Jakarta: Pernahkah kamu berada pada situasi di mana semua hal terasa menganggu sehingga kamu jadi mudah sekali naik pitam. Dan buruknya lagi, kamu tidak menyadari alasan mengapa perasaan tersebut muncul.
Dilansir dari Huffpost, Psikoterapis Jothi Ramesh mengatakan bahwa marah sebenarnya adalah emosi yang sehat namun sering disalahpahami karena 'selalu dilihat sebagai sesuatu yang negatif'. Sebenarnya, marah merupakan cara untuk memberitahu seseorang berada dalam situasi yang tidak nyaman.
"Ini adalah emosi yang diperlukan seseorang untuk bertahan hidup," ujar Ramesh.
"Kamu harus memiliki kemarahan. Anda perlu melihatnya sebagai (menandakan) sesuatu yang tidak nyaman bagi Anda,” lanjutnya.
Namun, yang buruk dari kemarahan adalah ketika kamu tidak bisa mengontrolnya. Dan bila itu terjadi, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan mencari akar dari kemarahan.

(Sebenarnya, marah merupakan cara untuk memberitahu seseorang berada dalam situasi yang tidak nyaman. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
“Pengetahuan adalah kekuatan. Kita dapat memutus siklus kemarahan reaksioner, di luar kendali jika kita memahami dari mana kemarahan berasal," kata Psikoterapis, Julie Freedman.
“Menyadari pemicu kemarahan kita memungkinkan kita untuk menghindari atau untuk mempersiapkan strategi dalam mengatasinya jika pemicu tidak dapat dihindari,” lanjutnya.
Penyebab Spesifik Kemarahan
Menurut National Health Services U.K, kemarahan umumnya muncul karena perasaan tidak berdaya, terancam, atau tidak dihargai. Bagi sebagian orang, terjebak dalam kemacetan dapat menimbulkan perasaan marah, sementara bagi yang lain, itu terjadi ketika rencananya gagal atau ketika mereka diperlakukan tidak tepat di tempat kerja.
Jadi, bila kamu dalam fase selalu ingin marah, kamu harus lebih jujur pada diri sendiri agar bisa menemukan alasan spesifiknya. Dengan begitu, kemarahan tidak bisa lagi menguasai kamu pastinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)