FAMILY

3 Hal Penting yang Harus Dilakukan pada Trimester Pertama Kehamilan

Raka Lestari
Jumat 01 Januari 2021 / 16:00
Jakarta: Trimester pertama kehamilan biasanya menjadi masa-masa yang cukup menantang bagi para calon ibu. Pada trimester pertama kehamilan, biasanya para calon ibu mengalami berbagai keluhan seperti morning sickness yang bisa sangat mengganggu.

Meskipun demikian, sebagai calon ibu, kamu tidak boleh melewatkan beberapa hal penting yang harus dilakukan pada trimester pertama kehamilan, seperti berikut ini:
 

Segera membuat janji dengan dokter spesialis kandungan


“Sesaat setelah kamu mengetahui positif hamil, sebaiknya segera langsung membuat janji untuk melakukan pemeriksaan pertama dengan dokter spesialis kandungan,” saran Dr Shannon Schellhammer, dokter spesialis kandungan di Orlando Health Winnie Palmer Hospital for Women & Babies.

Pada kunjungan pertama tersebut, dokter biasanya akan melakukan pengecekan untuk memastikan kamu mengonsumsi vitamin prenatal. Waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin prenatal sebenarnya setidaknya satu bulan sebelum mencoba hamil.

“Hal ini dapatt membuat tubuh mempersiapkan setiap vitamin yang dibutuhkan bayi segera setelah kamu hamil. Sangat penting juga mengonsumsi vitamin asam folat agar perkembangan bayi normal,” ujar Schelhammer.
 

Segera menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol


Jika kamu memiliki kebiasaan minum-minuman beralkohol serta merokok atau vape, kamu perlu menghentikan kebiasaan ini segera mungkin. Hal ini bisa berdampak pada bayi. Bahkan menurut WebMD, bayi bisa mengalami serangan jantung, stroke, dan kejang.

Selain kebiasaan-kebiasan tersebut, kamu juga harus memerhatikan obat-obatan yang dikonsumsi. Terutama jika kamu memiliki kondisi medis kronis atau sedang dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu. Jika itu terjadi, kamu harus segera mengecek ke dokter kandungan untuk memastikan keamanannya.

"Trimester pertama sangat penting untuk perkembangan bayi. Ini adalah waktu terbaik untuk mencari tahu apakah kamu perlu berhenti minum obat, dan juga menyusun rencana untuk kehamilan yang sehat,” terang Schellhammer.
 

Tetap berolahraga ketika hamil


Wanita yang tidak memiliki komplikasi medis atau kebidanan harus melakukan olahraga ringan selama 30 menit atau lebih hampir setiap hari dalam seminggu. Namun, ada beberapa batasan untuk itu.

Secara umum, sebagian besar program olahraga aman selama kehamilan. Namun, wanita harus menghindari aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan trauma atau jatuh.

"Selain itu, mereka juga harus menghindari berbaring telentang saat kehamilan membesar. Penting untuk mendiskusikan rutinitas olahraga dengan dokter untuk memastikannya aman untukmu dan bayimu," tutup Schellhammer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH