FAMILY
Mengapa Play-Based Learning Penting Bagi Anak? Simak Tips Memilih Mainan Edukatif yang Tepat
Muhammad Syahrul Ramadhan
Rabu 06 Mei 2026 / 14:49
- Aktivitas bermain aktif dengan orang tua terbukti membangun koneksi otak, melatih fokus, memori, hingga regulasi emosi si kecil.
- Pilih mainan dengan standar keamanan tinggi seperti EN71 atau SNI, serta material aman seperti tinta berbasis kedelai (soy ink).
- Gunakan panduan usia dan sistem leveling pada mainan untuk memastikan tantangan yang diberikan sesuai dengan kesiapan perkembangan anak.
Jakarta: Dalam beberapa tahun terakhir, tren parenting bergeser ke arah Play-based Learning, di mana anak-anak belajar melalui aktivitas bermain. Studi menunjukkan bahwa perkembangan otak anak terjadi sangat pesat saat mereka sedang bermain, yang tidak hanya mengasah kreativitas tetapi juga fungsi kognitif, motorik, hingga regulasi emosi.
Bagi orang tua modern, istilah play-based learning kini bukan lagi hal yang asing. Metode ini menekankan bahwa bermain bukan sekadar waktu luang, melainkan sarana utama bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi.
Riset dari Harvard Center on the Developing Child bahkan menunjukkan bahwa interaksi aktif saat bermain berperan vital dalam membangun koneksi saraf otak dan memperkuat keterampilan dasar seperti kontrol diri dan memori sejak usia dini.
Menariknya, bermain balok juga membantu perkembangan regulasi emosi, anak belajar untuk tetap tenang dan mencoba kembali saat susunan mereka gagal atau runtuh. Selain itu, mainan berbasis sensorik dengan berbagai tekstur dan bentuk membantu stimulasi indra peraba yang krusial bagi balita.
Namun, memilih mainan tidak boleh sembarangan. Keamanan dan kesesuaian usia harus menjadi prioritas utama. Orang tua disarankan untuk memilih produk yang memiliki sertifikasi keamanan resmi seperti SNI di Indonesia atau EN71 yang merupakan standar keamanan tertinggi di Uni Eropa.
Mainan berkualitas seperti koleksi dari Mideer, misalnya, telah menggunakan material aman seperti soy-based ink yang natural, sehingga tetap aman jika digunakan oleh anak-anak di bawah usia lima tahun yang masih sering memasukkan benda ke mulut.
Tips terakhir dalam memilih mainan adalah dengan mengikuti panduan leveling. Alih-alih membelikan mainan untuk usia jauh di atas anak agar awet, pilihlah mainan yang sesuai dengan kesiapan mereka.
Sebagai contoh, kategori Level Up Puzzle dirancang dengan tingkatan kesulitan yang bertahap untuk memastikan anak tetap merasa tertantang tanpa merasa frustrasi. Dengan pemilihan yang tepat, setiap momen bermain akan menjadi langkah berharga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik dan menyenangkan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(RUL)
Bagi orang tua modern, istilah play-based learning kini bukan lagi hal yang asing. Metode ini menekankan bahwa bermain bukan sekadar waktu luang, melainkan sarana utama bagi anak untuk belajar dan bereksplorasi.
Riset dari Harvard Center on the Developing Child bahkan menunjukkan bahwa interaksi aktif saat bermain berperan vital dalam membangun koneksi saraf otak dan memperkuat keterampilan dasar seperti kontrol diri dan memori sejak usia dini.
Rekomendasi Permaian Dukung Pertumbuhan Anak
Salah satu jenis permainan yang sangat direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan ini adalah building blocks atau balok susun. Mainan ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga melatih fungsi kognitif dan motorik halus saat anak belajar menyusun serta menyeimbangkan objek.Menariknya, bermain balok juga membantu perkembangan regulasi emosi, anak belajar untuk tetap tenang dan mencoba kembali saat susunan mereka gagal atau runtuh. Selain itu, mainan berbasis sensorik dengan berbagai tekstur dan bentuk membantu stimulasi indra peraba yang krusial bagi balita.
Baca Juga :
Seru Maksimal! Lilla x Mideer ARTventure Space Hadirkan Playground Berkonsep Play-based Learning
Tips Memilih Mainan Anak
Namun, memilih mainan tidak boleh sembarangan. Keamanan dan kesesuaian usia harus menjadi prioritas utama. Orang tua disarankan untuk memilih produk yang memiliki sertifikasi keamanan resmi seperti SNI di Indonesia atau EN71 yang merupakan standar keamanan tertinggi di Uni Eropa.
Mainan berkualitas seperti koleksi dari Mideer, misalnya, telah menggunakan material aman seperti soy-based ink yang natural, sehingga tetap aman jika digunakan oleh anak-anak di bawah usia lima tahun yang masih sering memasukkan benda ke mulut.
Tips terakhir dalam memilih mainan adalah dengan mengikuti panduan leveling. Alih-alih membelikan mainan untuk usia jauh di atas anak agar awet, pilihlah mainan yang sesuai dengan kesiapan mereka.
Sebagai contoh, kategori Level Up Puzzle dirancang dengan tingkatan kesulitan yang bertahap untuk memastikan anak tetap merasa tertantang tanpa merasa frustrasi. Dengan pemilihan yang tepat, setiap momen bermain akan menjadi langkah berharga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik dan menyenangkan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)