- Sejumlah sekolah telah rampung direvitalisasi.
- Perhatian terhadap kebutuhan anak juga terlihat.
- Juga membangun fasilitas penunjang.
Tangerang Selatan: Setiap pagi, ribuan anak di Tangerang Selatan melangkah ke sekolah sambil membawa tas, buku, dan harapan. Bagi mereka, sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat bertumbuh, belajar mengenal diri, serta menata mimpi tentang masa depan.
Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat infrastruktur pendidikan sepanjang tahun 2025.
Melalui program revitalisasi dan pembangunan belasan sekolah, Pemkot Tangsel berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Upaya ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda sejak dini.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak semata soal fisik bangunan, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami ingin anak-anak Tangsel bisa belajar dengan rasa aman dan nyaman. Sekolah yang layak akan membuat mereka lebih fokus belajar, lebih percaya diri, dan lebih berani bermimpi,” ujar Benyamin, Senin (2/2/2026).
Di tingkat sekolah dasar, sejumlah sekolah telah rampung direvitalisasi, seperti SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1. Ruang kelas yang lebih tertata, fasilitas yang memadai, serta lingkungan sekolah yang aman diharapkan memberi pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Perhatian terhadap kebutuhan anak juga terlihat dari pembangunan fasilitas penunjang. Di SDN Keranggan, misalnya, ditambahkan pos jaga untuk meningkatkan keamanan serta perpustakaan sebagai ruang menumbuhkan minat baca. Sementara itu, pembangunan sarana prasarana turut dilakukan di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pemkot Tangsel telah menyelesaikan revitalisasi di SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, dan SMPN 24. Beberapa sekolah lainnya juga mendapat penguatan struktur bangunan, perbaikan atap, hingga lanjutan pembangunan fasilitas pendukung agar aktivitas belajar siswa tetap aman dan nyaman.
Benyamin menekankan, setiap pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dengan mengutamakan keselamatan peserta didik serta keberlanjutan fasilitas.
“Sekolah bukan hanya bangunan, tapi ruang tumbuh"
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat infrastruktur pendidikan sepanjang tahun 2025.
Melalui program revitalisasi dan pembangunan belasan sekolah, Pemkot Tangsel berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Upaya ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda sejak dini.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak semata soal fisik bangunan, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami ingin anak-anak Tangsel bisa belajar dengan rasa aman dan nyaman. Sekolah yang layak akan membuat mereka lebih fokus belajar, lebih percaya diri, dan lebih berani bermimpi,” ujar Benyamin, Senin (2/2/2026).
Di tingkat sekolah dasar, sejumlah sekolah telah rampung direvitalisasi, seperti SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1. Ruang kelas yang lebih tertata, fasilitas yang memadai, serta lingkungan sekolah yang aman diharapkan memberi pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Perhatian terhadap kebutuhan anak juga terlihat dari pembangunan fasilitas penunjang. Di SDN Keranggan, misalnya, ditambahkan pos jaga untuk meningkatkan keamanan serta perpustakaan sebagai ruang menumbuhkan minat baca. Sementara itu, pembangunan sarana prasarana turut dilakukan di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2.
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pemkot Tangsel telah menyelesaikan revitalisasi di SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, dan SMPN 24. Beberapa sekolah lainnya juga mendapat penguatan struktur bangunan, perbaikan atap, hingga lanjutan pembangunan fasilitas pendukung agar aktivitas belajar siswa tetap aman dan nyaman.
Benyamin menekankan, setiap pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dengan mengutamakan keselamatan peserta didik serta keberlanjutan fasilitas.
“Sekolah bukan hanya bangunan, tapi ruang tumbuh"
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)