FAMILY
Moms Ini Saat yang Tepat Memberikan Finger Foods pada Bayi
A. Firdaus
Selasa 03 Februari 2026 / 13:34
- Melalui finger foods, bayi mulai belajar makan secara mandiri.
- Beberapa orang tua memilih untuk memperkenalkan finger foods lebih awal.
- Bayi umumnya mulai siap menerima finger foods sekitar usia 9 bulan.
Jakarta: Makan dengan finger foods merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi bayi, karena bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi, tetapi juga menjadi tahapan penting dalam proses tumbuh kembang.
Melalui finger foods, bayi mulai belajar makan secara mandiri, yang pada akhirnya membantu membangun rasa percaya diri serta kemandirian sejak dini.
Selain itu, aktivitas mengambil, memegang, dan memasukkan potongan makanan ke mulut berperan besar dalam melatih keterampilan motorik halus serta koordinasi antara tangan dan mulut.
Setiap potongan makanan berukuran gigitan yang mudah dipegang, diangkat, dan dimakan sendiri oleh bayi termasuk ke dalam kategori finger foods.
Makanan ini dirancang agar bayi dapat mengeksplorasi makanan secara aktif, baik dari segi tekstur, rasa, maupun bentuk. Bagi yang siap melangkah ke tahap ini dalam perjalanan mengenalkan makanan padat, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui agar prosesnya berjalan aman dan menyenangkan.
Dilansir dari BabyCenter, bayi umumnya mulai siap menerima finger foods sekitar usia 9 bulan, yaitu ketika kemampuan motorik sudah berkembang dengan cukup baik.
Pada tahap ini, bayi biasanya sudah mampu memegang benda kecil dan membawa tangan ke mulut tanpa banyak kesulitan. Tanda kesiapan juga sering terlihat dari perilaku bayi, seperti mencoba memegang sendok yang digunakan saat makan atau mengambil makanan langsung dari piring.
Ketika memasuki usia sekitar 12 bulan, keterampilan ini biasanya semakin matang. Bayi menjadi lebih terampil dalam mengambil potongan makanan kecil dan memasukkannya ke mulut dengan lebih terkoordinasi.
Beberapa orang tua memilih untuk memperkenalkan finger foods lebih awal, yakni sekitar usia 6 bulan, melalui metode baby-led weaning (BLW). Metode ini melewati fase pemberian makan dengan sendok dan memberikan kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri menggunakan finger foods yang bertekstur lembut.
Bagi yang tertarik dengan pendekatan ini, penting untuk mempelajari lebih lanjut mengenai prinsip BLW serta jenis makanan yang paling sesuai untuk diterapkan pada metode tersebut.
Jika bayi belum menunjukkan ketertarikan pada finger foods di awal percobaan, hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Ketika bayi tampak kesulitan atau enggan makan sendiri, kemungkinan besar bayi memang belum sepenuhnya siap.
Dalam kondisi seperti ini, memberi jeda waktu sekitar satu minggu atau lebih sebelum mencoba kembali dapat menjadi pilihan yang bijak.
Selain itu, bayi juga mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan tekstur makanan yang baru. Tidak jarang diperlukan beberapa kali percobaan sebelum bayi mau menerima jenis makanan tertentu, dan hal tersebut termasuk bagian normal dari proses belajar makan.
Pada tahap awal pengenalan finger foods, bayi juga mungkin akan tersedak. Tersedak merupakan refleks alami tubuh yang berfungsi untuk mencegah tersedak serius sekaligus membantu bayi belajar mengunyah dan mengatur makanan di dalam mulut.
Tidak perlu panik ketika hal ini terjadi, selama bayi tetap diawasi dan diberi kesempatan untuk mengatasinya sendiri.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Melalui finger foods, bayi mulai belajar makan secara mandiri, yang pada akhirnya membantu membangun rasa percaya diri serta kemandirian sejak dini.
Selain itu, aktivitas mengambil, memegang, dan memasukkan potongan makanan ke mulut berperan besar dalam melatih keterampilan motorik halus serta koordinasi antara tangan dan mulut.
Setiap potongan makanan berukuran gigitan yang mudah dipegang, diangkat, dan dimakan sendiri oleh bayi termasuk ke dalam kategori finger foods.
Makanan ini dirancang agar bayi dapat mengeksplorasi makanan secara aktif, baik dari segi tekstur, rasa, maupun bentuk. Bagi yang siap melangkah ke tahap ini dalam perjalanan mengenalkan makanan padat, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui agar prosesnya berjalan aman dan menyenangkan.
Kapan memberikan finger foods kepada bayi?
Dilansir dari BabyCenter, bayi umumnya mulai siap menerima finger foods sekitar usia 9 bulan, yaitu ketika kemampuan motorik sudah berkembang dengan cukup baik.
Pada tahap ini, bayi biasanya sudah mampu memegang benda kecil dan membawa tangan ke mulut tanpa banyak kesulitan. Tanda kesiapan juga sering terlihat dari perilaku bayi, seperti mencoba memegang sendok yang digunakan saat makan atau mengambil makanan langsung dari piring.
Ketika memasuki usia sekitar 12 bulan, keterampilan ini biasanya semakin matang. Bayi menjadi lebih terampil dalam mengambil potongan makanan kecil dan memasukkannya ke mulut dengan lebih terkoordinasi.
Beberapa orang tua memilih untuk memperkenalkan finger foods lebih awal, yakni sekitar usia 6 bulan, melalui metode baby-led weaning (BLW). Metode ini melewati fase pemberian makan dengan sendok dan memberikan kesempatan kepada bayi untuk makan sendiri menggunakan finger foods yang bertekstur lembut.
Bagi yang tertarik dengan pendekatan ini, penting untuk mempelajari lebih lanjut mengenai prinsip BLW serta jenis makanan yang paling sesuai untuk diterapkan pada metode tersebut.
Jika bayi belum menunjukkan ketertarikan pada finger foods di awal percobaan, hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Ketika bayi tampak kesulitan atau enggan makan sendiri, kemungkinan besar bayi memang belum sepenuhnya siap.
Dalam kondisi seperti ini, memberi jeda waktu sekitar satu minggu atau lebih sebelum mencoba kembali dapat menjadi pilihan yang bijak.
Selain itu, bayi juga mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan tekstur makanan yang baru. Tidak jarang diperlukan beberapa kali percobaan sebelum bayi mau menerima jenis makanan tertentu, dan hal tersebut termasuk bagian normal dari proses belajar makan.
Pada tahap awal pengenalan finger foods, bayi juga mungkin akan tersedak. Tersedak merupakan refleks alami tubuh yang berfungsi untuk mencegah tersedak serius sekaligus membantu bayi belajar mengunyah dan mengatur makanan di dalam mulut.
Tidak perlu panik ketika hal ini terjadi, selama bayi tetap diawasi dan diberi kesempatan untuk mengatasinya sendiri.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)