FAMILY

Libur Sekolah Mau Habis, Perlukah Anak Masuk TK Sebelum SD?

A. Firdaus
Kamis 09 Juli 2026 / 12:11
Ringkasnya gini..
  • Program ini bisa menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan yang lebih menantang.
  • Program prasekolah memiliki dampak yang signifikan dalam mempersiapkan anak-anak untuk sekolah.
  • jika orang tua memilih tidak mengirim anak ke pra-TK, mereka tetap dapat belajar dan berkembang secara optimal melalui bermain yang sesuai usia.
Jakarta: Apakah anak-anak benar-benar perlu masuk taman kanak-kanak sebelum memulai sekolah formal? Pertanyaan ini sering muncul di benak para orang tua yang ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

Meskipun taman kanak-kanak atau pra-TK tidak diwajibkan oleh undang-undang, banyak ahli sepakat bahwa program ini bisa menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan yang lebih menantang.

Taman kanak-kanak tidak diwajibkan, tetapi taman kanak-kanak dan pra-TK dirancang untuk membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk pendidikan formal.
 

Di tempat seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar huruf dan angka, tetapi juga keterampilan sosial seperti berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama dengan teman-teman yang semuanya membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan hidup.

Selain itu, mereka dapat memberikan kesempatan yang luar biasa untuk pertumbuhan sosial, emosional, dan akademik. Banyak anak belajar berbagi, menunggu giliran, dan bekerja sama dengan teman-teman di sini.

Menurut lembaga nirlaba The Learning Policy Institute dalam BabyCenter, “Program prasekolah memiliki dampak yang signifikan dalam mempersiapkan anak-anak untuk sekolah.”

Institut tersebut meninjau 21 program prasekolah publik dan melaporkan bahwa siswa yang mengikuti program prasekolah berkualitas tinggi memperoleh manfaat yang dapat bertahan seumur hidup, lebih siap untuk sekolah, dan mengalami peningkatan belajar yang signifikan dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengikuti pra-TK.

Program berkualitas tinggi sangat penting, tetapi perbedaan dalam program-program tersebut mungkin sebagian menjelaskan mengapa tidak semua studi menunjukkan manfaat jangka panjang.

Asosiasi Nasional untuk Pendidikan Anak Usia Dini (NAEYC) menjelaskan seperti apa program prasekolah berkualitas tinggi itu. Misalnya, program yang baik memiliki rasio guru-anak yang rendah dan lingkungan yang aman serta menarik.

Tentu saja, jika orang tua memilih tidak mengirim anak ke pra-TK, mereka tetap dapat belajar dan berkembang secara optimal melalui bermain yang sesuai usia dan waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain.

Beberapa orang tua membentuk kelompok bermain untuk tujuan ini. Ini bisa menjadi alternatif yang bagus untuk anak-anak yang belum siap untuk lingkungan sekolah formal.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH