal adalah lymphatic massage atau pijat limfatik. Teknik ini menggunakan gerakan yang lembut dan terarah untuk membantu pergerakan cairan limfa.
Namun, sebelum ikut tren wellness yang satu ini, ada baiknya mengenal dulu cara kerja sistem limfatik dan manfaat pijat limfatik secara lebih tepat.
Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan, pembuluh, dan kelenjar getah bening. Sistem ini membantu mengalirkan cairan limfa sekaligus berperan dalam respons imun tubuh.
Berbeda dengan sistem peredaran darah yang memiliki jantung sebagai pompa utama, sistem limfatik tidak memiliki organ pemompa khusus. Pergerakan otot dan aktivitas fisik membantu mendorong cairan limfa agar terus bergerak. NHS juga menjelaskan bahwa gerakan dan olahraga berperan dalam membantu drainase limfa.
"Karena sistem limfatik tidak memiliki 'pompa' seperti jantung, pergerakan tubuh menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran alirannya," ujar dr. Febby Astari, IFMCP.
Karena itu, kebiasaan aktif bergerak tetap menjadi bagian penting untuk menjaga fungsi sistem limfatik. Pijat bukanlah satu-satunya cara untuk mendukung proses tersebut.
Lymphatic massage, yang juga dikenal sebagai Manual Lymphatic Drainage (MLD), merupakan teknik pijat dengan tekanan ringan dan gerakan ritmis yang diarahkan mengikuti jalur sistem limfatik.
Teknik ini berbeda dari pijat deep tissue yang biasanya menggunakan tekanan lebih kuat untuk menyasar otot.
Dalam praktik medis, MLD digunakan terutama untuk membantu mengatasi pembengkakan akibat gangguan sistem limfatik atau limfedema, termasuk pada pasien tertentu setelah menjalani pengobatan kanker atau operasi.
"Yang membedakan lymphatic massage dari pijat pada umumnya adalah tujuannya. Kita tidak sedang melemaskan otot yang tegang, melainkan membantu mengarahkan cairan tubuh agar mengalir lebih lancar menuju kelenjar getah bening," jelas dr. Febby.
Karena tekniknya spesifik, MLD idealnya dilakukan oleh terapis yang memahami sistem limfatik, terutama jika dilakukan untuk kebutuhan medis.
Saat menjalani lymphatic massage, terapis menggunakan tekanan ringan dan gerakan terarah pada area tertentu. Tekniknya dapat melibatkan area yang memiliki banyak kelenjar getah bening, seperti leher, ketiak, dan area lipatan paha.
Tujuannya adalah membantu mengarahkan cairan dari jaringan yang mengalami penumpukan menuju bagian sistem limfatik yang masih berfungsi dengan baik. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa teknik ini dilakukan dengan manipulasi lembut pada area tertentu untuk membantu memindahkan cairan berlebih dari jaringan menuju pembuluh dan kelenjar limfa.
Karena itu, pijat limfatik bukan soal siapa yang bisa memberikan tekanan paling kuat. Justru, gerakannya cenderung ringan dan terarah.
"Ketepatan arah pijatan menjadi hal yang sangat penting dalam lymphatic massage. Jika arah gerakannya tidak sesuai dengan jalur limfatik tubuh, manfaat yang dirasakan pasien pun bisa jadi tidak maksimal," tambah dr. Febby.
Manfaat lymphatic massage yang paling jelas didukung dalam praktik medis adalah membantu mengurangi pembengkakan, terutama pada kondisi seperti limfedema. NHS memasukkan MLD sebagai salah satu bagian dari terapi dekongestif untuk mengendalikan gejala limfedema.
Selain itu, beberapa orang dapat merasakan tubuh lebih rileks setelah menjalani pijat dengan gerakan lembut.
Berikut beberapa manfaat yang perlu diketahui:
MLD dapat membantu memindahkan cairan yang menumpuk di jaringan sehingga pembengkakan berkurang, terutama pada orang dengan gangguan drainase limfa.
Pembengkakan dapat membuat bagian tubuh terasa berat, kencang, atau tidak nyaman. Ketika pembengkakan berkurang, sebagian orang dapat merasakan tubuh menjadi lebih nyaman.
Tekanan yang ringan dan gerakan yang ritmis membuat teknik ini terasa berbeda dari pijat dengan tekanan kuat. Bagi sebagian orang, sesi pijat dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi.
Pada pasien dengan limfedema, MLD biasanya bukan terapi tunggal. NHS menyebut terapi dekongestif dapat mencakup kombinasi pijat limfatik, latihan, perawatan kulit, dan penggunaan pakaian kompresi sesuai kebutuhan.
Lymphatic massage sering dipromosikan di dunia wellness sebagai cara untuk "detoks" atau membantu menurunkan berat badan. Namun, klaim tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.
Pijat limfatik dapat membantu mengurangi penumpukan cairan pada kondisi tertentu, tetapi bukan metode untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan secara langsung. Jika berat badan menjadi tujuan, pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi fondasi utama.
Begitu pula dengan istilah "detoks". Tubuh memiliki organ seperti hati dan ginjal yang berperan penting dalam proses metabolisme dan pembuangan zat sisa. Jadi, jangan menganggap pijat limfatik sebagai pengganti fungsi organ tersebut.
Pijat limfatik paling jelas manfaatnya pada orang yang memang mengalami gangguan drainase limfa atau pembengkakan tertentu dan telah mendapat rekomendasi tenaga kesehatan.
Teknik ini juga dapat menjadi pilihan relaksasi bagi sebagian orang yang sehat. Namun, hasil yang dirasakan bisa berbeda-beda dan belum tentu memberikan manfaat signifikan bagi orang yang tidak mengalami limfedema.
Bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah operasi, sebaiknya jangan langsung melakukan pijat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Meski terlihat lembut, lymphatic massage tidak cocok untuk semua orang.
Cleveland Clinic menyarankan untuk menghindari teknik ini pada kondisi tertentu, termasuk bekuan darah atau deep vein thrombosis (DVT), infeksi atau selulitis, demam, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Karena itu, jika kamu memiliki penyakit tertentu, sedang menjalani pengobatan, atau mengalami pembengkakan yang tidak jelas penyebabnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Terlebih, bengkak yang menetap atau berulang bukan selalu berarti cairan limfa sedang "tidak lancar". Pembengkakan bisa memiliki berbagai penyebab dan perlu diperiksa jika berlangsung terus-menerus. NHS menyarankan orang dengan pembengkakan pada lengan atau kaki untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Berbeda dari pijat konvensional, sesi MLD biasanya berlangsung dengan suasana tenang dan menggunakan tekanan ringan.
Terapis melakukan gerakan perlahan dan terarah pada kulit untuk membantu pergerakan cairan limfa. Dalam penanganan limfedema, teknik ini biasanya menjadi bagian dari rencana perawatan yang lebih lengkap, bukan berdiri sendiri.
Sebagian orang mungkin merasa lebih rileks setelah sesi. Namun, jangan heran jika hasilnya tidak langsung terasa atau berbeda dari satu orang ke orang lain.
Lymphatic massage bisa menjadi pilihan perawatan yang bermanfaat, terutama untuk kondisi pembengkakan tertentu seperti limfedema. Tetapi, teknik ini bukan "jalan pintas" untuk mendapatkan tubuh lebih kurus atau membuang racun dari tubuh.
Kalau tujuanmu sekadar relaksasi, pastikan memilih terapis yang kompeten. Sementara jika ada pembengkakan yang menetap, terasa berat, atau muncul tanpa sebab yang jelas, lebih baik cari tahu penyebabnya terlebih dahulu daripada langsung memijatnya.
Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap aktif, berolahraga sesuai kemampuan, menjaga pola makan, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika muncul keluhan tetap menjadi langkah utama.
(FIR)
Keluhan seperti ini bisa muncul ketika seseorang terlalu lama duduk atau berdiri, kurang bergerak, atau mengalami kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.
Salah satu perawatan yang belakangan semakin dikenal adalah lymphatic massage atau pijat limfatik. Teknik ini menggunakan gerakan yang lembut dan terarah untuk membantu pergerakan cairan limfa.
Namun, sebelum ikut tren wellness yang satu ini, ada baiknya mengenal dulu cara kerja sistem limfatik dan manfaat pijat limfatik secara lebih tepat.
Kenalan dengan Sistem Limfatik
Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan, pembuluh, dan kelenjar getah bening. Sistem ini membantu mengalirkan cairan limfa sekaligus berperan dalam respons imun tubuh.
Berbeda dengan sistem peredaran darah yang memiliki jantung sebagai pompa utama, sistem limfatik tidak memiliki organ pemompa khusus. Pergerakan otot dan aktivitas fisik membantu mendorong cairan limfa agar terus bergerak. NHS juga menjelaskan bahwa gerakan dan olahraga berperan dalam membantu drainase limfa.
"Karena sistem limfatik tidak memiliki 'pompa' seperti jantung, pergerakan tubuh menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran alirannya," ujar dr. Febby Astari, IFMCP.
Karena itu, kebiasaan aktif bergerak tetap menjadi bagian penting untuk menjaga fungsi sistem limfatik. Pijat bukanlah satu-satunya cara untuk mendukung proses tersebut.
Apa Itu Lymphatic Massage?
Lymphatic massage, yang juga dikenal sebagai Manual Lymphatic Drainage (MLD), merupakan teknik pijat dengan tekanan ringan dan gerakan ritmis yang diarahkan mengikuti jalur sistem limfatik.
Teknik ini berbeda dari pijat deep tissue yang biasanya menggunakan tekanan lebih kuat untuk menyasar otot.
Dalam praktik medis, MLD digunakan terutama untuk membantu mengatasi pembengkakan akibat gangguan sistem limfatik atau limfedema, termasuk pada pasien tertentu setelah menjalani pengobatan kanker atau operasi.
"Yang membedakan lymphatic massage dari pijat pada umumnya adalah tujuannya. Kita tidak sedang melemaskan otot yang tegang, melainkan membantu mengarahkan cairan tubuh agar mengalir lebih lancar menuju kelenjar getah bening," jelas dr. Febby.
Karena tekniknya spesifik, MLD idealnya dilakukan oleh terapis yang memahami sistem limfatik, terutama jika dilakukan untuk kebutuhan medis.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Saat menjalani lymphatic massage, terapis menggunakan tekanan ringan dan gerakan terarah pada area tertentu. Tekniknya dapat melibatkan area yang memiliki banyak kelenjar getah bening, seperti leher, ketiak, dan area lipatan paha.
Tujuannya adalah membantu mengarahkan cairan dari jaringan yang mengalami penumpukan menuju bagian sistem limfatik yang masih berfungsi dengan baik. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa teknik ini dilakukan dengan manipulasi lembut pada area tertentu untuk membantu memindahkan cairan berlebih dari jaringan menuju pembuluh dan kelenjar limfa.
Karena itu, pijat limfatik bukan soal siapa yang bisa memberikan tekanan paling kuat. Justru, gerakannya cenderung ringan dan terarah.
"Ketepatan arah pijatan menjadi hal yang sangat penting dalam lymphatic massage. Jika arah gerakannya tidak sesuai dengan jalur limfatik tubuh, manfaat yang dirasakan pasien pun bisa jadi tidak maksimal," tambah dr. Febby.
Apa Saja Manfaatnya?
Manfaat lymphatic massage yang paling jelas didukung dalam praktik medis adalah membantu mengurangi pembengkakan, terutama pada kondisi seperti limfedema. NHS memasukkan MLD sebagai salah satu bagian dari terapi dekongestif untuk mengendalikan gejala limfedema.
Selain itu, beberapa orang dapat merasakan tubuh lebih rileks setelah menjalani pijat dengan gerakan lembut.
Berikut beberapa manfaat yang perlu diketahui:
1. Membantu Mengurangi Pembengkakan
MLD dapat membantu memindahkan cairan yang menumpuk di jaringan sehingga pembengkakan berkurang, terutama pada orang dengan gangguan drainase limfa.
2. Membantu Mengatasi Rasa Tidak Nyaman
Pembengkakan dapat membuat bagian tubuh terasa berat, kencang, atau tidak nyaman. Ketika pembengkakan berkurang, sebagian orang dapat merasakan tubuh menjadi lebih nyaman.
