Kegiatan Family Fun ‘Food’ Day di Hari Anak Nasional. ist
Kegiatan Family Fun ‘Food’ Day di Hari Anak Nasional. ist

Family Fun 'Food' Day Edukasi Keluarga tentang Pola Makan Sehat

Adri Prima • 26 Juli 2026 19:50
Ringkasnya gini..
  • KSPL dan Buibu Baca Buku menggelar Family Fun 'Food' Day untuk mengedukasi keluarga tentang pola makan sehat dan pangan lokal.
  • KSPL menilai pergeseran konsumsi ke makanan ultraproses turut mendorong obesitas yang mencapai 23,4% pada 2023.
  • Sebanyak 15 keluarga mengikuti berbagai permainan edukatif guna mengenalkan pangan lokal dan sistem pangan berkelanjutan.
Jakarta: Memperingati Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli, Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bersama Buibu Baca Buku (BBB) menggelar acara Family Fun ‘Food’ Day di Paviliun Selatan, Tebet Eco Park.
 
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus melibatkan keluarga sebagai unit komunitas terkecil di masyarakat terkait pentingnya peran mereka dalam mendorong pola makan sehat. 
 
Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina mengatakan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan sistem pangan yang sehat. 

“Salah satu tantangan terbesarnya adalah adanya pergeseran pola makan yang semakin jauh dari pangan lokal dan lebih mengarah ke makanan ultraproses (UPF). Hal ini tercermin dari tingginya tingkat obesitas yang pada tahun 2023 mencapai 23,4%. Berdasarkan riset biaya tersembunyi yang telah kami lakukan, obesitas sendiri dapat merugikan negara hingga lebih dari 200 miliar dolar AS,” ujar Gina.
 
Melihat urgensinya, dibutuhkan aksi kolektif dari semua lini, termasuk yang sangat penting adalah dari keluarga, di mana keputusan tentang makanan dibuat setiap hari. Family Fun ‘Food’ Day dirancang dengan pendekatan inklusif melibatkan seluruh anggota keluarga, mulai dari ibu, ayah, dan anak. Pendekatan ini berangkat dari kesadaran bahwa masing-masing anggota keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pola konsumsi di rumah. Oleh karenanya, pengenalan terhadap sistem pangan dan pola makan sehat dilakukan melalui berbagai aktivitas menarik.
 
Meita Eryanti, Partnership and Community Lead BBB Book Club, mengatakan, kolaborasi dengan KSPL dalam acara ini ingin menunjukkan bahwa aksi menuju perubahan tidak harus rumit atau jauh dari keseharian kita. 
 
“Sebagai komunitas yang percaya bahwa ibu adalah agen perubahan terkuat di dalam keluarga, kami yakin bahwa perubahan sistem pangan yang nyata dimulai dari dapur, dari pilihan-pilihan sederhana yang dibuat setiap hari oleh seorang ibu dan keluarganya,” kata Meita.
 
Sebanyak 15 keluarga mengikuti kompetisi di empat pos bertema pangan lokal. Tantangan meliputi menyusun menu Isi Piringku, menebak bahan pangan, menyusun puzzle, hingga cerdas cermat. 
 
Dhenny Ajie, selaku Ketua Tim Garang Asem sebagai peserta mengapresiasi kegiatan ini karena menambah pemahaman tentang pentingnya pangan lokal dalam pola makan keluarga sehari-hari.
 
“Semoga ke depannya, acara seperti ini bisa terus hadir dan menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia sehingga semakin banyak keluarga yang sadar akan pangan lokal. Dengan begitu, semakin kuat pula sistem pangan Indonesia yang tidak bergantung pada produk impor,” terang Dhenny.
 
Selain perlombaan, pengunjung juga dapat menikmati stan cicip pangan lokal dan sesi membaca di mini library. Melalui kegiatan ini, KSPL berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya pola makan sehat dan mendukung terwujudnya sistem pangan yang berkelanjutan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>