FAMILY

Anti Panik Club: Panduan Satset Jaga Cairan Bayi Setelah Muntah

Yatin Suleha
Minggu 18 Januari 2026 / 18:18
Jakarta: Pendekatan untuk menjaga bayi tetap terhidrasi tergantung pada seberapa banyak dan seberapa sering dia muntah. Dehidrasi dapat menjadi masalah serius bagi bayi karena muntah menyebabkan anak kehilangan cairan penting.

Hubungi dokter bayi untuk saran tentang cara terbaik untuk mengembalikan cairan tubuh bayi. Jika bayi muntah banyak, dokter mungkin menyarankan larutan elektrolit pediatrik yang dijual bebas untuk mengganti cairan, garam, dan mineral yang hilang.

Dokter dapat menyarankan larutan tertentu dan memberi tahu berapa banyak yang harus diberikan berdasarkan berat dan usia bayi. Larutan ini membantu mengganti elektrolit yang hilang seperti natrium dan kalium.

Dilansir dari Babycenter, jika bayi muntah secara teratur setiap 5 atau 10 menit, jangan memaksa dia untuk minum larutan elektrolit. 

Namun, setelah perutnya tenang selama setengah jam atau lebih, tawarkan dia tegukan kecil dan sering. Coba 1 sendok teh atau 5 cc setiap 10 menit selama beberapa jam pertama.
 
Jika dia toleran terhadap itu, tingkatkan jumlahnya menjadi 2 sendok teh atau 10 cc setiap 5 menit. Lanjutkan memberikan secara bertahap hingga muntah mereda. Jika bayi memuntahkan larutan elektrolit, beritahu dokternya. Pantau tanda dehidrasi seperti popok kering atau mata cekung.


(Setelah bayi gumoh beri waktu tenang sekitar 20-30 menit sebelum menyusu kembali dengan porsi lebih sedikit. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Ketika bayi dapat menoleransinya, lanjutkan pemberian susu formula atau menyusui. Beberapa ibu menyusui sedikit sambil memberikan larutan elektrolit kepada bayi mereka, sementara yang lain menunggu.

Ikuti tanda-tanda dari bayi. Jangan berikan air, kaldu ayam, atau minuman bersoda karena produk-produk tersebut tidak menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk bayi yang dehidrasi. Jangan berikan jus buah kepada bayi.

Akademi Pediatri Amerika (AAP) menyarankan untuk tidak memberikan jus kepada anak di bawah 1 tahun, bahkan saat mereka tidak sakit. Jus bisa menyebabkan diare atau masalah pencernaan lainnya.
 

Cara mencegah bayi muntah


Tidak selalu dapat mencegah bayi sakit karena penyakit yang menyebabkan muntah, tetapi berikut beberapa strategi yang berguna.

1. Jika bayi muntah setelah menyusui, berikan dia porsi yang lebih kecil dan seringlah membantunya bersendawa.

2. Jangan mengayunkan dia di pangkuan, letakkan dia di kursi goyang, atau biarkan dia terlalu aktif segera setelah makan makanan membutuhkan waktu untuk menetap di perutnya.

3. Menjaga dia dalam posisi tegak selama sekitar setengah jam setelah selesai makan juga membantu. Ini membantu udara keluar dan mengurangi risiko muntah.

4. Untuk meminimalkan mabuk perjalanan, jadwalkan banyak istirahat selama perjalanan agar bayi bisa mendapatkan udara segar dan menenangkan perutnya.

5. Jika dia sudah makan makanan padat, berikan dia camilan kecil sebelum perjalanan agar memiliki sesuatu di perutnya akan membantu. Dan berikan banyak cairan untuk menjaga agar dia tetap terhidrasi.

 


6. Gunakan kursi mobil yang aman dan hindari perjalanan panjang jika bayi mudah mabuk.

7. Jika bayi memiliki banyak lendir dan mukus akibat infeksi pernapasan, coba gunakan suntikan bulat untuk membersihkan hidungnya. Dia mungkin tidak menyukainya, tetapi hal itu tidak menyakitkan dan mungkin memberikan sedikit kelegaan.

8. Jaga kelembapan udara di rumah dengan humidifier untuk mengurangi lendir.
 

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH