FAMILY
Simak! Ini Tahapan Moms jika Ingin Melakukan Persalinan Caesar
A. Firdaus
Sabtu 10 Januari 2026 / 09:12
Jakarta: Operasi caesar, atau yang lebih dikenal sebagai seksio sesarea adalah prosedur medis penting yang dilakukan untuk membantu ibu melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Tindakan ini terjadi ketika persalinan normal tidak memungkinkan atau berisiko tinggi.
Sebelum operasi ini dilakukan, proses persiapan dimulai jauh-jauh hari, biasanya selama kehamilan. Nantinya, dokter kandungan dan bidan memantau kesehatan ibu dan bayi melalui pemeriksaan rutin, tes darah, ultrasound, dan konsultasi untuk menilai apakah operasi caesar diperlukan.
Pada hari operasi, Moms biasanya tiba di rumah sakit dengan perasaan campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan, di mana ia akan menjalani persiapan seperti puasa beberapa jam sebelumnya.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah yang mungkin akan Moms alami sebelum operasi caesar berlangsung. Hal yang terjadi sebelum operasi caesar:
Pertama, dokter akan menjelaskan mengapa operasi caesar diperlukan, dan akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan.
Risiko, manfaat, dan alternatif operasi caesar akan dijelaskan, dan harus dapat mengajukan semua pertanyaan dan mendapatkan jawabannya. Jika dokter adalah bidan, akan ditugaskan seorang dokter kandungan untuk operasi.
Seorang anestesiolog akan membahas berbagai opsi pengendalian nyeri. Kemungkinan besar akan diberikan epidural atau blok spinal yang akan mati rasa pada bagian bawah tubuh, tetapi tetap sadar dan waspada selama kelahiran bayi.
Sebelum operasi, akan diberikan obat tambahan untuk memastikan benar-benar mati rasa. Akan merasakan tekanan dan tarikan selama operasi caesar, tetapi tidak akan merasakan sakit.
Sebuah kateter akan dimasukkan ke dalam uretra untuk menguras urine dari kandung kemih selama prosedur. Biasanya, perawat akan melakukan ini setelah anestesi spinal atau epidural dipasang sehingga tidak akan merasakannya.
Infus akan dimulai jika belum memilikinya dan Moms akan diberikan antibiotik melalui infus untuk membantu mencegah infeksi setelah operasi.
Perawat mungkin akan memotong bagian atas rambut kemaluan dengan gunting listrik. Moms, jangan mencukur area tersebut sendiri dalam 48 jam sebelum operasi caesar, karena dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.
Mungkin akan diberikan obat antasida untuk diminum sebelum operasi caesar sebagai tindakan pencegahan. Antasida menetralkan asam lambung, sehingga tidak merusak jaringan paru-paru jika muntah selama operasi dan secara tidak sengaja menghirup material tersebut.
Dokter mungkin memasukkan kaki ke dalam alat yang diisi udara untuk merangsang aliran darah dan mengurangi risiko trombosis vena dalam (DVT, gumpalan darah di kaki).
Persiapan ini penting untuk memastikan prosedur berjalan lancar. Tim medis akan memeriksa kondisi Moms secara menyeluruh, termasuk tekanan darah dan denyut jantung, untuk meminimalkan risiko.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sebelum operasi ini dilakukan, proses persiapan dimulai jauh-jauh hari, biasanya selama kehamilan. Nantinya, dokter kandungan dan bidan memantau kesehatan ibu dan bayi melalui pemeriksaan rutin, tes darah, ultrasound, dan konsultasi untuk menilai apakah operasi caesar diperlukan.
Pada hari operasi, Moms biasanya tiba di rumah sakit dengan perasaan campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan, di mana ia akan menjalani persiapan seperti puasa beberapa jam sebelumnya.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah yang mungkin akan Moms alami sebelum operasi caesar berlangsung. Hal yang terjadi sebelum operasi caesar:
1. Persetujuan
Pertama, dokter akan menjelaskan mengapa operasi caesar diperlukan, dan akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan.
Risiko, manfaat, dan alternatif operasi caesar akan dijelaskan, dan harus dapat mengajukan semua pertanyaan dan mendapatkan jawabannya. Jika dokter adalah bidan, akan ditugaskan seorang dokter kandungan untuk operasi.
2. Anestesi
Seorang anestesiolog akan membahas berbagai opsi pengendalian nyeri. Kemungkinan besar akan diberikan epidural atau blok spinal yang akan mati rasa pada bagian bawah tubuh, tetapi tetap sadar dan waspada selama kelahiran bayi.
Sebelum operasi, akan diberikan obat tambahan untuk memastikan benar-benar mati rasa. Akan merasakan tekanan dan tarikan selama operasi caesar, tetapi tidak akan merasakan sakit.
3. Pemasangan kateter dan infus
Sebuah kateter akan dimasukkan ke dalam uretra untuk menguras urine dari kandung kemih selama prosedur. Biasanya, perawat akan melakukan ini setelah anestesi spinal atau epidural dipasang sehingga tidak akan merasakannya.
Infus akan dimulai jika belum memilikinya dan Moms akan diberikan antibiotik melalui infus untuk membantu mencegah infeksi setelah operasi.
4. Penghilangan rambut
Perawat mungkin akan memotong bagian atas rambut kemaluan dengan gunting listrik. Moms, jangan mencukur area tersebut sendiri dalam 48 jam sebelum operasi caesar, karena dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.
5. Antasida
Mungkin akan diberikan obat antasida untuk diminum sebelum operasi caesar sebagai tindakan pencegahan. Antasida menetralkan asam lambung, sehingga tidak merusak jaringan paru-paru jika muntah selama operasi dan secara tidak sengaja menghirup material tersebut.
6. Lengan pijat
Dokter mungkin memasukkan kaki ke dalam alat yang diisi udara untuk merangsang aliran darah dan mengurangi risiko trombosis vena dalam (DVT, gumpalan darah di kaki).
Persiapan ini penting untuk memastikan prosedur berjalan lancar. Tim medis akan memeriksa kondisi Moms secara menyeluruh, termasuk tekanan darah dan denyut jantung, untuk meminimalkan risiko.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)