3. Membantu Relaksasi
Tekanan yang ringan dan gerakan yang ritmis membuat teknik ini terasa berbeda dari pijat dengan tekanan kuat. Bagi sebagian orang, sesi pijat dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi.
4. Mendukung Perawatan Limfedema
Pada pasien dengan limfedema, MLD biasanya bukan terapi tunggal. NHS menyebut terapi dekongestif dapat mencakup kombinasi pijat limfatik, latihan, perawatan kulit, dan penggunaan pakaian kompresi sesuai kebutuhan.
Jangan Samakan dengan "Detoks" atau Penurun Berat Badan
Lymphatic massage sering dipromosikan di dunia wellness sebagai cara untuk "detoks" atau membantu menurunkan berat badan. Namun, klaim tersebut perlu disikapi dengan hati-hati.
Pijat limfatik dapat membantu mengurangi penumpukan cairan pada kondisi tertentu, tetapi bukan metode untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan secara langsung. Jika berat badan menjadi tujuan, pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi fondasi utama.
Begitu pula dengan istilah "detoks". Tubuh memiliki organ seperti hati dan ginjal yang berperan penting dalam proses metabolisme dan pembuangan zat sisa. Jadi, jangan menganggap pijat limfatik sebagai pengganti fungsi organ tersebut.
Siapa yang Bisa Menjalani Lymphatic Massage?
Pijat limfatik paling jelas manfaatnya pada orang yang memang mengalami gangguan drainase limfa atau pembengkakan tertentu dan telah mendapat rekomendasi tenaga kesehatan.
Teknik ini juga dapat menjadi pilihan relaksasi bagi sebagian orang yang sehat. Namun, hasil yang dirasakan bisa berbeda-beda dan belum tentu memberikan manfaat signifikan bagi orang yang tidak mengalami limfedema.
Bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah operasi, sebaiknya jangan langsung melakukan pijat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Tidak Boleh Sembarangan
Meski terlihat lembut, lymphatic massage tidak cocok untuk semua orang.
Cleveland Clinic menyarankan untuk menghindari teknik ini pada kondisi tertentu, termasuk bekuan darah atau deep vein thrombosis (DVT), infeksi atau selulitis, demam, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Karena itu, jika kamu memiliki penyakit tertentu, sedang menjalani pengobatan, atau mengalami pembengkakan yang tidak jelas penyebabnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Terlebih, bengkak yang menetap atau berulang bukan selalu berarti cairan limfa sedang "tidak lancar". Pembengkakan bisa memiliki berbagai penyebab dan perlu diperiksa jika berlangsung terus-menerus. NHS menyarankan orang dengan pembengkakan pada lengan atau kaki untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Seperti Apa Sesi Pijat Limfatik?
Berbeda dari pijat konvensional, sesi MLD biasanya berlangsung dengan suasana tenang dan menggunakan tekanan ringan.
Terapis melakukan gerakan perlahan dan terarah pada kulit untuk membantu pergerakan cairan limfa. Dalam penanganan limfedema, teknik ini biasanya menjadi bagian dari rencana perawatan yang lebih lengkap, bukan berdiri sendiri.
Sebagian orang mungkin merasa lebih rileks setelah sesi. Namun, jangan heran jika hasilnya tidak langsung terasa atau berbeda dari satu orang ke orang lain.
Jadi, Perlu atau Tidak?
Lymphatic massage bisa menjadi pilihan perawatan yang bermanfaat, terutama untuk kondisi pembengkakan tertentu seperti limfedema. Tetapi, teknik ini bukan "jalan pintas" untuk mendapatkan tubuh lebih kurus atau membuang racun dari tubuh.
Kalau tujuanmu sekadar relaksasi, pastikan memilih terapis yang kompeten. Sementara jika ada pembengkakan yang menetap, terasa berat, atau muncul tanpa sebab yang jelas, lebih baik cari tahu penyebabnya terlebih dahulu daripada langsung memijatnya.
Pada akhirnya, menjaga tubuh tetap aktif, berolahraga sesuai kemampuan, menjaga pola makan, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika muncul keluhan tetap menjadi langkah utama.
(FIR)