FAMILY

Seru Banget! Kupang Jadi Saksi Aksi Cegah Stunting Lewat 'Festival Sehat Ceria si Kecil'

Yatin Suleha
Selasa 28 Juli 2026 / 09:07
Ringkasnya gini..
  • Isu stunting ini masih jadi PR besar buat anak-anak di Indonesia.
  • Dalam data yang dipaparkan dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 di Kemenkes, statistiknya aja masih nunjukin angka 19,8%.
  • Lewat kesempatan itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT drg. Iien Adriany, M.Kes. juga sempat menekankan kalau mengatasi stunting ini gak bisa sendirian.
Jakarta: Isu stunting ini masih jadi PR besar buat anak-anak di Indonesia. Dalam data yang dipaparkan dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 di Kemenkes, statistiknya aja masih nunjukin angka 19,8% alias 1 dari 5 anak Indonesia ngalamin stunting. 

Makanya, banyak daerah yang butuh support ekstra karena angka prevalensinya masih tinggi banget. Salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tercatat masih nempati posisi ke-5 tertinggi se-Indonesia dengan angka prevalensi stunting mencapai 37,0% (atau sekitar 214.143 anak).

Lewat kesempatan itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT drg. Iien Adriany, M.Kes. juga sempat menekankan kalau mengatasi stunting ini gak bisa sendirian, tapi bener-bener butuh kolaborasi lintas sektor dan jadi prioritas utama buat pembangunan Pemda NTT ke depannya.

 

Dan, pas banget di momen Hari Anak Nasional 2026 kemarin (23/7), K-24 Group bareng PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) ngadain acara seru banget bertajuk “Festival Sehat Ceria si Kecil” di Aula El Tari, Kota Kupang.

Acara ini rame banget karena diikuti sama 1.000 peserta yang terdiri dari anak-anak dan orang tua, dengan berbagai kegiatan asyik kayak skrining tumbuh kembang anak sampai edukasi gizi keluarga.

"Di Indonesia, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini adalah stunting. Sebagai salah satu provinsi dengan tantangan geografis dan sosio-ekonomi yang unik, NTT kerap mencatatkan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi di tingkat nasional," kata drg. Iien Adriany.

"Kondisi ini bukan sekadar masalah sektor kesehatan, melainkan sebuah ancaman eksistensial terhadap masa depan pembangunan NTT."


(Dokter Spesialis Anak, dr. Diana Nubatonis, Sp.A menekankan, "Pencegahan dan deteksi dini memegang peranan penting dalam penanganan stunting." Foto: Dok. Istimewa)

"Langkah nyata ditunjukkan oleh Apotek K-24 yang berkolaborasi dengan Sarihusada mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mereka dengan agenda prioritas pembangunan NTT melalui penyelenggaraan program 'Festival Sehat Ceria Si Kecil: Anak Sehat Indonesia Hebat' di Kota Kupang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026."

Lebih lanjut drg. Iien Adriany, M.Kes. mengatakan, "Salah satu akar masalah stunting di NTT adalah rendahnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya 1000 HPK serta terbatasnya akses terhadap produk nutrisi khusus untuk anak-anak yang menunjukkan gejala gagal tumbuh (pre-stunting)."

Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi, mengatakan, "Kami percaya bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas."

Founder dan CEO Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, menekankan bahwa Festival Sehat Ceria si Kecil adalah upaya bersama dalam rangka untuk mengentaskan stunting di Indonesia. “Kami percaya bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama."

Dokter Spesialis Anak, dr. Diana Nubatonis, Sp.A menekankan bahwa edukasi secara langsung kepada orang tua menjadi langkah strategis dalam mempercepat pencegahan stunting di tingkat keluarga.

"Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, yang tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas anak di masa depan."

"Maka dari itu, pencegahan dan deteksi dini memegang peranan penting dalam penanganan stunting. Orang tua diimbau untuk secara rutin memantau tinggi dan berat badan anak, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya."
 
"Deteksi sejak dini menjadi kunci penting agar permasalahan gizi dapat segera ditangani sebelum terlambat. Melalui kegiatan edukasi seperti Festival Sehat Ceria si Kecil penting karena memberikan ruang bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran mereka dalam menjaga tumbuh kembang optimal anak."

"Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan orang tua, akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak."

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH