FAMILY

Moms Wajib Tahu! Ini 5 Hal Penyebab Muntah pada Bayi

A. Firdaus
Jumat 02 Januari 2026 / 07:10
Jakarta: Bayi yang muntah mungkin membuat orang tua cemas dan menakutkan bagi bayi bahkan bisa membuatnya menangis muntah biasanya tidak serius.

Jika bayi muntah, orang tua penting untuk mengetahui penyebabnya agar dapat memastikan dia baik-baik saja dan membuatnya lebih nyaman.
 
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah 5 hal yang dapat menjadi penyebab umum muntah pada bayi:
 

1. Masalah pemberian makan


Selama beberapa bulan pertama bayi, muntah mungkin terkait dengan masalah pemberian makan, seperti pemberian makan berlebihan. Penyebab yang kurang umum adalah alergi terhadap protein dalam ASI atau susu formula.

Misalnya, jika bayi diberi makan terlalu cepat atau dalam jumlah besar, perutnya yang kecil bisa penuh dan menyebabkan muntah. Orang tua bisa mencoba memberi makan dalam porsi kecil dan sering, sambil memastikan bayi bersendawa dengan baik untuk mengeluarkan udara yang tertelan.
 

2. Infeksi virus atau bakteri


Hidung tersumbat atau infeksi pernapasan dapat menyebabkan muntah, terutama saat batuk hebat. Lendir dari pilek dapat menetes ke bagian belakang tenggorokan bayi dan memicu refleks muntah atau mengiritasi lambung.

Orang tua dapat menggunakan suntikan bulat atau aspirator hidung untuk membersihkan hidung tersumbat. Flu perut (infeksi gastrointestinal virus) adalah penyebab umum lain muntah.

Jika infeksi virus atau bakteri memengaruhi lapisan lambung atau usus bayi, gejala lain dapat termasuk diare, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan demam. Bayi kemungkinan akan berhenti muntah dalam 12 hingga 24 jam.

Infeksi saluran kemih, pneumonia, meningitis, dan bahkan infeksi telinga juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Untuk mencegah penyebaran infeksi, orang tua perlu menjaga kebersihan tangan dan lingkungan bayi, serta menghindari kontak dengan orang sakit.
 

3. Vitamin dan obat-obatan


Beberapa vitamin seperti zat besi dan beberapa obat-obatan seperti antibiotik tertentu, antivirus, dan antiinflamasi seperti ibuprofen dapat menyebabkan bayi muntah.

Jika dia sudah makan makanan padat dan jika obat tersebut dapat diminum bersama makanan, coba berikan bersama makanannya atau camilan. Jika dia belum makan makanan padat, coba berikan segera setelah menyusui atau memberi susu botol.

Jika hal itu tidak membantu, bicarakan dengan dokternya untuk melihat apakah ada obat alternatif. Selain itu, pastikan untuk selalu mengikuti dosis yang direkomendasikan dokter karena overdosis bisa memperburuk muntah.
 

4. Tangisan berlebihan


Tangisan yang berkepanjangan dapat memicu refleks muntah dan membuat bayi muntah. Meskipun hal ini mengganggu bagi keduanya, muntah selama tangisan tidak akan membahayakan bayi secara fisik.

Jika dia tampak sehat secara umum, tidak ada alasan untuk khawatir. Orang tua bisa mencoba menenangkan bayi dengan cara menggendongnya, bernyanyi, atau memberikan mainan favorit untuk mengurangi tangisan.
 

5. Mabuk perjalanan


Beberapa bayi cenderung mengalami mabuk perjalanan yang bisa menjadi masalah jika rutinitas harian termasuk perjalanan dengan mobil.

Para ahli percaya bahwa mabuk perjalanan terjadi ketika ada ketidakcocokan antara apa yang bayi lihat dan apa yang dia rasakan melalui bagian tubuh yang peka terhadap gerakan, seperti telinga dalam dan beberapa saraf.

Untuk mengatasi ini, orang tua bisa memilih waktu perjalanan saat bayi sedang tenang dan menghentikan mobil jika bayi mulai muntah. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH