FAMILY

Hari Anak Nasional 2026: Kemenekraf Perkuat Ruang Kreatif agar Anak Bebas Berkarya

A. Firdaus
Kamis 23 Juli 2026 / 12:09
Ringkasnya gini..
  • Kemenekraf ingin memastikan pengembangan ekonomi kreatif berjalan beriringan dengan pemenuhan hak anak.
  • Anak merupakan sumber inspirasi sekaligus calon pelaku ekonomi kreatif masa depan.
  • Terdapat sekitar 79,9 juta anak, atau 28,38 persen dari total penduduk Indonesia.
Jakarta: Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menegaskan komitmennya menghadirkan ruang kreatif yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Kemenekraf ingin memastikan pengembangan ekonomi kreatif berjalan beriringan dengan pemenuhan hak anak, perlindungan, serta kesempatan bagi mereka untuk berekspresi dan berpartisipasi sejak dini.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, anak merupakan sumber inspirasi sekaligus calon pelaku ekonomi kreatif masa depan. Karena itu, mereka membutuhkan lingkungan yang aman untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kreativitas.
 

"Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa salah satu investasi terbaik bagi bangsa adalah memastikan setiap anak dapat belajar dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Ekraf berkomitmen menghadirkan creative hub yang ramah anak agar talenta muda Indonesia mampu berkembang dari local champion menjadi national champion hingga berdaya saing global," ujar Menteri Ekraf Riefky.
 

Kolaborasi ciptakan ruang kreatif yang aman


Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenekraf mengedepankan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan ruang kreatif yang bebas dari diskriminasi maupun eksploitasi anak. Langkah tersebut juga selaras dengan semangat Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (GERNAS #RANA) yang mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak di berbagai daerah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menambahkan, ekonomi kreatif tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting bagi perkembangan generasi muda.

"Ekonomi kreatif menjadi ruang edukasi, kolaborasi lintas sektor, sekaligus membuka peluang baru bagi para pegiat kreatif. Kami ingin memastikan ekosistem kreatif mampu mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, dan membentuk karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.
 

Anak jadi investasi menuju Indonesia Emas 2045


Berdasarkan Profil Anak Indonesia 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), terdapat sekitar 79,9 juta anak, atau 28,38 persen dari total penduduk Indonesia.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, atau sekitar 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang sektor kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi sekaligus lapangan kerja bagi generasi muda.

Karena itu, Kemenekraf menilai investasi pada anak melalui pendidikan, pengembangan kreativitas, literasi digital, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman menjadi langkah penting untuk mencetak talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.

Melalui pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh menjadi generasi inovatif, kreatif, dan siap menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH