FAMILY

Drama Tangis tanpa Henti, Mengenal Lebih Dekat Kolik pada Bayi

A. Firdaus
Sabtu 07 Maret 2026 / 14:10
Ringkasnya gini..
  • Kolik bukan penyakit berbahaya.
  • Bayi disebut mengalami kolik jika usianya di bawah 5 bulan.
  • Sampai sekarang, penyebab pasti kolik belum diketahui.
Jakarta: Tangisan adalah cara utama bayi berkomunikasi. Itu hal yang normal. Namun, ada saatnya tangisan terdengar jauh lebih keras, lebih lama, dan sangat sulit dihentikan. Kondisi ini sering membuat orang tua merasa bingung, khawatir, bahkan kelelahan secara fisik dan emosional.

Salah satu penyebab umum tangisan berlebihan pada bayi, yang sebenarnya sehat adalah kolik. Kolik bukan penyakit berbahaya dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang, tetapi fase ini bisa terasa sangat berat di awal kehidupan bayi.

Dengan memahami apa itu kolik, ciri-cirinya, dan berapa lama biasanya berlangsung, orang tua bisa lebih tenang dan lebih siap menghadapinya.  

Apa itu kolik?


Kolik adalah kondisi ketika bayi sehat menangis secara berlebihan dan sulit dikendalikan. Bayi disebut mengalami kolik jika usianya di bawah 5 bulan, dan menangis lebih dari tiga jam dalam sehari, terjadi setidaknya tiga hari dalam seminggu, dan berlangsung selama tiga minggu berturut-turut.

Kolik bukan penyakit dan tidak akan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada bayi, tetapi seringkali menjadi hal yang sangat sulit bagi bayi dan orang tuanya. Sekitar satu dari lima bayi mengalami kolik, biasanya saat mereka berusia antara 2 dan 3 minggu.
 

Apa gejala kolik?


Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tanda-tanda kemungkinan bayi sedang mengalami kolik:

1. Tangisan yang sangat sering dan terjadi pada waktu yang hampir sama setiap hari. Biasanya sore atau malam hari (sering disebut “jam sihir bayi”).

2. Tangisan yang lebih keras dan bernada tinggi dibanding biasanya, terdengar seperti bayi sedang kesakitan.

3. Sulit ditenangkan, meskipun sudah digendong, disusui, atau diayun.

4. Tangisan yang datang dan berhenti secara tiba-tiba.

5. Tanda gangguan perut, seperti kembung atau masalah pencernaan. Bayi yang mengalami kolik sering menelan banyak udara saat menangis, sehingga gas di perut makin bertambah.

Selain itu, bayi dengan kolik biasanya mengepalkan tangan, melengkungkan punggung, wajah memerah, serta bergantian meluruskan dan menarik kaki ke arah perut. Mereka juga sering mengeluarkan gas saat menangis. Banyak bayi terlihat lebih tenang setelah buang gas atau buang air besar.
 

Mengapa kolik bisa terjadi?


Sampai sekarang, penyebab pasti kolik belum diketahui. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain sistem pencernaan bayi yang belum matang, sensitivitas terhadap susu atau makanan tertentu, serta reaksi berlebihan terhadap rangsangan di sekitarnya.

Pada usia beberapa minggu pertama, tubuh bayi masih beradaptasi dengan dunia luar. Tangisan bisa menjadi cara mereka, mengekspresikan ketidaknyamanan selama proses penyesuaian tersebut.
 

Berapa lama kolik berlangsung?


Kabar baiknya, fase ini tidak berlangsung selamanya. Kolik biasanya mencapai puncak sekitar usia 6 minggu. Setelah itu, kondisinya mulai membaik, terutama saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan.

Pada usia 4 bulan, sekitar 80 hingga 90% bayi sudah melewati fase kolik. Sebagian kecil lainnya mungkin membutuhkan waktu sekitar satu bulan tambahan, sebelum benar-benar membaik.

Memang terasa panjang saat sedang dijalani. Tapi fase ini sementara. Sambil menunggu kolik mereda, cobalah berbagai cara untuk menenangkan bayi dan jangan ragu meminta bantuan pasangan, keluarga, atau teman.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH