FAMILY

Penyakit Hepatitis Misterius 'Menyerang' Anak-anak di Amerika dan Eropa, Ini Gejalanya!

Mia Vale
Senin 18 April 2022 / 10:05
Jakarta: Pejabat kesehatan di beberapa negara Eropa dan Amerika sedang menyelidiki kasus misterius penyakit hati parah (hepatitis) pada anak-anak. Mereka berpikir itu mungkin terkait dengan sejenis virus yang biasanya dikaitkan dengan pilek. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Inggris telah menyelidiki setidaknya 74 kasus di mana anak-anak menderita hepatitis, atau peradangan hati. Tiga kasus serupa di Spanyol dan beberapa di Irlandia juga sedang diselidiki.

Serupa dengan Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya, pejabat kesehatan AS pun mengatakan mereka sedang menyelidiki sembilan kasus serupa. Semuanya berada di Alabama. Dan para pejabat mengatakan mereka sedang mencari tahu apakah ada lebih banyak lagi di tempat lain. 

Penyakit misterius ini, melansir dari ABC News, menyerang anak-anak dalam rentang usia satu sampai enam tahun. Walaupun ada pula usianya lebih tua. 

WHO pertama kali menyadari penyakit yang tidak biasa ini, pada awal bulan ketika mereka mengetahui 10 anak di Skotlandia sakit dengan masalah hati. Satu jatuh sakit pada bulan Januari dan sembilan lainnya pada bulan Maret 2022.

Semua menjadi sakit parah dan didiagnosis menderita hepatitis setelah dibawa ke rumah sakit. Hati memproses nutrisi, menyaring darah dan melawan infeksi. Infeksi menyebabkan gejala seperti penyakit kuning, diare dan sakit perut. Hepatitis dapat mengancam jiwa jika tidak diobati. 


hepatitis misterius adalah
(Salah satu kasus gejala hepatitis yang masih misterius ini adalah kulit gatal, demam, lesu dan kehilangan nafsu makan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Waspada terhadap anak-anak yang menunjukkan gejala dan tanda yang berpotensi hepatitis, seperti berikut:

1. Perubahan warna urine menjadi gelap atau feses yang pucat
2. Penyakit kuning
3. Kulit gatal-gatal
4. Artralgia atau myalgia
5. Demam
6. Mual, muntah, atau sakit perut
7. Lesu dan kehilangan nafsu makan

Kasus hepatitis ini memang tidak ada yang meninggal, tetapi enam anak membutuhkan transplantasi hati. Pengujian laboratorium telah mengesampingkan virus hepatitis tipe A, B, C dan E yang biasanya menyebabkan penyakit tersebut. Para pejabat mencatat ada lonjakan baru-baru ini dalam penyebaran adenovirus.

Ada lusinan adenovirus, banyak di antaranya terkait dengan gejala seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, dan mata merah. Namun beberapa versi bisa memicu masalah lain, termasuk peradangan di lambung dan usus.

Adenovirus sebelumnya telah dikaitkan dengan hepatitis pada anak-anak, tetapi kebanyakan pada anak-anak dengan sistem kekebalan yang lemah. 

Pejabat kesehatan Alabama mengatakan dalam setiap kasus, anak tersebut dites positif adenovirus. Pejabat sedang mengeksplorasi tautan ke satu versi tertentu – adenovirus 41 – yang biasanya dikaitkan dengan peradangan usus. 

“Saat ini adenovirus mungkin menjadi penyebabnya, tetapi para penyelidik masih memelajari lebih lanjut – termasuk mengesampingkan penyebab hepatitis yang lebih umum,” jelas CDC dalam sebuah pernyataan.

(TIN)

MOST SEARCH