FAMILY
Ini Manfaat Bedong Bayi, Trik Simpel Biar Si Kecil Lebih Tenang dan Nyenyak
A. Firdaus
Selasa 03 Maret 2026 / 14:15
- Bayi baru saja keluar dari ruang yang sempit di dalam kandungan.
- Bagian dada bayi harus terasa nyaman.
- Cobalah membedong bayi saat waktu tidur.
Jakarta: Bayi baru saja keluar dari ruang yang sempit di dalam kandungan, ke dunia yang jauh lebih luas dan terbuka. Kondisi ini bisa membuat mereka merasa tidak nyaman, atau bingung secara fisik. Oleh karena itu, membedong bayi dapat membantu mereka merasa lebih aman dan nyaman.
Perubahan suhu, cahaya, dan suara di luar rahim membuat bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Sensasi dibungkus dengan rapi dapat memberikan rasa aman, mirip seperti saat masih berada di dalam kandungan.
Membedong sebenarnya tidak sulit, hanya perlu sedikit latihan. Kamu bisa mencoba berlatih sebelum bayi lahir dengan menggunakan boneka. Semakin sering berlatih, tangan akan terbiasa melipat selimut dengan pas, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat.
Yang terpenting, bagian dada bayi harus terasa nyaman, sementara kaki tetap memiliki ruang untuk bergerak secara alami.
Dilansir dari BabyCenter, bedong adalah cara membungkus bayi dengan selimut secara pas, untuk memberikan kehangatan dan rasa aman. Cara ini meniru kehangatan dan kedekatan rahim, sehingga bayi baru lahir merasa lebih tenang dan dapat tidur lebih nyenyak.
Tekanan lembut dari selimut membantu mengurangi gerakan refleks, yang sering membuat bayi terkejut sendiri saat tidur.
“Jika dilakukan dengan benar, membedong dapat menjadi teknik efektif untuk menenangkan bayi dan mempromosikan tidur,” kata American Academy of Pediatrics (AAP).
Manfaat bedong bayi
1. Membantu bayi baru lahir tidak terbangun karena refleks kaget (startle).
2. Mencegah bayi memukul wajah atau menggaruk dirinya sendiri, sebelum bisa mengontrol gerakan tangan.
3. Menenangkan bayi saat terlalu banyak rangsangan.
4. Membantu menenangkan bayi yang rewel atau kolik.
5. Membuat bayi tidur lebih lama dan lebih nyenyak.
6. Menjaga tubuh bayi tetap hangat sampai mereka mampu mengatur suhu tubuh sendiri, terutama pada bayi prematur.
7. Membantu mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman. Penelitian menunjukkan bayi yang dibedong saat prosedur tusuk tumit dan penimbangan, cenderung lebih tenang dibandingkan yang tidak dibedong.
Selain itu, bedong juga dapat membantu membentuk kebiasaan tidur yang lebih teratur. Jika dilakukan menjelang waktu tidur, bayi akan mulai memahami bahwa saat dibungkus rapi berarti waktunya beristirahat.
Bayi baru lahir memang bisa dibedong, tetapi sebaiknya menunggu beberapa jam setelah kelahiran, terutama jika ingin fokus pada proses menyusui.
Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang langsung dibedong setelah lahir, cenderung menyusu lebih sedikit dan kurang berhasil, dibandingkan bayi yang tidak langsung dibedong.
Hal ini terjadi karena tanpa kontak kulit ke kulit dan dengan tangisan yang lebih sedikit, ibu dan bayi bisa saja melewatkan tanda-tanda penting untuk menyusui, menurut para peneliti.
Kontak kulit ke kulit setelah lahir sangat penting, untuk membangun kedekatan dan membantu proses menyusui berjalan lebih baik.
“Setelah bayi kamu menghabiskan waktu kontak kulit ke kulit dan berhasil menyusu beberapa kali, mereka dapat dibedong untuk kenyamanan,” kata Shawnté James, M.D., seorang dokter spesialis bayi baru lahir di Washington, D.C., dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Cobalah membedong bayi saat waktu tidur atau istirahat, atau ketika bayi tampak membutuhkan kenyamanan tambahan. Dengan teknik yang benar dan waktu yang tepat, bedong bisa menjadi cara sederhana untuk membuat bayi merasa lebih aman, hangat, dan lebih mudah tertidur.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Perubahan suhu, cahaya, dan suara di luar rahim membuat bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Sensasi dibungkus dengan rapi dapat memberikan rasa aman, mirip seperti saat masih berada di dalam kandungan.
Membedong sebenarnya tidak sulit, hanya perlu sedikit latihan. Kamu bisa mencoba berlatih sebelum bayi lahir dengan menggunakan boneka. Semakin sering berlatih, tangan akan terbiasa melipat selimut dengan pas, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat.
Yang terpenting, bagian dada bayi harus terasa nyaman, sementara kaki tetap memiliki ruang untuk bergerak secara alami.
Apa itu bedong?
Dilansir dari BabyCenter, bedong adalah cara membungkus bayi dengan selimut secara pas, untuk memberikan kehangatan dan rasa aman. Cara ini meniru kehangatan dan kedekatan rahim, sehingga bayi baru lahir merasa lebih tenang dan dapat tidur lebih nyenyak.
Tekanan lembut dari selimut membantu mengurangi gerakan refleks, yang sering membuat bayi terkejut sendiri saat tidur.
“Jika dilakukan dengan benar, membedong dapat menjadi teknik efektif untuk menenangkan bayi dan mempromosikan tidur,” kata American Academy of Pediatrics (AAP).
Manfaat bedong bayi
1. Membantu bayi baru lahir tidak terbangun karena refleks kaget (startle).
2. Mencegah bayi memukul wajah atau menggaruk dirinya sendiri, sebelum bisa mengontrol gerakan tangan.
3. Menenangkan bayi saat terlalu banyak rangsangan.
4. Membantu menenangkan bayi yang rewel atau kolik.
5. Membuat bayi tidur lebih lama dan lebih nyenyak.
6. Menjaga tubuh bayi tetap hangat sampai mereka mampu mengatur suhu tubuh sendiri, terutama pada bayi prematur.
7. Membantu mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman. Penelitian menunjukkan bayi yang dibedong saat prosedur tusuk tumit dan penimbangan, cenderung lebih tenang dibandingkan yang tidak dibedong.
Selain itu, bedong juga dapat membantu membentuk kebiasaan tidur yang lebih teratur. Jika dilakukan menjelang waktu tidur, bayi akan mulai memahami bahwa saat dibungkus rapi berarti waktunya beristirahat.
Bayi baru lahir memang bisa dibedong, tetapi sebaiknya menunggu beberapa jam setelah kelahiran, terutama jika ingin fokus pada proses menyusui.
Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang langsung dibedong setelah lahir, cenderung menyusu lebih sedikit dan kurang berhasil, dibandingkan bayi yang tidak langsung dibedong.
Hal ini terjadi karena tanpa kontak kulit ke kulit dan dengan tangisan yang lebih sedikit, ibu dan bayi bisa saja melewatkan tanda-tanda penting untuk menyusui, menurut para peneliti.
Kontak kulit ke kulit setelah lahir sangat penting, untuk membangun kedekatan dan membantu proses menyusui berjalan lebih baik.
“Setelah bayi kamu menghabiskan waktu kontak kulit ke kulit dan berhasil menyusu beberapa kali, mereka dapat dibedong untuk kenyamanan,” kata Shawnté James, M.D., seorang dokter spesialis bayi baru lahir di Washington, D.C., dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
Cobalah membedong bayi saat waktu tidur atau istirahat, atau ketika bayi tampak membutuhkan kenyamanan tambahan. Dengan teknik yang benar dan waktu yang tepat, bedong bisa menjadi cara sederhana untuk membuat bayi merasa lebih aman, hangat, dan lebih mudah tertidur.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)