FAMILY

Gejala Varian Omicron yang Bisa Terlihat pada Anak-anak

Mia Vale
Selasa 08 Februari 2022 / 13:05
Jakarta: Anak-anak yang sebelumnya dianggap hanya pembawa virus sekarang sama-sama berisiko mengalami gejala parah dan rawat inap, terutama bila ada komplikasi kesehatan yang mendasarinya. Itulah yang membuatnya penting untuk mengetahui gejala umum infeksi ini pada anak-anak.

Apalagi lonjakan kasus Omicron cukup signifikan dan meresahkan banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan data yang menyatakan kasus Omicron di Indonesia mecapai 3.161 kasus. 

Bahkan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan sudah ada 324 anak yang positif terinfeksi varian Omicron.
 

Gejala umum covid pada anak


Sesuai penelitian, kelelahan adalah tanda paling umum dari infeksi virus korona pada anak-anak. Diikuti oleh sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan bersin. 

Melansir dari Times of India, dokter anak baru-baru ini melaporkan bahwa anak-anak di bawah lima tahun yang terinfeksi covid-19 varian Omicron menunjukkan gejala croup (batuk parau yang khas), yang menyebabkan batuk 'menggonggong'. 

Croup adalah suatu kondisi yang merupakan infeksi saluran napas bagian atas, yang tidak hanya menghalangi pernapasan, tetapi juga memicu suara gonggongan yang khas. Biasanya, mungkin disertai dengan demam, suara serak dan sesak napas.


tanda gejala omicron
(Selain vaksinasi covid-19 pada anak, juga lakukan prokes covid seperti memakai masker saat dibutuhkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Gejala langka covid pada anak 


Terlepas dari gejala terkait sistem pernapasan, varian Omicron juga dapat berdampak pada organ tubuh lainnya. Ini dapat menyebabkan beberapa gejala yang tidak biasa seperti diare dan ruam. Namun, ini jarang terjadi dan disaksikan dalam persentase yang kecil pada satu kasus. 
 

Gejala ketika anak sudah divaksinasi 


Bagi anak yang sudah mendapat vaksinasi, gejala Omicron akan menjadi lebih ringan. Setelah terinfeksi dengan varian omicron, sebagian besar anak-anak mengembangkan gejala seperti flu biasa, yang tidak meregang lebih lama atau menyebabkan gejala yang parah. 

Para ahli percaya bahwa vaksinasi tidak dapat mencegah infeksi virus korona, tetapi cukup efektif untuk mengurangi tingkat keparahannya. Selain itu, dibandingkan dengan varian Delta, lebih banyak anak-anak yang terkena varian Omicron karena lebih mudah menular daripada varian lain dari virus korona.
 

Agar anak tidak terinfeksi


Saat ini vaksin untuk anak-anak sudah tersedia. Jadi sebisa mungkin segera vaksinasi si kecil untuk memberikan kekebalan dan mengurangi risiko infeksi parah. Selain itu, pastikan anak-anak mengikuti prokes covid seperti memakai masker setiap saat, menjaga kebersihan, dan menghindari tempat-tempat ramai.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH