FAMILY

Ide Sensory Play Estetik di Rumah Pake Barang Harian

Yatin Suleha
Selasa 02 Juni 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Belakangan ini, tren parenting lagi condong banget ke metode belajar lewat pengalaman langsung.
  • Stimulasi sensorik itu justru paling nampol dan efektif kalau dihadirkan lewat aktivitas alami sehari-hari di rumah.
  • Sensory play merupakan proses belajar yang melibatkan seluruh indra anak, mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, hingga perasa.
Jakarta: Belakangan ini, tren parenting lagi condong banget ke metode belajar lewat pengalaman langsung, contohnya lewat sensory play.

Tapi anehnya, pas denger istilah sensory play, banyak orang tua yang mikir kalau kegiatan ini harus pakai mainan edukatif khusus yang mahal atau ruang bermain yang ditata sedemikian rupa.

Padahal menurut para ahli pendidikan anak usia dini, stimulasi sensorik itu justru paling nampol dan efektif kalau dihadirkan lewat aktivitas alami sehari-hari di rumah.

Dilansir dari Parents, sensory play merupakan proses belajar yang melibatkan seluruh indra anak, mulai dari penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, hingga perasa.
 
Aktivitas sederhana seperti bermain air, menyentuh pasir, atau membentuk adonan, seperti produk dari Play-Doh memang termasuk contoh populer.

Namun, kesempatan stimulasi sebenarnya jauh lebih luas dan dapat ditemukan dalam rutinitas rumah tangga biasa.
 

Kegiatan di dapur dapat menjadi sarana belajar sensorik yang kaya



(Sensory play (bermain sensori) adalah segala aktivitas bermain yang dirancang untuk merangsang dan mengasah kepekaan panca indra anak (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa/pengecap, dan peraba). Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)

Aroma cuka atau bumbu masak melatih kepekaan penciuman, warna sayuran yang berbeda melatih penglihatan, suara mendidih dari air atau bunyi peralatan dapur melatih pendengaran, sedangkan mencicipi potongan buah membantu anak mengenali variasi rasa.

Dengan pendampingan yang tepat, aktivitas sehari-hari tersebut dapat berubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, tanpa harus terasa seperti pelajaran formal.
 

Sensory play juga memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa anak


Ketika anak diajak mendeskripsikan apa yang dilihat, dirasakan, atau didengar, kemampuan berbicara berkembang secara alami.

Anak belajar menggunakan kata-kata yang lebih spesifik, seperti kasar, halus, dingin, hangat, wangi, atau asam. Kebiasaan sederhana seperti bertanya “bagaimana rasanya?” atau “seperti apa teksturnya?” dapat membantu memperluas kosakata sekaligus melatih kemampuan berpikir.

Para pakar pendidikan anak menilai pendekatan ini efektif karena tidak memaksa anak menghafal, melainkan mengajak memahami melalui pengalaman nyata. Anak juga cenderung lebih percaya diri saat mampu menjelaskan pengamatan sendiri.
 
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya stimulasi sejak usia dini, sensory play diperkirakan akan terus menjadi bagian dari gaya pengasuhan modern.

Keunggulan utamanya adalah fleksibel, murah, dan bisa dilakukan hampir di semua situasi, baik di rumah, taman, maupun saat bepergian. 

Tren ini menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak selalu membutuhkan alat canggih, melainkan perhatian, interaksi, dan kesempatan eksplorasi yang konsisten setiap hari.
 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH